IKLAN

Selasa, 21 Desember 2010

Mencoba Layanan 'SPEEDY'

Alhamdulillah, akhirnya hari ini aku bisa menggunakan layanan 'SPEEDY' untuk mendukung hoby nge-net. Tentu saja aku harus mengorbankan kocek lebih alias mengalokasikan dana tertentu untuk layanan ini. Tak apalah, yang penting aku bisa menggunakan internet tanpa rasa jengkel seperti yang kualami selama ini.

Selasa, 07 Desember 2010

Persepsi Yang Keliru Tentang Ujian

Alhamdulillah, akhirnya aku dapat mengikuti ujian tesis dengan baik pada tanggal 29 Nopember 2010 yang lalu. Walaupun penyelesaiannya sempat tertunda hingga enam bulan, tapi aku tak berkecil hati karena pas diumumkan penguji aku berhasil lulus dengan nilai 87.

Minggu, 28 November 2010

Tulisanku Dibajak

Beginilah kalau jadi orang gaptek, tulisan yang aku buat ternyata dibajak oleh orang yang tak bertanggung jawab. Saat aku masuk ke google dan mengetik rita asmara blog pada kolomnya, hasilnya membuat aku takjub dan merinding. Tulisanku ada di web tak senonoh. Astagfirullah.., aku menghela nafas panjang. Tega sekali orang tersebut memanfaatkan tulisan orang lain di dalam web tak senonoh tersebut.

Jumat, 19 November 2010

Isteri Kedua dan Ketiga

Waktu aku masih kecil, aku bersama keluarga menempati sebuah rumah dengan halaman luas yang ditumbuhi rumput gajah. Di atas rumput-rumput itu bahkan aku dan adik-adik biasa bermain. Masih kuingat, kami sering meletakkan sehelai kain lusuh dan jingkak-jingkrak di atasnya. Bahkan kami berguling-guling sambil tidur-tiduran di atas sehelai kain itu. Rasanya seperti tiduran di atas kasur busa yang empuk.


Kamis, 11 November 2010

Huray..I CAN DO IT..!!

Akhirnya, aku bisa juga melakukannya setelah berkali-kali gagal mencaba. Aha, pasti sahabat blogger penasaran kan aku telah berhasil melakukan apa? Koq gembira banget ya? Nah, kali ini aku akan berbagi cerita, begini ceritanya..

Rabu, 10 November 2010

Muhammad Raffy Al-Ghiffari


Makhluk mungil ini adalah keponakanku, panggilannya OMPICK. Si Ompick ini kecil-kecil suka difoto lho.. Apalagi sang Bunda juga suka mengabadikan tingkahnya dengan kamera saku. Satu..dua..tiga.. "JEPRET"!!! Ah, jadilah pose lucu si Ompick seperti ini..

Minggu, 07 November 2010

Kisah Sebuah Rumah

Setelah hampir dua tahun tinggal di 'Perumahan Mertua Indah', akhirnya aku dan suami memutuskan untuk mandiri. Alias pengen misah dan hidup berdua secara mandiri. Alasannya, kalau masih di rumah mertua, kami tak pernah tahu bagaimana mengelola kehidupan setelah berkeluarga.

Awalnya sih, mertuaku keberatan, terutama sang ibu mertua. Katanya, kalau kalian punya uang lebih baik disimpan untuk keperluan lain. Lagipula, rumah mertua yang besar memungkinkan kami hidup dengan tenang tanpa memikirkan yang lain-lainnya. Karena aku dan suami sama-sama bekerja, otomatis aku gak pernah ngurusi rumah, semua ada yang membantu. Tapi itu tak membuat kami nyaman. Menurut kami, setelah berkeluarga sudah selayaknya kami bertanggung-jawab akan sebuah keluarga yang baru kami bangun.

Setelah berhasil meyakinkan ayah dan ibu mertua, akhirnya kami 'hunting' mencari rumah kontrakan. Kami memilih ngontrak karena untuk membeli sebuah rumah kami belum sanggup. Setelah cari informasi sana-sini, ketemulah sebuah rumah kontrakan seperti yang kami butuhkan. Sebuah rumah kopel dengan sebuah kamar tidur, sebuah kamar kecil yang dipergunakan untuk gudang, ada ruang kecil untuk dapur, dan sebuah kamar mandi. Ruang tamunya hanyalah sebuah ruang yang tak terlalu luas.



Jumat, 29 Oktober 2010

Perempuan Tua dan Kacang Rebusnya

Setiap kali aku ingat wajah perempuan itu, selalu aku tersadar ternyata dia tak seperti yang lainnya. Dalam kesederhanaannya yang sangat minim, dia masih punya harga diri. Suatu kata yang bahkan hampir terlupakan dari diri kita 'sebuah harga diri'..

Minggu, 24 Oktober 2010

MIMPIKU

Tulisan ini aku buat dalam rangka ikut memeriahkan kompetisi yang diadakan Atanotoo. Ini adalah kali pertama aku ikutan kompetisi. Di sela-sela kesibukanku aku mencoba menuliskan segenggam impian dan mencoba memetiknya..



Mimpiku..

Selalu ada mimpi menari-nari dalam hidupku..

Begitu banyak mimpi, begitu banyak ragamnya.. Sehingga kadang aku merasa lelah mengejar mimpi-mimpiku..

Bahkan, aku harus berlari kencang.. mencoba menjadi pemenang dan mendapatkan mimpiku..

Tak apa selalu mengejar mimpi..

Karena dengan mimpi aku selalu bisa tersenyum..

Karena dengan mimpi aku bisa sangat bergairah menatap masa depan..

Layaknya sang pemimpi, mungkin lebih baik selalu bermimpi daripada tak pernah memimpikan keinginan sama sekali..

Sujud syukur kepada Yang Kuasa.. Mimpiku bahkan senantiasa aku raih..


Penutup: Gitu aja deh tulisan singkat tentang mimpiku dan juga asaku..

SENSITIF

Akhir-akhir ini perasaanku agak sensitif. Aku mudah sekali meneteskan air mata kala melihat kejadian yang bikin perasaan campur aduk. Misalnya nih, saat nonton tayangan dimana masih ada orang yang hidupnya jauh dari layak..

Kamis, 23 September 2010

Goresan Rindu Buat Mama




Gara-gara membaca postingan blognya Mbak Dewi Fatma "Antara Aku, Mama dan Mario Teguh' aku jadi teringat mamaku. Ceritanya keren banget. Sampai berkaca-kaca mataku membaca tulisan itu saking terharunya. Aku bisa merasakan begitu hangatnya cinta Mbak Dewi Fatma pada sang mama ..

Kalau saja mamaku masih ada, tentu hari-hariku begitu indah dan bermakna. Sayang, tak ada yang bisa mencegah saat ajal telah datang memanggilnya. Mamaku berpulang saat usianya dua minggu lagi menginjak angka 60 tahun..

Tak pernah kubayangkan mama berpulang begitu cepat.. Maafkan aku mama yang tak bisa memberimu bahagia saat aku bisa berbagi bahagia denganmu..

Kini, hanya ada doa tulus yang terus kupanjatkan buatmu agar bisa mengantarkanmu bahagia di surga.. I love you, Ma..!!! (meneteskan air mata nih..)

Jumat, 27 Agustus 2010

Award dari Mbak Fanny







Gara-gara sering mampir ke blognya Mbak Fanny, aku kebagian award darinya. Dalam rangka postingan ke-1000 ternyata Mbak Fanny membagikan award kepada teman-teman blogger. Wah, bahagia banget pas aku lihat daftar penerima award ternyata namaku tercantum juga.

