IKLAN

Sabtu, 22 Februari 2014

"3 Karakter Wonderful Wife"

Menjadi keluarga idaman adalah impian setiap pasangan. Demikian juga halnya dengan aku, ingin sekali mewujudkannya. Tak muluk-muluk amat rasanya ya bila kita menginginkan kedamaian dalam keluarga? Akan halnya diriku, aku ingin menjadi pribadi yang membuat suamiku merasa nyaman. 


Hmm..., berhubung ada GA yang diadakan Mbak Ida Nurlaila yang bertajuk "3 Karakter Wonderful Wife dan Tips untuk Mewujudkannya", kiranya aku pun ingin berpartisipasi dan berbagi pengalaman.

Menurutku, 3 Karakter Wonderful Wife  yang perlu dikelola adalah:

1. Take and Give
   Pasangan suami isteri pada hakekatnya adalah dua pribadi berbeda yang disatukan dalam satu ikatan perkawinan. Oleh karenanya baik suami maupun isteri memiliki karakter berbeda pula. Seringkali karena perbedaan karakter membawa petaka dalam kehidupan perkawinan. Bahkan tak jarang menyulut emosi sehingga terkadang terjadilah keributan. Ujung-ujungnya tak pelak pertengkaran pun bisa terjadi.

"Take and Give" yang secara harfiah berarti "Saling Memberi dan Saling Menerima" sangatlah penting dalam ikatan perkawinan. Artinya, ada saatnya kita mesti mengalah dari suami. Sebaliknya, suami pun demikian hendaknya. 

Solusi:
  • Untuk mewujudkan 'Take and Give" dalam keluarga, perlu adanya saling memahami dan mengerti apa kebutuhan pasangan. Adakalanya kita tak memahami kondisi pasangan. Tak mudah memang memahami apa maunya pasangan kita, namun hal ini bisa dimulai dengan hal-hal kecil. Seperti, mengalah pada situasi tertentu.  Kita pun harus peka terhadap kondisi pasangan. Misal, saat si dia pulang kerja dengan raut wajah jutek. Jangan cepat-cepat memberondongnya dengan segudang pertanyaan. Biarkan beberapa saat, persilahkan dia untuk rehat sejenak dan suguhkan segelas teh hangat. Kalau raut wajahnya sudah rileks bolehlah untuk bertanya hal apa gerangan yang membuatnya pulang dengan wajah jutek. 
  • Sebagai seorang isteri, kiranya kita harus lebih peka menyikapi kondisi ini. Mulailah dari diri kita sendiri untuk peka terhadap si dia.  Biasanya pasangan kita akan luluh hatinya manakala si isteri bisa bersikap manis terhadap dirinya. Peran isteri yang bisa memahami kondisi pasangan inilah yang menjadi idaman para suami. Sehingga, pemahaman "Take and Give" bisa kita terapkan dalam keluarga masing-masing.

2. Membangun Komunikasi
   Adakalanya komunikasi yang terjalin tidak intens menyulut ketegangan dalam keluarga. Bahkan, masalah komunikasi yang stagnant  bisa menjadi bumerang dalam kehidupan keluarga. Tak jarang pula masalah komunikasi menjadi hal nomor satu perusak kebahagiaan dalam keluarga. 

Solusi:
  • Mulailah dengan membiasakan untuk membahas hal-hal kecil sebagai awal untuk membangun komunikasi yang intens. Saling bertanya kabar dan berkirim sms setiap hari adalah bentuk komunikasi kecil yang terjalin. Bukannya bermaksud untuk membuat pasangan kita reseh dan merasa diinterogasi, namun hal ini bisa membuat pasangan kita merasa dibutuhkan dan diperhatikan.
  • Sebagai isteri, kita juga harus cermat memilah-milah mana persoalan yang perlu didiskusikan mana yang tak perlu. Membahas hal-hal yang tak penting bisa membuat pasangan menjadi jengah karena topiknya tak menarik. Bahkan si dia bisa merasa jenuh dan ogah membicarakannya. Kayaknya gampang-gampang susah ya membangun komunikasi yang ideal. Tapi percayalah, bila kita sebagai isteri pandai mengimbangi komunikasi dengan si dia, hmm....tak salah kiranya disebut kita menjadi isteri idaman suami ya?
3. Mengatur Keuangan
    Masalah keuangan pun seringkali menjadi issue hangat penyebab ketidak-harmonisan dalam keluarga. Mulai dari gaji yang diterima tak mencukupi kebutuhan keluarga, gaya hidup yang berlebihan, hingga terjerat hutang  Suami seringkali berharap penuh pada isteri sebagai bendahara dalam keluarga agar bisa menjadi wanita hebat dalam mengatur ekonomi keluarga. Tak berlebihan bila suami yang menginginkan isterinya pandai mengatur keuangan. Karena seberapa pun nafkah beruapa uang yang diberikan suami bila isteri tak pandai mengaturnya, maka alamat sesusahan akan menghampiri perekonomian dalam keluarga itu.

