IKLAN

Jumat, 11 Juli 2014

Menyiasati si Lapar Mata


Bulan ramadhan adalah bulan penuh berkah dimana setiap umat muslim diwajibkan menjalaninya untuk meraih pahala. Alhamdulillah.... hari ini adalah hari ke-13 aku menjalani puasa dan belum pernah batal. Menurut ulama nih makin kita menjaga keimanan selama berpuasa makin banyak pula godaannya.


Nah...berbicara masalah godaan selama ramadhan ini, kalau dihitung-hitung banyak banget. Bila tak bisa menahan godaan puasa, wah...bukannya pahala didapat namun hanya lapar dan hausnya saja yang diperoleh. Intinya nih kita harus bisa menahan hawa nafsu agar terhindar dari godaan selama puasa. Apa saja sih hawa nafsu yang bisa menggugurkan puasa kita?

Hawa nafsu itu bisa berupa hal semacam ini:

1. Keinginan untuk makan dan minum.
2. Seringkali masih suka bohong, mencela, bahkan memfitnah orang lain.
3. Rasa kantuk tak tertahankan sehingga tubuh kita lesu, pengennya tidur sepanjang hari dan tak produktif.
4. Nafsu syahwat, ini nih yang harus bisa mengatasinya.

Kalau aku sendiri nih alhamdulillah ya....sejauh ini bisa menahan godaan puasa semacam itu. Mungkin karena ibadah puasaku itu diawali dengan NIAT. Setelah usai shalat subuh aku melakukan ritual zikir pagi (dilanjutkan zikir sore sebelum magrib datang). Setelah zikir dilanjutkan membaca Al-Quran. InsyaAllah deh...puasa kita akan dijaga Allah sehingga godaan puasa sepanjang hari bisa diatasi.

Eittt.....masih ada nih yang aku susah banget mengatasinya. Aku termasuk ibu-ibu yang suka lapar mata. Eh...apa sih lapar mata itu maksudnya? Hmm...aku jelasin ya, lapar mata itu saat kita tak bisa membendung keinginan untuk membelanjakan sesuatu. Padahal, sesuatu yang ingin dibeli itu bukan menjadi suatu kebutuhan dan kadang mubazir alias tak bermanfaat.

Contohnya nih..., ketika belanja di pasar bedug aku sering kalap mata saat melihat dagangan untuk berbuka puasa. Saat melihat kolak pisang, aku pengen beli. Begitu pula saat ada yang menjual es buah, aku seringkali tak kuat iman untuk membeli juga. Eh...melihat ada yang jual pempek, makanan wajib orang Palembang, aku pun merogoh saku menukarkan rupiah untuk mendapatkannya. Padahal nih...perutku seringkali tak bisa menampung lagi makanan sebanyak itu. Karena pas datang waktu berbuka yang dimakan adalah kurma, dan segelas teh manis hangat, cukuplah membuat tubuh segar dan kembali berenergi. Ketika menyantap makanan berat seperti nasi dan lauk-pauknya, maka makin kenyanglah perut kita. Makanan yang tadi kubeli di pasar seperti es buah, kolak pisang, pempek, tak lagi menerbitkan selera untuk menyantapnya, karena perut sudah penuh dan kenyang. Jadi makanan tadi kemana dong? Disimpan di kulkas hingga kadang terbuang karena tak bagus lagi untuk dimakan.

Satu lagi nih....aku juga sering lapar mata saat belanja di mal menjelang Lebaran. Apalagi saat melihat pajangan koleksi terbaru, mulai dari baju-baju, mukena, sandal, hingga aksesoris pelengkap. Rasanya gimana gitu....kalau belum memilikinya bisa mimpi sepanjang waktu lho! Pernah suatu kali aku menuruti keinginan si lapar mata, lalu apa yang terjadi? Ternyata barang-barang yang kubeli harganya cukup menguras kantong. Akibatnya, uangku menipis dan anggaran belanja harianpun terganggu. Aku membelanjakan uang berlebihan sehingga mengganggu belanja dapur. Padahal gajian masih lama. Nah...akhirnya aku melewati hari-hari sulit karena tak punya uang lagi sampai saatnya bulan muda datang.

Berkaca dari pengalaman si lapar mata, maka ada baiknya semua keinginan belanja yang ada di benak kita tuangkan dulu dalam sebuah LIST. Buatlah list yang berisi daftar kebutuhan saat ramadhan dan kebutuhan saat Lebaran. Dengan membuat daftar list seperti itu, insyaAllah bisa mengatasi perilaku si Lapar Mata. Dan kebiasaan kalap saat belanja pun bisa terhindarkan, karena kita sudah tahu lebih awal mana kebutuhan yang benar-benar urgent dan bermanfaat.

Nah...itulah kiatku bagaimana mengatasi godaan kalap belanja alias lapar mata. Kalau pengalaman kamu bagaimana, sharring juga dong di Blog Detik...!! Siapa tahu lho dengan berbagi informasi kita bisa mendapatkan rejeki ramadhan dari Blog Detik. Ya Allah....Semoga saja ada rejeki untukku hari ini, aminnn...



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terimakasih atas kunjungan dan komentarnya ya...