Ternyata Mbak Fanny memang seorang blogger yang baik hati dan bersahabat. Terlihat dari banyaknya teman blogger yang mampir ke blog-blog miliknya. Begitu juga yang mem-follow blognya banyak banget. Kebetulan aku suka tiga blog miliknya, yaitu SANG CERPENIS BERCERITA, SANG PELANCONG dan GRAHA SASTRA. Olehkarenanya, ketiga blog milik Mbak Fanny tersebut aku tampilkan dalam blogroll-ku. Mungkin karena aku ngefans berat sama Mbak Fanny ya, hehe..

Ohya, kepada Mbak Fanny makasih banyak ya.. Awardnya sudah aku pajang pada tampilan awal postingan ini..

Kamis, 26 Agustus 2010

Jangan Biarkan Jiwamu Kosong

Beberapa hari terakhir di media massa ramai memberitakan tentang perampokan. Baik yang menggunakan senjata api seperti film ala barat, ataupun yang menggunakan hipnotis. Kedua cara merampok seperti itu kayaknya sedang menjadi 'trend' kejahatan saat ini..

Senin, 23 Agustus 2010

Hadiah dari SEKAR







Beberapa waktu yang lalu aku mendapat hadiah dari Majalah Sekar, berupa dua buah buku tentang keterampilan sulam. Hadiah tersebut aku terima atas pemuatan foto bersama keponakanku si 'Owick' pada majalah SEKAR No. 26 tahun 2010.

Bisa dilihat nih foto-fotonya yang tampil pada awal postingan ini..

Selasa, 17 Agustus 2010

Memaknai Kemerdekaan


Tanggal 17 Agustus 2010 yang lalu, genap sudah perayaan ke-65 ultah kemerdekaan Republik Indonesia. Kalau diibaratkan usia manusia, hmm.. sudah lansia ya? Perayaannya tak semeriah tahun-tahun sebelumnya karena bertepatan dengan ramadhan. Saat itu aku hanya mengikuti upacara bendera yang diadakan oleh pemkot Palembang beserta jajarannya..

Terkecoh Abang Becak

Suatu hari, pada akhir tahun 2002 yang lalu, di Kota Malang..

Aku berniat mengunjungi SARINAH, sebuah mal yang cukup terkenal di Kota Malang. Aku ditemani sang adik 'Reny' yang saat itu mengikuti suaminya tugas belajar di Brawijaya. Kami memanggil seorang abang becak untuk mengantarkan ke tujuan. Sebetulnya sih bisa naik taksi, baik yang pakai argo atau sistem tawar-menawar. Tapi kami memilih naik becak karena lebih nyantai dan bisa melihat-lihat pemandangan kota Malang.

Jumat, 13 Agustus 2010

Ramadhan Kedua Tanpa Mama

Tak terasa ini adalah hari ketiga ramadhan. Bulan yang sangat dinanti bagi kaum muslim dimana bulan ramadhan ini adalah bulan pengampunan dan pembuka pintu rezeki. Namun pada ramadhan ini ada yang berbeda dalam keluarga kami. Ya, ini adalah ramadhan kedua tanpa mama. Sebab mama telah berpulang ke pangkuan Allah sejak 14 Desember 2008 yang lalu.

Sabtu, 07 Agustus 2010

Dikira Hantu Ternyata Gempa

Peristiwa ini terjadi beberapa tahun yang lalu (maaf-lupa tahunnya), saat ada gempa di barat pulau Sumatera. Tepatnya di perairan pulau Enggano. Kekutan gempa itu meluluh-lantakkan bangunan dan seluruh utilitas di kota Bengkulu. Bahkan, dampak getarannya terasa hingga ke kota Palembang. Nah, dari sinilah cerita ini berawal..

Sabtu, 31 Juli 2010

Mencoba Yahoo Answers

Hari ini aku mencoba Yahoo Answers, untuk mencari tahu hal-hal yang belum kuketahui. Biasanya aku cari di Google. Kebetulan aku belum tuntas mengisi TTS Kompas edisi minggu lalu. Tinggal satu pertanyaan yang belum terjawab. Pertanyaannya tentang nama lain dari pandu laut?

Ternyata aku mendapatkan jawabannya dalam beberapa hitungan detik saja. Nama lain dari pandu laut adalah ARKATI.

Hmm, Yahoo Answers ternyata hebat juga..

Pesawatnya Parkir

Di atas pesawat, dalam perjalanan dari Jeddah menuju Jakarta, lima bulan yang lalu..

Saat itu, aku tengah ngantri ke toilet bersama dengan beberapa penumpang lainnya. Ada empat toilet di dekat tempat dudukku, semuanya penuh. Terpaksa deh yang mau buang hajat harus bersabar ngantri.

Seorang ibu paruh baya yang ngantri di sebelahku bertanya, "Mbak, kita lagi di mana ya?"

"Kita sedang di atas pesawat, Bu!"

Tapi ibu itu tak puas dengan jawabanku. Ibu itu bertanya lagi, "Mbak, kita di mana ya? Koq pesawatnya berhenti? Apa kita sudah mendarat?" ulangnya.

"Bu, kita masih di dalam pesawat koq! Pesawatnya sedang 'terbang' .."

"Koq kayak berhenti ya, nggak goyang-goyang. Tuh di luar kayaknya ada landasan..!" kata ibu itu seraya menunjuk ke arah jendela pesawat.

Entah karena kelelahan terbang selama 9 jam dari Jeddah, entah karena penat, atau bosan, sehingga ibu itu mengajukan pertanyaan yang menggelitik seperti itu.

"Oh, yang ibu lihat itu sayap pesawatnya, Bu! Memang kalau dilihat dari arah sini seperti pesawatnya sedang parkir ya Bu? Itu karena badan pesawat ini lebar sehingga sayapnya pun lebar..!" jelasku mencoba meyakinkan ibu itu.

Akhirnya ibu itu pun manggut-manggut mendengar penjelasanku. Mungkin ibu itu sudah tak sabaran ingin segera mendarat. Soalnya tujuan ibu itu lebih jauh lagi. Kalau aku setelah dari Jakarta akan menuju Palembang, sementara ibu itu harus melanjutkan lagi perjalanannya ke Banjarmasin.


Kamis, 29 Juli 2010

Kena Batunya

Sudah lama aku tergelitik ingin menuliskan kesan terhadap juru parkir di pelataran sebuah toko buku terkenal di kotaku. Karena alasan klasik (biasa.. ngakunya repot dan gak ada waktu buat bikin postingan..), akhirnya baru kali ini bisa kutuangkan kisahnya kali ini. Itupun lantaran kejadian dua hari yang lalu, yang menimpa juru parkir itu. Berikut kisahnya..

Ada tiga orang juru parkir ditempat itu. Masing-masing punya karakter dan sifat berbeda. Yang satu sebut saja Pak Amad, selalu gesit membantu orang-orang yang ingin parkir di situ. Baik itu parkir motor maupun parkir mobil, beliau selalu sigap dan gesit membantu. Senyum tulus tak pernah lepas tersungging dari bibirnya. Tampak sekali dia begitu ikhlas menjalani profesinya sebagai juru parkir.

