IKLAN

Selasa, 02 September 2014

Mendambakan Sekolah Impian


Mommylicious #Parentingbook

Sumber diambil dari SINI




Apa arti sekolah buatmu? Kalau pertanyaan itu ditujukan kepada diriku maka aku akan menjawab: "Sekolah buatku adalah tempat dilakukannya proses belajar mengajar terhadap anak didik." Sekolah juga merupakan tempat pembentukan karakter anak didik menjadi lebih bernilai."

Tujuan pendidikan menurut Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 3, menyebutkan bahwa tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta anak didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia,        sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung  jaab."

Nah...bila kita telaah  amanat dari  Undang-undang tersebut, jelaslah bahwa potensi seorang anak didik harus dikemas sedemikian rupa dalam rangka menjadi manusia yang seutuhnya. Adalah tempat yang bernama sekolah menjadi wadah mengembangkan potensi anak didik dan membentuk karakter. Hingga diharapkan si anak akan menjadi anak yang berguna sesuai harapan orangtuanya.

Lalu, kemanakah peran orangtua dalam mengembangkan potensi dan membentuk karakter anak? Apakah peran orangtua menjadi dinomor-duakan setelah menitipkan anaknya di sekolah? Tentu tidak dong! Bagaimanapun peran orangtua tetap nomor satu sedangkan sekolah adalah tempat untuk menitipkan si anak agar menjadi lebih berilmu.

Berbicara masalah sekolah, sekolah macam apa sih yang ideal? Apakah sekolah harus di dalam gedung bangunan saja? Tidak juga! Ada banyak sekolah yang mengajarkan dan menanamkan nilai-nilai kepada anak didik tidak di dalam gedung bangunan. Sebut saja sekolah alam, dimana model sekolah seperti ini  lebih menekankan kepada anak didik untuk belajar akan nilai-nilai kehidupan. Disamping itu kita mengenal adanya sekolah informal, seperti tempat-tempat kursus ketrampilan. Sekolah informal lebih mengedepankan peserta didik untuk menggali ilmu sesuai dengan minat dan keahliannya. Seperti temput kursus bahasa Inggris dimana peserta didik diajarkan ilmu yang lebih mendalam agar si anak menguasai bahasa Inggris yang dipelajarinya.

Ketika aku masih sekolah tingkat lanjutan atas, aku sangat bangga bisa sekolah di SMA Xaverius 1 Palembang? Kenapa? Karena sekolahku itu adalah sekolah favorit dan begitu populer pada jamannya. Banyak siswa-siswi ingin belajar di sini ditandai dengan banyaknya pendaftar. Namun tak semua pendaftar itu diterima mengingat kapasitas sekolah yang terbatas. Padahal setiap tahun sekolahku ini menyediakan 12 kelas untuk kelas satu. Bayangkan jika satu kelas itu berisikan 40 orang siswa hitung sendiri dong berapa jumlah siswa yang diterima di sekolah ini setiap tahunnya. Kenapa SMA Xaverius 1 Palembang menjadi pilihan siswa-siswi melanjutkan sekolah di sini? Mungkin karena kualitas sekolah yang bagus. Baik dari mutu pendidikan, gedung sekolah yang bagus, fasilitas penunjang yang lengkap, guru-guru yang berwawasan. Sehingga tak jarang alumni SMA Xaverius 1 Palembang bisa diterima di perguruan tinggi ternama di negeri ini. Bahkan salah satu alumninya adalah Walikota Palembang (Bpk. Eddy Santana Putera) dan Gubernur Sumatera Selatan (Alex Nurdin) juga alumni dari SMA tempatku. Wah...bangga juga dong diriku satu alumni dengan Walikota dan Gubernur?

Kalau sekolah impian  itu yang bagaimana? Apakah perlu kita mengharapkan adanya sekolah impian? Sekolah impian macam apa yang kita inginkan saat ini? Kalau pertanyaan itu ditujukan lagi kepada diriku maka aku akan menjawabnya, bahwa sekolah impian yang kuidamdakan itu seperti ini:

1. Memiliki gedung sekolah yang bagus dan ditunjang dengan fasilitas lengkap. Gedung yang bagus mencerminkan bahwa sekolah itu dikelola secara baik dan serius. Apapun sifatnya bila dikelola secara baik dan serius pastilah menghasilkan sesuatu yang baik pula. Tentunya anak didik akan merasa nyaman   bersekolah di gedung yang bagus. Apalagi ditunjang pula dengan fasilitas pendidikan yang baik. Ada perpustakaan tempat menambah wawasan. Ada ruang laboratorium tempat untuk menguji suatu materi dan memecahkan masalah. Ada bengkel kerja untuk melatih keterampilan dan menggali kreatifitas anak didik. Ada ruang untuk beribadah seperti mushalla sekolah.

