IKLAN

Selasa, 01 Juli 2014

"MENANAMKAN NILAI KARAKTER CINTA INDONESIA"



Gambar dipinjam dari SINI


Prihatin! Itulah ungkapan perasaanku saat melihat tayangan pada salah satu teve swasta. Saat itu reporter menanyakan ke beberapa orang apakah ada yang tahu lagu wajib Garuda Pancasila, Rayuan Pulau Kelapa, Maju Tak Gentar? Lalu sang reporter bertanya lagi apakah mereka tahu siapa pencipta lagu-lagu tersebut? Mau tahu jawabannya? Ternyata kebanyakan dari mereka tak tahu ada lagu wajib itu. Boro-boro mengenal lagu wajib bahkan  nama penciptanya pun tak ada yang tahu. Sungguh miris! Apalagi yang ditanya oleh sang reporter itu dari kalangan generasi muda.

Lalu benakku berbicara, apakah mereka juga tak mengenal siapa saja pahlawan bangsa? Jangan-jangan siapa pendiri bangsa dan proklamator negara pun mereka tak mengenalnya? Pancasila, UUD 1945, kapan hari proklamasi, apakah mereka ada yang mengetahuinya?

Pada lain kesempatan, aku menyaksikan tayangan sejenis. Sang reporter teve bertanya kepada masyarakat di daerah terluar perbatasan Indonesia dengan negara tetangga. Pertanyaannya, apakah ada yang tahu nama mata uang Indonesia? Apakah ada yang tahu nama lagu kebangsaan Indonesia? Jawaban yang sama pun kudapat, mereka tak tahu kalau mata uang Indonesia adalah rupiah. Mereka lebih mengenal dollar sebagai alat transaksi jual beli. Mereka pun tak tahu lagu kebangsaan Indonesia adalah "Indonesia Raya". Mereka lebih mengenal lagu kebangsaan negara tetangga di daerah perbatasan tempat tinggal mereka. Bahkan mereka lebih fasih berbahasa Melayu layaknya warga di negara tetangga. Ngakunya warga Indonesia tapi hal-hal kecil seperti itu mereka tak faham. Sekali lagi, sungguh miris!

Yang lebih mencengangkan lagi saat aku bertanya pada seorang teman. 

"Sis, kamu ikut upacara bendera nggak hari ini?" tanyaku melalui hape.

"Enggak!" jawabnya singkat. "Memangnya hari ini ada upacara? Dalam rangka apa ya upacaranya?" temanku itu balik bertanya.

"Lha, kan hari ini ada upacara Hari .......?" jelasku.

"Ohh...gitu ya? Aku mah nggak tahu kalau hari ini upacara!" sahutnya enteng.


MasyaAllah..., gumamku dalam hati. Mosok sih seorang abdi negara koq ya tak tahu di kantornya menyelenggarakan upacara hari besar? Kemana ya hati dan jiwaraganya sebagai abdi negara, koq ya tak peduli akan hal-hal seperti itu? Apakah nilai-nilai kebangsaan sudah sedemikian lunturkah? Kemana perginya nilai-nilai kebangsaan, semangat nasionalisme itu? Dan akhirnya aku hanya bisa mengurut dada, menghela nafas panjang ketika menghadapi kejadian itu.

Bila ada anak bangsa yang sedemikian tak peduli dengan nilai-nilai kebangsaan, nilai-nilai patriotisme, siapakah yang salah? Apakah generasi muda yang notabene mereka adalah penerus bangsa kah yang salah? Orangtua mereka kah yang salah? Lembaga pendidikan seperti sekolah kah yang salah? Atau malah negara ini yang salah? Rasanya tak adil ya bila menyalahkan mereka generasi muda yang tak faham akan identitas bangsanya. Tak adil pula bila beban kesalahan itu harus dipanggul oleh generasi muda.Tapi menyalahkan unsur-unsur yang lainnya pun rasanya tak tepat. Lalu bagaimana dong masalah ini?

Pikiranku kembali melayang kemasa lalu, masa-masa saat aku masih duduk di bangku SD. Waktu itu ada pelajaran kesenian dimana kami satu per satu tampil ke depan kelas menyayikan lagu wajib. Semua anak bisa menyanyikan lagu-lagu wajib yang beragam syairnya. Semua anak pun tahu siapa pencipta lagu wajib tersebut. Lalu saat pelajaran sejarah, kami para murid SD senantiasa diceritakan bagaimana heroiknya para pahlawan dalam berjuang. Para pahlawan dari jamannya kerajaan sampai jaman perjuangan kebangsaan pun kami tahu. 

Pada lain kesempatan, kami tampil satu persatu di muka kelas untuk mengucapkan teks Pancasila, teks Pembukaan Undang-undang Dasar 1945. Semacam kewajibanlah untuk hafal karena bila tak hafal maka kita bisa dicap tak nasionalisme. Bandingkan dengan anak-anak SD saat ini, apakah mereka tahu apa itu Pancasila? Apakah mereka tahu dasar negara Indonesia? Aku tak berani menjawabnya dan mengambil kesimpulan. Kita tanyakan saja kepada anak-anak kita sendiri, apa jawaban mereka?