Yang kedua sebut saja PakRobin. Usianya tak beda jauh dengan Pak Amad, tetapi pembawaannya selalu grasa-grusu dalam bekerja. Misalnya, dia terkesan tidak sabaran membantu orang yang mau parkir. Pernah suatu hari, aku melihat dengan mata kepalaku sendiri, Pak Robin sedang dimarahi seseorang lantaran belum apa-apa sudah menagih ongkos parkir. Tentu saja orang itu jengkel dan mengeluarkan kata-kata seperti ini, "Mbok ya nanti dulu dong dah nagih uangnya, lha motorku aja belum dikeluarin dari parkiran ini. Ayo bantu dulu ngeluarin motorku..!"

Yang ketiga sebut saja Pak Bejo, sifatnya hampir sama dengan Pak Robin. Dia tak pernah senyum, dengan raut muka selalu cemberut dia melakoni profesinya. Bahkan sering juga dia terkesan cuek dengan orang-orang yang memarkirkan kendaraannya di situ. Tak pernah dia membantu merapikan jaket atau helm. Yang ada di benaknya mungkin hanyalah uang jasa parkir!

Beda sekali dengan Pak Amad, yang selalu merapikan helm dan letak jaket agar terhindar dari hujan. Pernah suatu hari aku melarangnya merapikan jaket dan helm lantaran aku hanya beberapa menit saja berada di toko buku. Tetapi beliau tetap melalukannya dan berdalih itu adalah bagian dari pekerjaannya. Hmm.. beda sekali dengan juru parkir yang lainnya. Dengan sikap tulusnya itu membuat aku respek terhadap pribadi Pak Amad. Orang seperti ini patut dihargai, pikirku. Makanya, aku tak segan-segan memberi tips atau ongkos lebih atas jasa parkirnya. Itu kulakukan sebagai bentuk apresiasi atas keiklhasannya menjadi juru parkir.. Kalau yang duanya lagi, aku ogah memberi tips karena aku tak respek dengan sikapnya!

Dua malam yang lalu, saat aku dan suami keluar dari toko buku langgananku, terjadilah peristiwa itu. Tiba-tiba pelataran parkir menjadi ramai dan banyak orang berkerumun. Hei, ada apakah gerangan? Terdengar suara ribut-ribut seperti orang yang memaki. Orang itu nampak sedang mengejar Pak Robin. Lho koq Pak Robin sampai dikejar-kejar? Selidik punya selidik ternyata orang itu tersinggung atas ulah Pak Robin yang tak sopan. Saat orang itu memberi uang jasa parkir ternyata Pak Robin memberi uang kembalian sambil dilempar ke arah orang itu. Tentu saja orang itu tersinggung!

Untung saat itu banyak orang melerai sehingga Pak Robin 'selamat' dari amukan orang itu! Aku yang melihat kejadian itu hanya bisa berharap, mudah-mudahan Pak Robin disadarkan atas kejadian yang menimpanya barusan. Mungkin lain kali dia harus banyak belajar dengan Pak Amad, bagaimana menjadi juru parkir yang santun dan beretika dan menjalani profesinya dengan iklhas!

Sabtu, 24 Juli 2010

AWARD PERTAMA



Nah.. akhirnya aku dapet juga award dari Bumi Al Fattah, seorang blogger muda yang mengaku sebagai pemula. Tapi menurutku, walaupun pemula beliau sudah begitu mahir mengutak-atik blognya sehingga tampil keren. Ini adalah award pertama yang aku terima. Olehkarenanya akan aku pajang pada postingan kali ini. Kepada Bumi Al Fattah makasih ya..!!

Senin, 19 Juli 2010

Hadiah SOLUSI dari UMMI




Senin, 12 Juli 2010

Gara-gara Nama

Duapuluh tahun yang lalu, saat aku berlibur bareng sahabatku Vivi ke Jakarta...

Di Jakarta aku menginap di rumah kakak perempuan Vivi, namanya Mbak Eca. Mbak Eca sudah menikah dan memiliki seorang putri mungil yang cantik. Sedang suaminya bekerja pada salah satu perusahaan asing di Jakarta. Selain itu Mas Ucang (suaminya Mbak Eca) punya profesi sampingan, yaitu jual beli mobil bekas. Sebagai seorang 'pengusaha mobil bekas' tentu saja Mas Ucang banyak relasinya. Telpon di rumahnya pun tak henti berdering. "Mungkin dari relasi bisnisnya," pikirku.

Kamis, 01 Juli 2010

Laki-laki di Ujung Jalan

Ada pemandangan yang selama ini luput dari perhatianku. Seorang laki-laki paruh baya, berusia sekitar hampir enampuluh tahun yang setiap pagi kujumpai. Mungkin usianya jauh lebih muda. Namun kondisi sosial ekonomi yang tak beruntung membuat kerut-kerut di wajahnya semakin jelas. Sehingga nampak jauh lebih tua dari usia sebenarnya.

Minggu, 27 Juni 2010

Mobilnya Bisa Joged

Tahun 2001 yang lalu, saat aku, mama dan Linda adikku berkunjung ke Malang. Kami mengunjungi adikku, Renny, yang ikut suaminya tugas belajar di Brawijaya. Suatu hari, adikku Renny mengajak jalan-jalan. Dia memanggil sebuah taksi yang mengantarkan kami menuju sebuah mall yang cukup terkenal di kota Malang. Turut pula keponakanku si Dewi (anaknya Renny) yang saat itu berusia dua tahun.

Karena jalan yang kami lalui tak selamanya mulus, mobil taksi yang kami tumpangi pun bergoyang-goyang. Keponakanku si Dewi pun nyeletuk, "Ma, koq mobilnya bisa joged ya..?"

Kami pun tertawa berderai mendengar celutukan si Dewi. Dan pak sopir pun ikut-ikutan mesem-mesem.

Kamis, 10 Juni 2010

Sarjana Tua

Saat aku mengadakan selamatan karena menyelesaikan sekolah di sebuah akademi pemerintahan, Tanteku menasehati Novan, anaknya. Saat itu usia Novan sepuluh tahun, masih kelas empat SD.

"Nah.. Novan harus rajin belajarnya ya.. Biar seperti Kak Rita. Sekarang sudah Sarjana Muda lho..!" ujar Tante Ani.

"Oh.. Kak Rita sudah 'sarjana muda' sekarang? Terus, nanti Kak Rita jadi 'sarjana tua' ya Bu?" kata-kata itu meluncur dari bibir mungil Novan. Dia mengucapkannya dengan mimik lugu khas peranyaan anak-anak.

Kami yang berada di dekatnya tergelak mendengar ucapan Novan yang polos. Akhirnya, Tante Ani terpaksa memberikan penjelasan kepada Novan makna dari Sarjana Muda itu apa?

Jumat, 04 Juni 2010

Lagi-lagi Penipuan

Sebuah suara pertanda sms masuk terdengar dari hapeku..

Dari nomor tak kukenal "+6283897683xxx"

Isinya: "Promo hadiah XL 100 JUTA untuk pemilik nomor 0817490xxxx (no hape yang aku pakai) resmi menang Rp. 15 juta diundi semalam di ANTV. Untuk info hubungi PT. XLCOMINDO 021-45681xxx, 021-45681xxx."

Begitulah isi sms yang masuk tadi siang. Karena aku paham betul ini modus penipuan yang tak perlu ditanggapi, kujawab saja smsnya, "Hiks..hiks..hikss..!!"

Mungkin teman-teman blogger sering juga mendapat sms-sms serupa yang ujung-ujungnya penipuan. Kita mesti waspada dan abaikan saja, friend..!

Kamis, 03 Juni 2010

Hati-hati: Penipuan Modus Baru

Pagi ini, setibanya di kantor, aku melihat ada sesuatu yang tak biasa. Di atas meja kerjaku, aku menemukan sebuah amplop coklat tak beralamat. Kuraih amplop itu, kubuka, kuperiksa isinya. Hmm.. ternyata ada dua lembar surat dan.. selembar cek!