2. Memiliki guru-guru yang berwasasan, pandai dan menguasai materi yang diajarkan. Guru harus bisa menguasai ilmunya dan menjelaskan dengan baik. Sering kita mendengar keluhan anak didik akan keengganannya mengikuti pelajaran tertentu karena tidak suka dengan gurunya. Tidak suka disini dalam arti tidak suka terhadap cara si guru mengajar, sehingga si anak menjadi malas mengikuti pelajaran. Gurunya juga harus bisa memberi keteladanan agar dia menjadi sosok panutan bagi anak didik. Guru semacam ini menjadi guru ideal yang didambakan.      

3. Kurikulum yang diajarkan di sekolah jangan terlalu ribet, cukup sederhana saja tetapi dimengerti dan dipahami baik oleh peserta didik maupun guru. Jujur saja aku nilai bahwa kurikulum sekolah saat ini terlalu berat, bahkan membebani si anak didik. Aku perhatikan keponakanku yang masih duduk di bangku SD. Mata pelajaran Matematika yang dia pelajari setara dengan pelajaran setingkat ketika aku SMP dulu. Bayangkan betapa sulitnya pelajaran anak SD sekarang ini. Belum lagi pelajaran lainnya, dimana lebih banyak penalaran sehingga si anak sangat sulit memahami. Saat aku SD dulu pelajaran tak sesulit saat ini. Bahkan buku teks yang dipelajaripun dengan gaya bahasa yang sederhana dan mudah dipahami untuk anak usia SD. Kadangkala aku mengalami kesulitan saat membantu keponakan mengerjakan PR-nya. Aku sendiri dibuat bingung dengan materinya yang sulit.

Sayangnya, sekolah impian seperti idamanku itu nampaknya saat ini belum tereralisasi sepenuhnya. Masih banyak sekolah-sekolah yang belum memenuhi ketiga unsur di atas. Faktor penghambatnya bermacam-macam, tetapi ujung-ujungnya terkendala masalah dana yang belum bisa mengakomodir untuk menyediakan kebutuhan dalam dunia pendidikan negeri ini.

Bagaimanapun, menginginkan sekolah idaman adalah harapan orang banyak. Oleh karena itu tak ada salahnya bila berandai-andai untuk mewujudkannya. Semoga kedepannya tak ada lagi terdengar cerita-cerita memilukan akan sebuah sekolah yang mau roboh. Tak ada lagi cerita tentang anak didik yang suka bolos dan tawuran. Tak ada lagi cerita tentang pendidik yang tak cakap mengajarkan ilmunya kepada anak didik. Semoga semakin banyak sekolah yang baik di negeri ini.

Referensi:
www.wikipedia.org/wiki/Tujuan_pendidikan
www.edukasi.web.id


Artikel ini diikutsertakan pada Give Away Sekolah Impian


http://ritaasmara.blogspot.com/2014/08/mendambakan-sekolah-impian.html

102 komentar:

  1. Sekolah impian memang menjadi dambaan karena kualitasnya ya Jeng.
    Namun harus disadari sepenuhnya bahwa anak juga harus rajin belajar agar di sekolah impian itu tidak malah menjadi minder karena ternyata anak kalah pintar, kalah kaya, kalah keren dengan teman-temannya. Akibatnya anak menjadi stress dan malas belajar.
    Salam hangat dari Surabaya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biar anak2 itu gak minder dan stress harus rajin belajar juga...biar bisa bersaing dengan anak2 orang berpunya... Makasih Pakde atas kunjungannya...