Menanamkan nilai-nilai untuk pembentukan karakter cinta Indonesia, apa pula itu?

Hmm...terkesan muluk nggak ya kalimat di atas? Oh...rasanya tidak! Sebagai bagian dari anak bangsa aku harus peduli akan perkembangan karakter generasi muda. Bagaimana caranya? Tentu harus mulai pada level yang paling mudah dan paling rendah. Mulailahlah dari lingkungan sekitar, lingkungan terdekat kita. Contohnya nih...., aku punya beberapa keponakan yang masih kecil usia mulai 3 tahun dan belum sekolah. Pada usia balita lebih mudah kan untuk mentransfer energi positif kepada mereka?

Mulailah dengan cerita-cerita yang dimengerti oleh anak-anak dengan bahasa anak-anak pula agar mudah dipahami. Lalu ceritakanlah tentang tokoh-tokoh heroik seperti Pangeran Diponegoro, Tjut Nyak Dien, Pattimura, dan tokoh-tokoh pahlawan lainnya. Lalu kenalkan pula mereka dengan bacaan bernilai sejarah. Dari bacaan seperti itu kita bisa mengambil intisari dan nilai-nilai positif yang bisa ditularkan pada anak-anak. Biasanya anak usia itu kan lebih mudah untuk dibentuk karakter dan nilai-nilai yang positif.

Tidak mudah memang untuk menanamkan kembali nilai-nilai positif untuk menumbuhkan karakter CINTA INDONESIA. Tetapi kalau tidak dari sekarang kita peduli akan generasi penerus itu, kapan lagi kita berbuat untuk negara ini? Mugkin ini dianggap  remeh bagi sebagian orang, tapi tidak bagiku. Aku akan terus peduli menanamkan nilai-nilai karakter cinta Indonesia. Itulah bentuk cintaku pada Indonesia. Dengan menanamkan kembali nilai-nilai karakter akan menumbuhkan kembali semangat cinta Indonesia. Sehingga aku tak akan mendengar lagi pertanyaan seperti ini...: "R.A. Kartini itu siapa ya?" 


Artikel ini dikutsertakan pada Kontes Unggulan: Aku dan Indonesia



14 komentar:

  1. Terima kasih atas partisipasi sahabat dalam Kontes Unggulan :Aku Dan Indonesia di BlogCamp
    Dicatat sebagai peserta
    Salam hangat dari Surabaya

    BalasHapus
  2. @pakde cholik: alhamdulillah sudah dicatat..makasih ya pakde... Salam dari Palembang..

    BalasHapus
  3. Anak2 sekarang lebih tau nama artis Korea drpd pahlawan Indonesia mbak. Sedih :(

    BalasHapus
  4. @damarojat:hehe...betul sekalu... R.A.Kartini adalah ibu kita...seperti syair lagunya... Makasih ya sudah berkunjung kemari...

    BalasHapus
  5. @momtraveller: memang sedih sekali Mbak...koq anak2 sekarang lebih kenal nama artis luar negeri daripada nama pahlawan nasional... Beda sekali saat jaman aku sekolah dulu...

    BalasHapus
  6. Tanamkan jiwa nasionalisme pada anak

    BalasHapus
  7. Rasa cinta itu muncul dari sbuah pengenalan. Namun sulit mengharap cinta dari rakyat Indonesia, kalau mereka gk kenal sama negaranya sendiri..

    BalasHapus
  8. @rianda prayoga: tak kenal maka tak sayang...begitu ya kira2..? Mksh atas kunjungannya ya...

    BalasHapus
  9. Good luck untuk lombanya, ya :)

    BalasHapus
  10. @dunia kecil indi: makasih atas atensi dan kunjugannya ya....

    BalasHapus
  11. Benar, tidak mudah memang menanamkan kembali nilai-nilai positif untuk menumbuhkan karakter CINTA INDONESIA tapi ini bukan hal yang mustahil bila kita sudah memulainya pada diri sendiri, saat ini bukan nanti-nanti.
    Semoga sukses GA nya.

    BalasHapus
  12. @Abi Sabila: makasih apresiasinya serta kunjungannya kemari ya....

    BalasHapus
  13. Mak Rita rajin juga ikut lomba, hehe. Semoga menang, mak. Gak tahu deh anak zaman sekarang gitu. Lebih tahu nama seleb daripada pahlawan, lebih hafal lagu keren daripada kebangsaan. BTW, tolong robot verifikasi angkanya di kolom komentar dihilangkan. Di blog saya aad panduan untuk menghilangkan itu. Gak nyaman BW karena harus menunggu sampai robotnya munculin angka. Sinyal saya lelet. Makasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya nih Mak Rohyati, saat ini aku rajin ikut GA... Selain memacu kreatifitas dan melatih diri agar bisa bikin tulisan bagus. Ada hadiahnya pula kalau menang, hehe... Nah...aku baru tahu lho kalau di kolom komentarku afa vetifikasi olrh robotnya.. Mksh infonya, ntar aku luncur ke TKP..

      Hapus

Terimakasih atas kunjungan dan komentarnya ya...