"Haa..? Apa-apaan ini?! seruku saking terperanjatnya setelah mengetahui isi amplopnya ada selembar cek senilai 2,3 milyar!

Jumat, 28 Mei 2010

Nenek Ketabrak Mobil

Seorang keponakanku bernama Fahrezi, usia 3 tahun belum mengerti makna berduka ketika neneknya meninggal. Suatu hari aku bertanya pada Fahrezi kemana gerangan sang nenek pergi?

Dia menjawab singkat, "Nenek ban bin..!"

Aku yang tidak mengerti apa maksudnya bertanya pada mamanya, "Apa sih maksud ucapannya?"

Sang mama menjawab ,"Artinya, nenek meninggal ketabrak mobil. Semua yang meninggal dianalogikannya seperti kucingnya yang mati ketabrak mobil di depan rumah.!"

Olala, itu toh maksudnya? Hmm.. dasar anak kecil, ya..?!

Sabtu, 22 Mei 2010

FB vs BLOG

Seorang teman, sebut saja namanya si XX, menyapa saat sedang online di jejaring facebook.

"Halo apa kabar, kemana aja nih, koq gak pernah online lagi?' sapanya.

"Kabar baik." balasku singkat. "Aku selalu online koq, tapi memang aku jarang buat status atau komen di facebook. Aku lebih suka mengutak-atik blog." lanjutku.

Selasa, 18 Mei 2010

Hobi Teka Teki Silang (TTS)

Kegemaranku mengisi TTS sudah kulakoni sejak masih SD. Awalnya sih karena sering memperhatikan Papa saat mengisi TTS, koq asyik banget gitu ya? Aku seringkali melihat raut wajah gembira Papa saat sukses mengisi kolom TTS dengan sempurna. Wuih! Pertanyaan-pertanyaan sulit sekali pun dapat dituntaskan oleh Papa.

Selasa, 20 April 2010

Si Gaptek Pengen Belajar Terus

Jujur aku mengakui, aku gaptek banget sama yang namanya internet. Apalagi bidang pekerjaanku jauh banget sama teknologi informasi seperti ini. Tapi, karena aku sekolah lagi S2, mau nggak mau aku harus rajin buka internet. Jadi ceritanya, sejak kuliah lagi S2 satu setengah tahun lalu, aku suka buka internet untuk cari bahan kuliah. Yah, banyak sekali tugas -tugas yang bahannya harus cari di internet.

Sabtu, 17 April 2010

Akhirnya Tiba di Hotel

Rabu, 24 Februari 2010, pukul 24.00 waktu Arab Saudi ..

Setelah melakukan perjalanan yang cukup lama, sekitar 3 jam, akhirnya rombongan kami tiba Anwar Movenvick Hotel, tempat kami menginap. Beberapa saat sebelum tiba, Mutowib kami memberitahukan bahwa hotel tempat kami menginap sangat dekat dengan Masjid Nabawi, sekitar 100 meter. Benar saja, saat kami hampir sampai, bis yang membawa kami melewati Masjid Nabawi. Decak kagum dari bibir beberapa jemaah terucap. Ada yang berseru, 'Allahu Akbar', ada yang menangis menyadari dirinya sudah berada sangat dekat dengan Masjid Nabawi. Aku pun merasakan hal sama, air mataku jatuh seakan ikut larut dalam kebahagiaan. Ya, aku memang bahagia sekali. Ternyata aku akhirnya bisa sampai di kota Madinah dengan Masjid Nabawinya yang indah.

Proses Imigrasi yang Bikin Bete

Rabu, 24 Februari 2010, pukul 20.00 waktu Arab Saudi...

Saat menginjakkan kaki pertama kali di bandara King Abdul Aziz, aku takjub sekali. Pemandangan berbeda mulai terasa. Sejak turun dari pesawat kami dijemput sebuah bis untuk sampai ke ruang tunggu bandara. Di dalam gedung itu, kami membentuk antrian panjang di depan loket tempat kami melakukan boarding-pass.

Jumat, 16 April 2010

Nulis Tesis VS Nulis di Blog

Semalam aku mendapat sms dari seorang teman kuliah, Usuf namanya. Bunyinya begini: "Rita, aku sudah ujian tesis hari Senin tanggal 12 April 2010. Kamu bagaimana? Cepatlah selesaikan tesismu, biar nggak pusing lagi!"

Aku membalas smsnya, begini bunyinya: "Thanks sudah ngabarin aku. Kita kan sudah janjian, mau ujian bareng? Tapi kamu udah nyalip, ninggalin aku?!"

Minggu, 11 April 2010

Dialog Dua Sahabat

Minggu, 11 April 2010, pukul 09.00 WIB..

Di komplek Polygon saat kegiatan gotong-royong, aku teringat seorang teman SD bernama Eva. Menurut Eva rumahnya ada di komplek ini. Aku segera sms dia mengabarkan bahwa aku berada di depan gapura masuk komplek ini.

Bersyukur Pertamakali Menginjakkan Kaki di Jeddah

Setelah menempuh perjalanan panjang, akhirnya pesawat kami mendarat di King Abdul Aziz dengan selamat pukul 20.00 waktu Arab Saudi. Di bandara, kami dijemput oleh beberpa orang Mutowib sebagai pemandu kami dalam beribadah umroh nantinya. Rombongan kami berada di dalam bis nomor 5. Kami berangkat dengan menggunakan travel agen Tazkia, berjumlah 232 orang. Di bandara King Abdul Aziz, ketua rombongan sempat panik. Karena seorang jemaah bernama ibu Jumirah yang seharusnya berada di bis 5 ternyata tidak ada. Setelah dicari-cari ternyata beliau ada di bis 1.

(tulisan ini belum selesi, baru draft-nya saja)

Kepasrahan Selama Perjalanan

Perjalanan Jakarta Jeddah ditempuh selama 10 jam. Ada kejadian yang membuatku merasa manusia tak bisa berbuat apa-apa hanya kepasrahan. Tiba-tiba pesawat oleng dan dalam beberapa detik seperti mau jatuh mendadak. Ini karena pengaruh cuaca buruk. Walaupun awak kabin berusaha menenangkan penumpang tapi kami seisi pesawat sempat panik karena kejadian itu. Alhamdulillah sekitar pukul 20.00 waktu Arb Saudi pesawat kami landing di bandara King Abdul Aziz.

(tulisan ini belum selesai, baru draft-nya saja)

Hari Keberangkatan

Rabu, 24 Februari 2010..

Kami berkumpul di bandara Sultan Mahmud Badaruddin pukul delapan pagi. Hujan deras pada pagi hari memta pulul 09.30 pagi. Ternyata delay cukup lama. Tepat pukul 10.45 baru take of ke Jakarta. Tiba di Jakarta langsung boarding-pass dan pemerikaan imigrasi. Pukul 13.30 pesawat Garuda tujuan Jeddah take-off meninggalkan Jakarta.

(tulisan ini belum selesai, baru draft-nya saja)

Karuniah yang Tak Terduga

Alhamdulilah, akhirnya aku bersama suami akan melaksanakan ibadah umroh pada tanggal 26 Februari 2010 sampai dengan 04 April 2010. Aku masih tak percaya, saat usiaku menginjak kepala empat, aku mendapat ridho Allah dipanggil ke tanah suci...

Manasik Yang Bikin Cemas

Sabtu, 20 Februari 2010...