      Hapus
  2. heran.. kok sekolah - sekolah di negeri kita pada hancur-hancur semua ya.. rapuh dan tertinggal. hanya beberapa saja yang terkesan mewah dan mahal...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebetulnya pemerintah bisa aja menganggarkan dana untuk rehab sekolah yang sudah jelek bangunannya... mngkin dananya kurang atau digeser ke pos yang lain kali ya?

      Hapus
  3. Masalah kurikulum nih memang bikin puyeng, berganti-ganti melulu dengan buku panduan yg hingga kini belum tersedia lengkap :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya nih Mak...kita2 para orangtua ikut-ikutan bingung dengan kurikulum yang berganti-ganti terus.... Pada tahun ajaran baru ini banyak sekolah yang belum menerima buku panduan juga...jadi gimana tuh mau belajar dengan baik...kasihan anak2 jadi korbannya ya...

      Hapus
  4. videonya bagus mak, sangat mendidik anak-anak hehe salah fokus ya hihi..good luck mak

    BalasHapus
    Balasan
    1. VIideonya yang tadi salah insert Mak....lagi gak fokus, tapi sekarang sudah dibenerin lagi, hehe...

      Hapus
  5. kalau menurut saya arti sekolah nih mbak: tempat dimana kita mencari sesuatu yang tidak tahu menjadi tau, semula tidak bisa menjadi bisa.....dan tempat mencari jatidiri kita secara berlahan lahan.. , boleh nggak mbak mesalnya saya devinisikan seperti itu. kunjungan siang menjelang sore...salam semuanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh2 aja koq memberikan definisi yang berbeda...namanya juga pendapat kan? Makasih kunjungannya ya....

      Hapus
  6. Tapi biasanya sekolah yang bagus juga untuk orang-orang berduit saja ya, Mbak.. kecuali mereka yang gak mampu tapi dapet beasiswa..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sekolah yang bagus tak selamanya untuk orang berduit...banyak juga orang2 sederhana bersekolah di sana... Mudah2an kedepan kita doakan saja semakin banyak program beasiswa baik yang diberikan pemerintah maupun pihak swasta....makasih kunjungannya kesini ya...

      Hapus
  7. Waahh, tulisannya keren! Semoga makin banyak sekolah yang bagus aka berkualitas dan menjadi idaman kita semua :) Amin
    Semoga menaang Mbak!! :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih Mbak atas apresiasinya...menurutku sih blm bagus2 amat dan masih byk tulisan blogger lain yg lebih keren... Mksh juga atas support dan kunjungannya ya...

      Hapus
  8. sekolah impian itu bagiku jika semua sekolah negeri di Indonesia bisa gratis dan memiliki kualitas tinggi terutama dari segi guru, fasilitas,sarana dan prasarana :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah...mantap nih sekolah impian yg didambakan.... Semoga deh kedepannya negara kita didukung dgn keuanagn negara yang baik sehingga bisa mewujudkan sekolah gratis...seperti yg banyak digadang2kan oleh beberapa pemerintah kota dan daerah selama ini...makasih ya atas kunjungannya...

















      Hapus
  9. Setuju dengan komentar di atas. Sekolah impian adalah sekolah yang memberi beasiswa penuh bagi anak didiknya dan ditunjang dengan fasilitas dan guru pengajar yang memadai. Semoga sukses GA-nya. Salam dari Yaman.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mari kita doakan smga bangsa ini memberi perhatian penuh thd dunia pendidikan...shg bisa mengalokasikan dana untuk beasiswa bagi anak2 didik... Mksh kunjungannya ya...

      Hapus
  10. berharap semoga dunia pendidikan di negara kita lebih bagus mbk...sukses untuk GAnya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu harapan kita semua Mbak...agar dunia pendidikan kita sejajar dengan bangsa lain... Makasih kunjungannya ya Mbak...

