IKLAN

Minggu, 28 November 2010

Tulisanku Dibajak

Beginilah kalau jadi orang gaptek, tulisan yang aku buat ternyata dibajak oleh orang yang tak bertanggung jawab. Saat aku masuk ke google dan mengetik rita asmara blog pada kolomnya, hasilnya membuat aku takjub dan merinding. Tulisanku ada di web tak senonoh. Astagfirullah.., aku menghela nafas panjang. Tega sekali orang tersebut memanfaatkan tulisan orang lain di dalam web tak senonoh tersebut.

Jumat, 19 November 2010

Isteri Kedua dan Ketiga

Waktu aku masih kecil, aku bersama keluarga menempati sebuah rumah dengan halaman luas yang ditumbuhi rumput gajah. Di atas rumput-rumput itu bahkan aku dan adik-adik biasa bermain. Masih kuingat, kami sering meletakkan sehelai kain lusuh dan jingkak-jingkrak di atasnya. Bahkan kami berguling-guling sambil tidur-tiduran di atas sehelai kain itu. Rasanya seperti tiduran di atas kasur busa yang empuk.


Kamis, 11 November 2010

Huray..I CAN DO IT..!!

Akhirnya, aku bisa juga melakukannya setelah berkali-kali gagal mencaba. Aha, pasti sahabat blogger penasaran kan aku telah berhasil melakukan apa? Koq gembira banget ya? Nah, kali ini aku akan berbagi cerita, begini ceritanya..

Rabu, 10 November 2010

Muhammad Raffy Al-Ghiffari


Makhluk mungil ini adalah keponakanku, panggilannya OMPICK. Si Ompick ini kecil-kecil suka difoto lho.. Apalagi sang Bunda juga suka mengabadikan tingkahnya dengan kamera saku. Satu..dua..tiga.. "JEPRET"!!! Ah, jadilah pose lucu si Ompick seperti ini..

Minggu, 07 November 2010

Kisah Sebuah Rumah

Setelah hampir dua tahun tinggal di 'Perumahan Mertua Indah', akhirnya aku dan suami memutuskan untuk mandiri. Alias pengen misah dan hidup berdua secara mandiri. Alasannya, kalau masih di rumah mertua, kami tak pernah tahu bagaimana mengelola kehidupan setelah berkeluarga.

Awalnya sih, mertuaku keberatan, terutama sang ibu mertua. Katanya, kalau kalian punya uang lebih baik disimpan untuk keperluan lain. Lagipula, rumah mertua yang besar memungkinkan kami hidup dengan tenang tanpa memikirkan yang lain-lainnya. Karena aku dan suami sama-sama bekerja, otomatis aku gak pernah ngurusi rumah, semua ada yang membantu. Tapi itu tak membuat kami nyaman. Menurut kami, setelah berkeluarga sudah selayaknya kami bertanggung-jawab akan sebuah keluarga yang baru kami bangun.

Setelah berhasil meyakinkan ayah dan ibu mertua, akhirnya kami 'hunting' mencari rumah kontrakan. Kami memilih ngontrak karena untuk membeli sebuah rumah kami belum sanggup. Setelah cari informasi sana-sini, ketemulah sebuah rumah kontrakan seperti yang kami butuhkan. Sebuah rumah kopel dengan sebuah kamar tidur, sebuah kamar kecil yang dipergunakan untuk gudang, ada ruang kecil untuk dapur, dan sebuah kamar mandi. Ruang tamunya hanyalah sebuah ruang yang tak terlalu luas.