Hari ini kami berkumpul di aulah rumah makan Sri Melayu dalam rangka manasik umroh. Manasik ini dibimbing oleh ustadz ......... Pimpinan Tzkia Grup dari Jkrta, yaitu Bapak Prana Tandjudin menjelaskn........ dst

(tulisan ini belum selesai, baru bikin draft-nya dulu)

Sabtu, 10 April 2010

Listrik Korslet di Movenvick

Rasanya tak percaya ada kejadian listrik korslet di hotel bintang lima sekelas Movenvick. Apalagi kejadiannya di kota Madinah. Awalnya aku percaya. Apalagi aku mendapat cerita itu dari temanku yang satu travel, yaitu Rasidah, Elsa, dan Ibu Elen. Begini kejadiannya...

Rabu, 07 April 2010

Lagi Maniak Beli Buku

Hari ini, setelah pulang kantor pukul empat sore, aku menyempatkan diri mampir ke Gramedia di Jalan Kolonel Atmo, toko buku langgananku. Yang kucari adalah sebuah majalah wanita 'SEKAR' edisi terbaru, sebuah majalah fiksi 'SAY' dan sebuah buku '40 KISAH PERJALANAN HAJI' karya Winny Gunarti. Entah sudah berapa kali dalam bulan ini aku mondar mandir ke Gramed, apalagi yang kucari kalo bukan buku dan majalah.

Selasa, 06 April 2010

Sumsel Ajukan Tambahan Kuota Haji

Sumatera Ekspres, Senin, 05 April 2010..

Dalam surat kabar lokal tersebut, memuat berita bahwa Kandeppag Sumsel mengajukan tambahan 3000 kuota haji tahun 2010. Aku membaca berita itu sampai habis. Sejak kepulanganku dari umroh awal tahun tadi, keinginan kembali ke tanah suci semakin menggebu. Harapan untuk kembali secepatnya tentu tidaklah segampang yang aku bayangkan. Selain masalah finansial, masalah kuota yang terbatas ini belum bisa teratasi setiap tahunnya.

Senin, 05 April 2010

Niat 'BAIK' malah jadi 'TIDAK BAIK'

Adakalanya niat baik kita tak seindah yang kita harapkan. Niat berbuat baik malah jadi petaka bagi kita. Gimana ceritanya koq bisa begitu? Ini nih... aku ceritakan pengalamanku beberapa waktu yang lalu.

Jumat, 02 April 2010

Not Long-Weekend Now

Ceritanya, sudah dari kemaren aku merencanakan apa saja yang akan kulakukan pada hari libur ini. Lumayan libur 3 hari bisa 'refresh' juga nih.. Tapi, sms atasanku semalam membuat rencanaku buyar semua. What's wrong?

'Sesuai jadwalnya Tim Adipura dari Jakarta akan melakukan penilaian di kota Palembang hari ini. Semua jajaran terkait diharapkan stand-by di lokasi dan melakukan pembenahan.' begitu bunyi sms atasanku. Sebetulnya sms itu dikirim pukul 21.30 WIB. Karena aku sudah tertidur baru subuh tadi aku membacanya. Tentu saja aku dibuat shock membacanya. Terbayang rencana-rencanaku yang sudah kususun rapi bakal berantakan semua. Apalagi suamiku masih juga disibukkan dengan urusan kantornya hari ini. Jadilah kami sama-sama berkutat dengan urusan kantor pada awal liburan ini. Rencana tinggallah rencana...

Rabu, 31 Maret 2010

Ujian Kedua di Masjidil Haram

Minggu malam, 28 Februari 2010, pukul 22.00 waktu Arab Saudi..

Alhamdulillah, pada dini hari tadi aku dan suami beserta rombongan jemaah umroh Tazkia telah melaksanakan umroh, mulai dari tawaf, sa'i dan tahalul dengan lancar. Segala puji syukur aku panjatkan kepada Allah atas kemudahan ibadah umroh kami ini. Pelaksanaan umroh ini dipandu oleh seorang Mutowib, yaitu Ustadz Rizkon.

Setelah itu, mulai dari subuh, siang hingga malam hari ini, kami melaksanakan ibadah masing-masing. Artinya, setiap jemaah dibebaskan melakukan ibadah dan memperbanyak ibadah masing-masing, dan tidak dipandu lagi oleh Mutowib. Oleh karenanya, selepas shalat isya dan makan malam di hotel, suamiku mengajak untuk tawaf sunat.

Karena masih trauma peristiwa setelah umroh kemarin malam, aku membuat perjanjian dengan suami untuk mendampingi. Aku minta benar-benar digandeng sehingga kami tidak terpisah.

Selanjutnya, kami memulai tawaf dengan mengikuti petunjuk start pada lampu hijau. Pada putaran pertama, tawaf kami berjalan lancar. Namun memasuki tawaf kedua, jemaah lainnya mulai ramai memenuhi areal tawaf. Saking ramainya, tiba-tiba kami tersedot gelombang manusia, sehingga aku terpisah dengan suami.

Aku mencoba untuk tenang dan melanjutkan tawaf tanpa suami di sampingku. Aku berharap di tengah-tengah perjalanan tawaf ini kami berjumpa kembali. Namun harapanku sia-sia belaka. Sampai selesainya tawaf aku tak menjumpai suamiku. Dengan perasaan campur aduk, ada marah, jengkel, kesal dan hampir menitikkan air mata, aku berucap, " Duh, kemana sih suamiku? Janjinya saat tawaf menggandengku terus. Nyatanya, kami terpisah lagi seperti ini!" Aku melontarkan ucapan itu dengan nada kesal.

Karena kesal pada suami, lalu aku memilih langsung pulang ke hotel saja! Apa yang terjadi setelah aku tiba di hotel? Olala, ternyata kunci kamar ada pada suami! Percuma dong aku balik duluan, toh tak bisa juga beristirahat ke kamar! Lalu, aku melanjutkan menunggu saja di loby hotel. Setelah lewat setengah jam suamiku belum juga nongol. Aku mulai gelisah dan tidak sabar.

Seorang Mutowib bertanya kenapa aku seorang diri? Kujawab aku sedang menunggu suami. Saat itu jam menunjukkan hampir tengah malam. Tak ada lagi orang di loby hotel. Akhirnya Mutowib itu meyarankan aku untuk ke kamar saja. Mutowib itu membantu berkomunikasi dengan petugas hotel, sehingga aku dibuatkan kunci baru lagi.

Berbekal kunci itu aku bergegas ke lift menuju kamarku di lantai 17! Sebetulnya aku takut berada di dalam lift seorang diri, malam hari pula. Tapi apa boleh buat, aku sudah letih karena lama menunggu dan ingin cepat-cepat merebahkan tubuh di tempat tidur.

Apa yang aku harapkan untuk cepat-cepat ke kamar tak berjalan sesuai harapanku. Belum lagi sampai ke lantai 17, pintu lift terbuka dan masuklah laki-laki Arab yang tak kukenal. Tentu saja aku ketakutan dan memilih keluar Lift! Begitu terus selanjutnya yang terjadi, sehingga aku tak sampai-sampai di lantai 17 karena cuma keluar masuk lift saja!

Akhirnya aku memilih naik melalui tangga biasa. Eh, setelah sampai di lantai 16, ternyata tak ada lagi tangga untuk sampai ke lantai 17! Jadi gimana nih? Aku mulai ketakutan dan menangis. Di dalam hati ini ngedumel tak karuan kesal pada suami. Karena kelelahan turun naik tangga dan lift, aku memutuskan kembali lagi ke loby. Dengan nafas masih terengah-engah aku merebahkan tubuhku di bangku panjang loby hotel itu.