      Hapus
  11. sekolah favorit memang selalu menjadi incaran para siswa...ini karena ..sistem pendidikan kita yang belum berjalan dengan baik...jadi setiap sekolah tidak sama dalam menyediakan fasiltas pendidikan...selamat berlomba ya,,,semoga menjadi yang terbaik...keep happy blogging always...salam dari Makassar :-)

    BalasHapus
  12. Sekolah favorit yang menjadi incaran siswa tentunya adalah sekolah yang menyediakan fasilitas yang baik dan beragam... Memang tak semua sekolah menyediakan fasilitas yang sama karena terkendala penyediaan dana... Untuk mengharapkan suntikan dana dari pemerintah tentu saja tak akan maksimal...karena begitu banyak sekolah di negeri ini yang harus diperhatikan juga... Olehkarenanya bagi sekolah swasta yang mandiri cenderung melengkapi sendiri berbagai fasilitas tentunya dengan kompensasi iuran sekolah yang tinggi... Inilah yang masih menjadi permasalahan krusial...sekolah yang fasilitas lengkap serba ada diimbangi pula dengan iuran sekolah yang cukup mahal... Padahal tak semua anak didik mampu membayar iuran mahal yang ditetapkan sekolah tadi...

    BalasHapus
  13. Moga-moga sekolah negeri makin lama makin bagus bangunannya. Konon kabarnya bangunan jelek karena dananya dikorup sehingga specs bangunan harusnya A jadi kualiatas E. Nah memang ini PR kita semua. Moga-moga menteri yang baru nanti bisa menghadirkan kebijakan yang baik dan tepat sasaran demi masa depan anak-anak kita ya Mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mas Belalang....harapan kita kepada Menteri Pendidikan yang baru nanti kiranya dapat mengatasi permasalahan dunia pendidikan yang masih terdapat kesenjangan antara sekolah satu dengan sekolah lainnya... Makasih sudah berkunjung dan makasih juga atas atensinya....

      Hapus
  14. Setuju dengan pendapat mak soal kurikulum sekarang. terlalu berat buat usia anak-anak. Ap atujuan yang diharapkan tercapai ya? hanya untuk mengejar tingkat intelektualitas semata tanpa dibarengi kematangan emosi anak didik itu sendiri?
    Semogab erhasil menang ya Mak Rita..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Entahlah...kurikulum skrg koq ya ganti2 terus dan kenapa seolah jadi beban anak2... Makasih byk atas atensi dan kunjungannya ya Mak...

      Hapus
  15. Sekolah impian saya juga agak mirip Mak, tidak mau yg muluk2.. :) Yang penting proses belajar menagajar terjadi dengan baik dan pelajaran bisa diamalkan oleh peserta didik, kapanpun dimanapun :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga gak muluk2 Mbak mengidamkan model sekolah impian... Untuk kondisi di negara kita ini sebetulnya terlalu banyak kesenjangan terjadi antara sekolah di kota dengan sekolah di daerah... Mungkin kedepannya ini menjadi perhatian menteri yang baru agar tak ada kesenjangan lagi sehingga proses belajar mengajar yang diterapkan meneluran output yang sama... Sehingga kalaupun ada kurikulum baru baik sekolah di kota maupun sekolah di daerah semuanya bisa menerima dan menerapkannya....

      Hapus
  16. wah bagus banget ini ulasannya tepat mengena di hati bener setuju sama mbak Rita sekolah alam juga punya andil kekuatan yang besar dan bisa mengembangkan hasrat anak untuk cinta alam dan lebih punya wawasan las, dibandng yg hanya dikurung dalam kelas. selain itu saya suka saran yang ke tiga tentang kurikulum, saya trmasuk angkatan yang mengalami uji coba kurikulum dan membuat saya jadi gak berkembang... sebaiknya ada suatu hari nanti sekolah impian yang benar-benar impian....dimana seoranga nak akan lebih cepat menemukan kepribadian dan arah hidupnya agar tak terombang-ambing arus jaman modern ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih atensinya ya... Sebenarnya sekolah alam itu adalah salah satu cara untuk membentuk kepribadian anak didik... Di luar negeri malah cara seperti ini banyak dikembangkan tak melulu sekolah dengan cara konvensional yang hanya berada dalam suatu gedung semata... Btw, apapun namanya semua itu demi mencerdaskan anak didik ...

      Hapus
  17. Setuju banget sama 3 poin sekolah impiannya Mbak Rita. Saya juga dulu pengen banget bersekolah di sekolah yang modern, fasilitas oke, dan guru-gurunya kompeten. Ya, meskipun akhirnya dapat sekolah yang biasa-biasa saja, saya tetep suka juga. Bisa sekolah aja udah bersyukur banget. Apalagi saat dapat beasiswa penuh ke IPB, itu rasanya sesuatu. Cuma pesen saya, sekolah dimanapun yang penting kita bisa ciptain lingkungan yang mendukung kita buat giat belajar. Sebaliknya, meski sekolah modern dan high tech banget, namun siswanya gak nyaman, tetep saja nggak bisa maju. Good luck GA-nya mbak.... ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sekolah modern belum tentu menjadi sekolah idaman karena belum tentu memberikan kenyamanan bagi anak didik... bisa jadi malah membebani anak didik... Makasih kunjungannya ya...

