IKLAN

Senin, 13 Januari 2014

# 1 Hari 1 Ayat Hari ke-6: "Kasih Orangtua Tak Pernah Pupus"



       Pagi itu.....

     Waktu menunjukkan pukul 07.00 WIB. Masih pagi, tapi papaku sudah bersiap-siap keluar rumah. Seperti biasanya, setiap hari papa ke rumah sakit. Papa menemani adikku Fery yang dirawat di sebuah rumah sakit karena menderita kanker stadium empat.

     Usia papaku 73 tahun, sudah sepuh. Tapi semangat beliau ikut merawat adik sangat tinggi. Miris memang! Seorang ayah berusia lanjut, sehat wal afiat malah merawat anaknya yang menderita sakit menahun. Sejak divonis kanker stadium empat, praktis adikku tak bisa beraktifitas lagi. Penyakit kanker telah melumpuhkan syaraf motoriknya. Dia hanya bisa terbaring lemah di atas tempat tidur.

         Pagi itu....

     Papaku dengan semangatnya melangkahkan kaki menuju rumah sakit dengan satu pengharapan. Berharap anaknya sembuh dari penyakit yang diidapnya. Sebagaimana doa yang senantiasa dia panjatkan dalam tiap shalatnya.

         Pagi itu...

         Mataku sedikit sembab. Hatiku begitu sedih melihat papa yang mestinya dia tak lagi direpotkan dengan kesibukan seperti itu. Mestinya papaku mengisi hari-hari masa tuanya dengan gembira, bukan dengan kesedihan seperti yang kusaksikan pada pagi itu...

     Ya Allah....semoga Engkau memberikan kesehatan, kelapangan hati, memberi kesempatan untuk bahagianya papaku. 

       Ya Allah....semoga Engkau  menjaga ayahku agar beliau tetap semangat merawat adikku yang menderita sakit. 

        Ya Allah....semoga kesedihan mendalam yang tak pernah ditampakkannya tak membuat harapannya pupus untuk kesembuhan adikku.

         Satu pelajaran lagi dalam hidupkku, kasih orangtua sepanjang masa, kasih orangtua tak pernah lekang oleh waktu. Di mana pun, kapan pun dia tetap akan mencintai dan mendoakan ana-anaknya.


      Pagi itu....hatiku begitu plong setelah mendoakan papaku, "Robbighfir lii wa li waalidayya warhamhumaa kamaa robbayaanii shoghiirro" (Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku dan kasihanilah mereka keduana, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil).




4 komentar:

  1. Waaahhh... salut sama papanya..... tetap semangat meski usianya tak lagi muda

    BalasHapus
  2. @Upik: alhamdulillah... Memang papa msh sehat wal afiat Mbak... Mksh ya kunjungannya..

    BalasHapus
  3. aamiin, semoga doa dan harapan untuk papa dan fery diijabah Allah SWT,
    keep happy blogging always...salam dari Makassar :-)

    BalasHapus
  4. @blog of Haryanto: makasih Bang atas kunjungannya..

    BalasHapus

Terimakasih atas kunjungan dan komentarnya ya...