Baru saja menghela nafas panjang, tiba-tiba aku melihat sosok suamiku memasuki loby hotel. Alhamdulilah ya Allah, akhirnya Engkau pertemukan kembali aku dengan suamiku. Rasa kesal yang ada di dada sirna sudah melihat kedatangannya. Aku sadar, tadi terombang-ambing di dalam lift dan tangga karena aku tak sabaran dengan suamiku. Coba kalau tadi aku tunggu saja di pintu Masjidil Haram tempat biasa dimana kami sering janjian pasti tak begini kejadiannya.

Aku langsung menceritakan pengalamanku barusan dan meminta maaf pada suami. Suami pun meminta maaf atas kelalaiannya. Memang beribadah di tanah suci ini harus dengan kerelaan dan keikhlasan. Manakala kita menyampingkan rasa itu, ada saja bentuk teguran dari Allah. Aku menyadari, apa yang aku alami barusan adalah salah satu bentuk teguran Allah...

Kuota Haji 2015 Tinggal Separuh

Koran Sumatera Ekspres tanggal 30 Meret 2010 memuat berita bahwa kuota haji Sumsel tahun 2010 tinggal separuh. Dari jumlah kuota 6300 untuk tahun 2015 yang terdaftar sudah ada 3320. Berarti masih ada sisa kuota untuk 2980 lagi. Untunglah ayahku sudah mendaftar pada akhir Januari yang lalu. Insya Allah kalau umur panjang sudah ada kepastian untuk dapat menunaikan rukun Islam yang kelima tersebut.

Selasa, 30 Maret 2010

Pelajaran Berharga dari Tukang Pijat

Siapa bilang hati yang bersih hanya milik orang-orang terpelajar yang berpendidikan tinggi? Ternyata dari seorang tukang pijat keliling, hanya tamatan SMP punya hati yang suci. Kata-katanya saat dia memijatku siang itu sangat menyentuh. Sebuah pelajaran yang sangat berarti, namanya pelajaran "Bersedekah".

Senin, 29 Maret 2010

Wanita Hamil itu Lebih Dulu Mencium Hajar Aswad?

Alhasil, setelah rangkaian prosesi ibadah umroh mulai dari tawaf, sa'i dan tahalul selesai, tujuan selanjutnya adalah mencium batu Hajar Aswad. Tapi keinginan itu tak semudah yang dibayangkan sebelumnya. Beribu-ribu manusia merapat ke Ka'bah mencoba mendekati Hajar Aswad. Ada yang berhasil, ada pula yang tidak.

Akhirnya, aku bersama dua orang teman bertekad mencium Hajar Aswad sampai dapat. Kedua orang temanku bernama Rasidah, seorang ibu hamil usia empat bulan. Satu lagi namanya Elsa. Aku, Rasidah dan Elsa mengikuti gelombang manusia meringsek perlahan mendekati Hajar Aswad.
Ketika berbaur dengan ribuan manusia kami terpencar. Aku tak melihat lagi kemana dua orang temanku tadi.

Ternyata, Rasidah mengikuti seorang lelaki hitam bertubuh besar. Mungkin lelaki itu berkebangsaan Afrika. Lelaki itu mencium Hajar Aswad kemudian baru Rasidah mengambil celah di belakangnya dan dapat mencium Hajar Aswad pula. Rasidah, seorang ibu hamil ternyata dapat mencium Hajar Aswad lebih dulu dibandingkan kami. Aku melihatnya dengan jelas karena aku berada tak jauh darinya.

Aku mencoba merapat lebih dekat. Ada jerit tangis histeris dari orang-orang yang semakin ramai. Histeris karena berhasil mencium Hajar Aswad atau apalah, mungkin histeris karena gagal. Seorang wanita tua bahkan terlempar, terombang-ambing dalam gelombang manusia di sana. Wanita itu hampir pingsan. Bahkan ada lagi wanita seusiaku yang benar-benar pingsan terhimpit sesaknya manusia di sana.

"Rita, bagaimana kita? Apa kamu yakin bisa mencium Hajar Aswad sekarang? Lihat wanita-wanita itu bahkan ada yang pingsan dan hampir terinjak yang lain. Lebih baik kita minggir saja."

"Aku tetap akan mencobanya, Elsa. Kita zikir dan bershalawat saja." kataku meyakinkannya.

Akhirnya, setelah berzikir dan bershalawat, aku bisa juga mencium Hajar Aswad. Demikian pula Elsa ternyata dia berada di belakangku dan berhasil pula. Ternyata dengan keyakinan kita dapat meraih yang kita inginkan. Tentu saja semua ini atas ijin Allah SWT. Alhamdulillah ya Allah, terimakasih atas sekempatan ini ya Allah...

Sabtu, 27 Maret 2010

TIPS MENGIRIM CERPEN | GRAHA SASTRA

TIPS MENGIRIM CERPEN | GRAHA SASTRA

Jumat, 26 Maret 2010

Mendapat Ujian di Masjidil Haram

Sabtu, hampir tengah malam, tanggal 27 Februari waktu Arab Saudi...

Rangkaian prosesi ibadah umroh dapat kuselesaikan dengan lancar. Alhamdulillah, aku mengucap syukur kepada Allah. Akhirnya aku dapat melaksanakan umroh ini dengan sempurna. Kepenatan dan keletihan sudah tak terasa lagi, berbaur rasa suka dan bahagia melaksanakan perintah Allah.

Akhirnya Ompick Bisa Tersenyum Lagi

Assalamualaikum.. Selamat pagi Ompick..! Aku menyapa si Ompick yang berada di teras rumah. Seperti biasanya, pukul 07.00 WIB si Ompick sudah berada dalam gendongan Wak Pengasuh. Di bawah pohon sawo yang tak begitu rimbun, di sanalah tempat favorit si Ompick bermain.

"Panasnya sudah turun." jelas Wak pengasuhnya, saat kutanyakan kondisi si Ompick pagi tadi. Aku pun tersenyum lega. Akhirnya si Ompick kembali ceria.

Sebetulnya, mama si Ompick semalam sms, katanya kondisi si Ompick sudah membaik. Badannya panas karena pengaruh mau tumbuh gigi. Ada dua gigi baru yang menyembul dibalik gusinya. Itu artinya si Ompick mulai bertumbuh kembang menjadi anak yang sempurna.

Kuraih si Ompick kedalam pelukanku dan kugendong dengan penuh sayang. Si Ompick pun kegirangan berada dalam gendonganku.

Kamis, 25 Maret 2010

Hari itu Aku Mendapat Banyak Berkah

Pada hari Senin, 01 Maret 2010, aku bersama suami dan teman satu rombongan melakukan umroh kedua. Ini artinya pahalanya adalah sunat. Dalam ibadah ini aku mengumrohkan untuk almarhum ibuku yang meninggal satu tahun yang lalu. Rangkaian ibadah umroh ini dapat kami selesaikan sebelum shalat ashar.

Sambil menunggu datangnya waktu shalat ashar, aku berzikir dengan menggunakan hitungan pakai jari tangan. Tiba-tiba wanita Turki yang berada di kananku memberikanku tasbih. Katanya, biar aku bisa berzikir dengan baik, begitu kira-kira maksudnya. Karena kami bercakap-cakap dengan menggunakan bahasa masing-masing.

Setelah shalat ashar, aku bersama suami dan teman bergegas ke hotel. Kami membersihkan badan dan segera kembali ke Masjidil Haram menanti waktu shalat magrib. Karena hari itu aku melakukan umroh, maka terasa sekali kepenatan di sekujur tubuh. Belum lagi rasa lapar yang menyerang.