      Hapus
  18. Semoga sekolah-sekolah impian dengan berbagai fasilitas terbaik dapat segera terealisasikan ya mbak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Btul sekali mbak Liswanti... Harapan kita memang demikian...semoga segera terealisasi sekolah impian yang dimaksud... makasih atensinya ya...



      Hapus
  19. Wah... thank you mak, membuka sedikit wawasan tenang pendidikan sebagaimana mestinya. Sebagai (calon) orang tua, kadang agak parno sama sistem pendidikan di Indonesia. Hiks...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama2 Mak... aku senang bila tulisan ini bisa memberi informasi dan sedikit wawasan tentang dunia pendidikan... makasih kunjungannya ya...

      Hapus
  20. Mudah2an secara perlahan bisa ada perbaikan yang berarti ya Mak dalam sistem pendidikan kita

    BalasHapus
    Balasan
    1. Harapanju juga demikian....semoga terdapat perbaikan2 dalam sistem pendidikan kita... makasih ya atas atensinya...

      Hapus
  21. Nice post. Semoga pendidikan Indonesia semakin baik>

    BalasHapus
  22. Setuju dengan gedung bagus, Mak. Setidaknya toiletnya yang bersih lah. *pengalaman nahan pipis karena toilet menyeramkan :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah...itu dia Mak...memang betul persoalan toilet sekolah juga hrs diperhatikan.. Artinya, gimana mau dikatakan sekolah itu sehat bila toiletnya mengerikan? Mksh ya atas kunjungannya ya...

      Hapus
  23. Semoga sukses giveawaynya ya mba :)

    BalasHapus
  24. Sebagai guru di SLB, kurikulum yang tiba-tiba berganti-ganti dan tampaknya kurang persiapan dari pemerintah itu sendiri, membuat kita di lapangan menjadi seakan "dibingungkan". Rasanya baru kemarin kurikulum 2006 digulirkan. Sekarang ada "kurtilas" (kurikulum 2013). Buku-buku yang terlambat, pemahaman guru, dan faktor lainnya juga masih ada yang menghambat sehingga terkesan kurang siap dengan perubahan.
    Sukses untuk GA-nya. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku bisa merasakan bagaimana ribetnya para guru dan anak didik saat mereka beralih ke kurikulum baru yang belum familiar bagi mereka....Semoga saja mereka cepat beradaptasi dengan kurikulum baru ini... Makasih support dan atensi ya Mak...

      Hapus
  25. Gi ikutan GA ya mbak... soal sekolah impian, alhamdulillah dulu wkt aku msh sekolah, kebetulan dpt sekolahnya sesuai dgn keinginan..
    kalo skrg2 sih aku justru lagi mendambakan rumah impian nih.. hehe

    moga menang ya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo rumah impian sih aku masih memimpikannya juga...hehe... Mksh ya atas kunjungannya...

      Hapus
  26. setuju dengan kalimat ini Sekolah juga merupakan tempat pembentukan karakter anak didik menjadi lebih bernilai." btw, sukses ya ga nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih ya atas atensinya terhadap artikel ini... Yukk ikuta GA-nya juga...

      Hapus
  27. saya suka dengan point ke tiga, kurikulum jangan terlalu ribet, kasian siswa jadinya merasa terbebani untuk sekolah, harusnya sekolah itu menyenangkan, saya suka miris dengan beban berat yang harus dipikul anak2 sejak usia TK, kurikulumnya lebih berat daripada jaman saya dulu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dengar2 sih kurikulum baru ini menjadi beban bagi guru maupun anak didik... Mungkin sulit kali ya pelajarannya? Keponakanku yang kelas 1 SMA sampe bayar les privat agar bisa mengikuti pelajaran Matematika dan IPA dengan baik... Blm lagi msh ikut les Bhs Inggris pula... Kasihan bagi anak2 yang ekonomi ortunya blm memungkinkan utu bayar les privat...anak2nya pastilah keteter mengikuti pelajaran kecuali bila si anak memang otaknya benar2 pinter.. Makasih ya atas atensinya...