Solusi:
  • Isteri yang pandai mengatur keuangan keluarga adalah isteri idaman suami. Biar kecil sekali pun gaji yang diterima bila kita pandai mengaturnya maka hidup tak akan sengsara oleh hutang. Bahkan pola hidup gali lobang tutup lobang pun bisa dihindari. Kita sering mendengar ada keluarga yang terlilit hutang bahkan terjerat rentenir. Itu karena tidak ada keseimbangan dalam pengaturan keuangan. 
  • Dalam mengatur keuangan keluarga perlu dicermati pos-pos mana saja yang memang menjadi kebutuhan, dan mana pos-pos yang bisa dihilangkan. Bila ada pos-pos yang tak bisa dihilangkan mungkin bisa diganti atau ditukar dengan pos-pos pengganti. Misal, kebiasaan makan bersama di restaurant setiap minggu bisa diganti dengan makan bersama di rumah, yang menunya diolah dan dimasak oleh sang isteri. Mengajak anak-anak refreshing di tempat permainan yang notabene membutuhkan dana yang mahal pada akhir pekan, bisa diganti bermain bersama di rumah dengan menciptakan permainan atau mencari keasyikan sendiri di rumah. Sebagai isteri kita harus jeli dengan hal-hal kecil seperti ini. Bagaimanapun kita tentunya diharapkan oleh si dia untuk menjadi wanita andal dalam mengatur keuangan keluarga. Maka tak heran bila suatu saat kita mendapat predikat sebagai 'Ratu Rumah-Tangga'.

Nah..., itulah "3 Karakter Wonderful Wife dan Tips Mewujudkannya" versi diriku. Mudah-mudahan tulisan ini bisa menginspirasi para ibu yang membacanya dan menjadi rujukan dalam membangun keluarga harmonis.

 Artikel ini disertakan dalam GA "Wonderful Wife" by Ida Nur Laila


Catatan untuk blognya Mba Ida Nur Laila
 : 

" Secara umum tampilan blog enak untuk dilihat, baik latar warna maupun tata letaknya. Kalau materi blog sudah tak diragukan lagi, isinya variatif dan berisi. Aku senang bisa mengakses blog ini dan menjadikannya salah satu blog referensi buatku."



18 komentar:

  1. mantab kali...baca beberapa teman ttg 3 karakter jadi tambah ilmu ya hehehe,sukses bt GAnya mbk^^

    BalasHapus
  2. @hm zwan: mksh Mbak dah komen.. Smga tulisan ini bisa menginspirasi pembaca.. Mbak Hanna dah ikutan GA ini?

    BalasHapus
  3. Membangun komunikasi sangat penting Jeng agar bisa saling mengerti dan menghargai
    Salam hangat dari Surabaya

    BalasHapus
  4. @pakde cholik: wah...mksh banyak atas komen dan kunjungannya Pakde... Salam dari Palembang..

    BalasHapus
  5. saling terbuka dan komunikasi, apalagi jika jarak jauh terbentang memang sangat perlu ya Mbak.
    Menambah pengetahuan, thanks
    ^_^

    BalasHapus
  6. @siti nurjanah: betul sekali Mbak.. Komunikadi yg baik mrpkan fondasi yg kokoh dlm keluarga..

    BalasHapus
  7. Tips nya manteb semua euuy... Yg terakhir aku Msh berusaha Mbak, aku orgnya boros, hiks :(

    BalasHapus
  8. @momtraveler: mks Mbak dah berkunjung.. Utk tips yg terakhir mkgn hrs sedikit dipaksakan Mbak sebab emang rada sulit menjadi ibu yg hemat.. hemat tak berarti pelit kan?

    BalasHapus
  9. Berkunjung mak
    Setuju banget tips - nya sangat bermanfaat. Terima kasih mak baca tulisan ini jadi terinspirasi
    Sukses ya untuk GA-nya

    BalasHapus
  10. @sri wahyuni: trims Mak dah suka dgn tulisan ini.. Trims juga atas kunjungannya...

    BalasHapus
  11. Menjadi seorang "wonderful wife" emang gak mudah... banyak hal yang harus dilakukan utk mewujudkannya ya Mbak.
    Semoga menang :)

    BalasHapus
  12. Wah, tulisan yang sangat bermanfaat, Mak. Jadi bekal buat aku yg masih single :)

    BalasHapus
  13. @catatan kecilku: betul sekali Mbak... tak mudah menjadi "wonderful wife" perlu melatih diri menuju kesana... Mksh dah berkunjung dan mksh atas komennya Mbak...


    BalasHapus
  14. @shofia zhanzabila: biar single tak masalah Mbak untuk menyimak tips ini...semoga menjadi bekal bila menikah kelak...

    BalasHapus
  15. Siiip
    Semoga sukses GA nya ya, mbak

    BalasHapus
  16. @ani rostiani: mksh Mbak atas support dan kunjungannya...

    BalasHapus
  17. komunikasi memang penting ya mbak dalam hal menjaga hubungan harmonis keluarga, saya nyimak dulu mbak *sebagai referensi nanti jika sudah menikah* hehehehe

    BalasHapus
  18. @titis ayuningtyas: gak apa2 nyimak Mbak..smga ada manfaat bekal berkeluarga kelak..

    BalasHapus

Terimakasih atas kunjungan dan komentarnya ya...