Saat memikirkan rasa lapar tiba-tiba aku diberi sepotong roti oleh wanita Arab yang tak kukenal. Bukan aku saja yang diberinya, tapi beberapa wanita di sekitarku juga kebagian. Bahkan wanita Mesir yang berada di kananku memberiku air zam-zam. Aku menyambut baik pemberian mereka. Alhamdulillah ucapku tanda syukur. Belum lagi turun di perut makanan yang kumakan tadi, eh tiba-tiba ada lagi wanita Arab memberi buah kurma. Wanita Arab itu sudah menghilang sebelum aku sempat mengucapkan terimakasih kepadanya. Aneh sekali.

Aku merenungkan kejadian barusan. Hari ini aku mendapat begitu banyak berkah dari orang-orang yang tak kukenal. Siapakah mereka itu? 

 

Ompick masih sakit ya?

Hari ini aku berkunjung kembali ke rumah ortu. Siapa yang paling dulu aku cari di rumah itu? Ya tepat sekali, aku mencari si Ompick. Bocah kecil usia 1 tahun 4 bulan itu kemarin badannya panas. Aku berharap dia hari ini sudah sembuh. Semalam mamanya sms katanya Ompick sedang bermain dengan kedua mbaknya si Owik dan Okie.

Ternyata, pagi ini badannya panas kembali. Si Ompick tersenyum kecut melihat kedatanganku. Tangan mungilnya menggapai kearahku pertanda minta digendong. "Hmm, sini sayang..Bunda gendong dulu ya..!" kataku sambil meraih tubuhnya dari gendongan Wak pengasuhnya.

Dengan cepat si Ompick sudah berada dalam pelukanku. Kepala mungilnya bersandar di dada. Mata beningnya menatap lemah padaku. "Ompick sayang... obatnya diminum ya, biar lekas sembuh." bujukku sambil menyuapkan sesendok teh obat sirup untuk demam. Wak pengasuhnya tadi bercerita obat yang disuapi Wak pengasuh dimuntahkan kembali.

Ternyata si Ompick menelan obat sirup itu. Alhamdulillah, ucapku riang. Artinya si Ompick mengerti ucapanku barusan ya. Dia bisa merespon ucapanku kalau mau cepat sembuh maka obatnya harus diminum.

Kenapa ya si Ompick mau menuruti perintahku. Mungkinkah dia juga merasakan betapa sayangnya aku pada dirinya. Saking sayangnya pada si Ompick, aku mengubah panggilannya padaku menjadi 'BUNDA' bukan 'TANTE'!

Rabu, 24 Maret 2010

Ompick, cepat cepat sembuh ya..?!

Seperti biasa, sebelum ngantor aku sempatkan untuk mampir ke rumah ortuku. Keponakanku si Ompick tinggal di situ bersama mama, papa, dan dua saudara perempuannya si Owik dan Okie.

Tapi, hari ini aku tak menjumpai Ompick yang ceria, lincah dan menggemaskan. Ompick hari ini kelihatan lesu dan tak bersemangat. Ada apa gerangan si Ompick?

"Ompick lagi sakit, badannya panas," jelas Wak pengasuhnya.

Olala, pantesan si Ompick cuma memandangku dengan sorot mata lemah dan meringis.

Akhirnya, aku hanya dapat berdoa untuk kesembuhan Ompick keponakanku tersayang. "Cepat sembuh ya Ompick, biar kita bisa main bola lagi." kecupku lembut di keningnya.

sang cerpenis bercerita: LINK KAMU

sang cerpenis bercerita: LINK KAMU

Senin, 22 Maret 2010

Lancar Baca Alqur'an Setelah Mencium Hajar Aswad

Alhamdulillah, akhirnya rangkaian ibadah umroh dapat kuselesaikan dengan baik hari itu. Saat itu menunjukkan pukul 2 dini hari. Setelah selesai tahalul dengan memotong beberapa lembar rambut, suamiku memutuskan untuk mencukur seluruh rambutnya alias plontos.

"Bu, tunggu sebentar ya, saya mau mencari tukang cukur," begitu kata suamiku. Aku pun mengangguk tanda setuju. " Nanti kita janjian di dekat pintu no. 1 saja, Bu. Biar mudah ketemu."

Sambil menunggu suami bercukur, aku berniat mengisi waktu dengan membaca Alqur'an. Aku memilih tempat di tepi sisi kanan tempat tawaf. Tempat itu biasa digunakan orang untuk shalat sunat. Kuraih sebuah Alqur'an dan mulai membaca ayat-ayatnya.

Awalnya, seperti biasa aku tidak begitu lancar melafazkannya. Namun perlahan-lahan kemudian aku merasakan sesuatu yang berbeda. "Koq tiba-tiba aku begitu lancar membaca Alqur'an, tidak seperti yang terjadi selama ini selalu terbata-bata dengan lafaz yang tidak tepat?

Subhanallah, ucapku dalam hati. Kenapa aku begitu lancar membaca ayat demi ayat dalam Alqur'an itu? Pertanyaan itu menggelayut dalam hati sampai selesainya aku membaca Alqur'an dan bertemu kembali dengan suamiku.

Akhirnya, aku ceritakan kepada suami pengalamanku barusan. Menurut suamiku, itu pertanda baik. Aku mengartikan kata-kata suamiku itu sebagai sebuah hidayah dari Allah. Mungkinkah ini ada kaitannya dengan keberhasilanku mencium Hajar Aswad? Hanya Allah yang Maha Mengetahui jawabannya...

Sabtu, 20 Maret 2010

Hajar Aswad dapat Kucium

Setelah selesai melaksanakan ibadah umroh dengan sempurna, aku berkeinginan mencium Hajar Aswad. Bersama suami, aku mendekati Hajar Aswad. Tampak kerumunan manusia berjejal di sana dengan maksud yang sama. Beberapa dari mereka ada yang mental, ada yang terhimpit-himpit, ada yang berteriak histeris karena kelelahan tak dapat mencium Hajar Aswad.

Suamiku bertanya, 'Bagaimana Bu, bisa nggak kira-kira mencium Hajar Aswad?'
'Insya Allah,...!' jawabku singkat.

Setelah itu kami berpisah. Aku mendekati kerumunan wanita yang berjejal dan mendekati Hajar Aswad. Pada kesempatan pertama aku gagal. Karena setelah hampir sampai, aku selalu terpental karena didorong oleh begitu banyak manusia. Pada kesempatan kedua aku mencoba kembali mendekati Hajar Aswad. Hampir saja aku dapat menciumnya. Tapi lagi-lagi gagal. Aku tak mampu menerobos kerumunan manusia yang begitu padat. Aku hanya dapat menyentuh Hajar Aswad dengan tangan kananku saja.

Akhirnya, aku memilih minggir saja ke tepi karena kelelahan. Tiba-tiba suamiku datang. 'Bu, aku berhasil mencium Hajar Aswad.' katanya girang. 'Bagaimana Bu, berhasil nggak?' tanyanya kemudian. Aku ceritakan saja perjuanganku yang selalu gagal. Tapi aku katakan bahwa tetap saja penasaran ingin menciumnya.

'Bu, ucapkan shalawat.. Insya Allah berhasil mencium Hajar Aswad.' begitu pesan suamiku. Akhirnya, dengan semangat yang menggelora dan suatu keyakinan, aku melangkahkan kaki kembali mendekati Hajar Aswad. Dengan ucapan Bismillahirrohmannirrohim, aku mencoba menembus kerumunan manusia di sana.

Tiba-tiba, aku mendapati tubuhku sudah begitu dekat dengan Hajar Aswad. 'Allahu Akbar..!' teriakku sambil melambaikan tangan pada Askar laki-laki yang berada di dekat Hajar Aswad. Askar itu tiba-tiba menunjuk ke arahku. Seolah memberi isyarat bahwa sebentar lagi aku akan mendapat kesempatan mencium Hajar Aswad.

Dalam hitungan detik, akhirnya aku berhasil mencium Hajar Aswad. Subhanallah, akhirnya aku dapat mencium Hajar Aswad. Terimakasih ya Allah telah memberikan kesempatan pada hambamu ini mencium Hajar Aswad..

Kategori

Kategori

Wanita Misterius itu mirip mamaku..

Menjelang shalat zuhur berjamaah di masjid Nabawi. Sambil menunggu datangnya azan, aku membaca fatihah yang aku kirimkan untuk almarhum mamaku. Di sebelah kananku, Junainah tampak khusuk berzikir. Di sebelah kiriku, duduk seorang wanita Arab paruh baya. Wanita itu selalu memalingkan wajahnya menatapku sambil tersenyum. Dibalik senyumnya seolah wanita itu ingin mengajakku berkomunikasi. Tapi aku sendiri tak mengerti apa makna senyumnya itu. Alhasil, aku hanya dapat membalas senyuman saja kepadanya.

Tiba-tiba aku merasakan ada sesuatu yang aneh. Senyum wanita itu mirip sekali dengan almarhum mamaku. Hal itu aku ceritakan pada temanku Junainah yang berada di kananku. 'Nai, kamu lihat wanita di kiriku ini. Wajahnya mirip sekali dengan almarhum mamaku. Coba lihat foto almarhum mamaku yang ada dalam kitab Yasin ini..' begitu aku berkata pada Junainah sambil memperlihatkan foto almarhum mama.

Junainah memandangi wanita Arab itu dan membandingkannya dengan foto almarhum mamaku. 'Iya Rita, memang mirip'.

Dalam hati aku bertanya, apakah wanita misterius ini adalah malaikat jelmaan mamaku yang telah tiada? Tiba-tiba aku merasakan kesejukan hati yang begitu mendalam berada disamping wanita Arab misterius itu..

Jumat, 19 Maret 2010

Tasbih dari Wanita Turki

Aku dan suami bersama teman lainnya telah melaksanakan umroh kedua dengan lancar. Kami menyelesaikannya sebelum waktu shalat ashar. Oleh karena itu aku bersama tiga teman wanita langsung mengambil tempat untuk melaksanakan shalat ashar berjamaah. Seperti biasa, sebelum shalat dimulai aku selalu mengisi waktu dengan membaca Alqur'an atau berzikir.

Tiba-tiba seorang wanita Arab memberiku sebuah tasbih. Dengan komunikasi yang seadanya kami saling berbincang. Aku dengan bahasa Inggris yang tidak begitu lancar. Wanita Arab itu pun menggunakan bahasa Inggris campur Arab.

Aku bertanya padanya dari negara mana dia berasal? Dia menjawab dari Turki. Dia memberiku tasbih karena saat aku berzikir aku menggunakan hitungan jari tanganku. Aku sangat berterima kasih pada wanita itu. Selama ini aku hanya mendengar cerita dari orang lain bahwa selama berhaji atau umroh ada saja orang asing yang tidak kita kenal memberikan sesuatu. Baik berupa makanan dan minuman atau apa saja.

Ternyata cerita itu benar. Aku pun mengalaminya. Mendapat pemberian tasbih dari wanita asing yang tak pernah kukenal sebelumnya. Tasbih itu hingga saat ini sering kugunakan untuk berzikir.

Eh, tiba-tiba aku terkenang dengan wanita itu. Siapakah gerangan dirinya? Di mana dia saat ini ya? Kenapa saat itu hanya aku saja yang diberinya tasbih? Kenapa temanku yang lain tidak diberinya ya? Aku tak menemukan jawabannya.. Hanya Allah yang Maha Mengetahui...

Akhirnya Aku Umroh

Akhirnya...aku berangkat juga bersama suami menunaikan ibadah umroh ke tanah suci. Aku dan suami berangkat bersama jajaran Dispenda Kota Palembang. Kami berangkat pada tanggal 24 Februari 2010 dan tiba kembali ke tanah air pada tanggal 04 Maret 2010. Banyak kenangan indah selama di tanah suci. Insya Allah kenangan perjalanan umroh akan aku tulis dalam blog ini...

Kategori

Senin, 25 Januari 2010

Kemana Waktuku Hilang?

Aku selalu saja merasa kekurangan waktu. Padahal 1 hari = 24 jam ya? Hitungannya banyak ya? Koq bisa-bisanya kekurangan waktu? Emang manusia super sibuk, kali ya? Padahal aku nggak sibuk-sibuk amat. Rutinitasku setiap hari berjalan apa adanya. Seperti halnya orang lain, aku juga bekerja. Ngantor nich ceritanya..! Tapi aku sering merasa pekerjaanku banyak dan numpuk terus. Yang satu kelar, eh sudah nunggu kerjaan lain. Bahkan seringkali aku keteter sama pekerjaan kantor. Bahkan aku sering juga lho bawa kerjaan ke rumah. Mestinya, gak perlu bawa-bawa kerjaan ke rumah. Emang staf pada kemana? Berdayakan dong stafnya! Gitu lho aku sering mendapat saran dari teman.

Nah, ini nih masalahnya... Di kantorku itu masih ada pegawai yang kurang memahami pekerjaan, bahkan terkesan kurang peduli dan kurang menghargai pekerjaan. Inilah tantangannya, bagaimana aku harus bisa mengubah cara pandang mereka terhadap pekerjaan. Sehingga mereka punya sikap dan menghargai profesi mereka. Itu harapanku!

Mungkin kalo aku sudah bisa memberi pengertian kepada mereka, sebagian tugas-tugasku terbantu. Dan aku gak perlu lagi bawa tugas ke rumah. Itu artinya, aku masih punya waktu luang untuk mengisi hoby dan kesenanganku lainnya...!

Hari yang Melelahkan

Senin yang sibuk! Itulah kata-kata yang terucap dari bibirku ketika tiba di kantor. Abis apel mingguan, dilanjutkan rapat dengan atasan. Terus menindak-lanjuti hasil rapat dengaan staf di kantor. Alhasil, ada beberapa stressing yang aku keluarin untuk staf. Rasanya capek sekali, dikit-dikit mesti stressing staf. Emangnya mereka tidak punya rasa memiliki atas pekerjaan mereka kali ya? Untuk satu hal kecil saja, misal membuat laporan, koq masih saja mesti aku yang turun tangan? Lalu, dimana dong kredibilitas mereka sebagai pegawai? Hhh..., aku menghela nafas panjang. Capek deh kalo begini terus..! Mungkin lain kali mereka harus mencoba dan diberi kesempatan satu hari saja untuk menjelma menjadi 'diriku'. Kira-kira apa ya komentar mereka?

Kamis, 21 Januari 2010

AKHIRNYA AKU PUNYA BLOG

Akhirnya, aku punya blog juga... Aku bisa nulis apa saja di blog tersebut apa yang aku mau tulis. Sdh lama aku pengen buat blog, tapi gara2 gaptek gak pernah jadi bikin blog sendiri. Untung ada saudara yang baik yang bisa bikinin blogku ini. Trims ya dah bantuin aku..