      Hapus
  28. memprihatinkan ya kalau kurikulum anak SD berat dan ribet , seperti anak SD jaman sekarang.
    SMA-nya bagus ya bun, dulu. setidaknya membekas kesan2 yang bagus selama bunda sekolah di sana.
    semoga cepat beradaptasi dgn kurikulm yg baru :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku lihat pelajaran anak SD sekarang banyak penalaran... Ribet juga saat mendampingi si anak saat belajar... Makasih kunjungannya ya...

      Hapus
  29. Hmmm setealh jadi Emak-emak saya justeru pengen sekolah lagi. Inspiring

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo Mak Titi....lanjutkan sekolahnya... Dulu aku ogah melanjutkan lagi... Termotivasi teman yang selalu memberi support akhirnya melanjutkan lagi dan alhamdulillah kelar juga... Walaupun dah jadi Emak2 jangan surut langkahnya untuk sekolah lagi...

      Hapus
  30. Good luck lombanya mak.Hiks sedih banget lihat pelajaran sekarang.Kelas tiga SD seperti pelajaran kita SMP dulu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih supportnya ya... Yukk ikutan juga GA ini sekaligus sharring tentang dunia pendidikan dewasa ini...

      Hapus
  31. sedih ya mak kalau anak-anak kita harus mengalami kurikulum yang berganti-ganti. Bahkan yang lebih memprihatinkan predikat "guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa" seolah kian memudar. Tak banyak yang ikhlas mencerdaskan anak bangsa....mau ngasih les harus minta bayaran...seolah semua dinilai dengan uang. memang uang adalah segalanya, tetapi ketika mencerdaskan anak bangsa apakah harus dengan uang, dimana letak kata ikhlas itu.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih Mak atas atensinya... Mungkin hal tersebut bisa dijadikan masukan bagi pemerintah dalam mengembangkan memajukan pendidikan di negeri ini...

      Hapus
  32. Baru berasa saat anak kita mau masuk sekolah ya Mak, cari2 yang paling bagus, namanya juga buat anak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali Mak...saat kita mau cari sekolah ketingkat yang lebih tinggi buat anak2...baru terasa deh yang mana sekolah yang bagus menurut kreiteria dan kebutuhan kita tentunya... Btw, makasih kunjungannya ya...

      Hapus
  33. yg poin no.3 itu itu penting ya mak, kurikulum yang ga ribet dan memberatkan,setuju mak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih Mak Rodame atas atensi dan kunjungannya ya....

      Hapus
  34. Setuju dg kurikulum yg gak ribet itu mak.... spt skrg kurikulum baru, yg disebut kurikulum 2013, teman sy sj yg guru mengeluh krn sbnrnya para guru dan diknas blm siap, tp spt dipaksakan akhirnya guru keteteran dan murid kebingungan..... sukses lombanya mak Rita...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin pemerintah punya itikad baik untuk memperbarui kurikulum...namun bila hal itu justru tambah membingungkan baik bagi guru maupun anak didik mungkin perlu dievaluasi kembali... Sepertinya ada sesuatu yang salah dengan kebijakan baru itu... Makasih ya atas atensinya...

      Hapus
  35. Anehnya, pelajarannya berat tapi bukan difokuskan di ilmu yang setara internasional. Misalnya, Bahasa Inggris. Kelihatannya belum terlalu dalam padahal sangat penting untuk bersaing di dunia kerja nanti.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pelajaran Bahasa Inggris menurutku sudah seharusnya diwajibkan... Karena hal itu sangat penting sebagai bekal anak didik agar mereka nantinya bisa bersaing pada era globalisasi...

      Hapus
  36. Pernah merasakan selama 5 tahun mengajar di sekolah swasta terfavorit di Kota Pontianak. Mengajar di sekolah favorit bukan perkara yang gampang, kedisiplinman tinggi dan tuntutan menjaga kualitas harus dilakukan masing masing guru dan itu sangat memberikan motivasi bersaing positif untuk memajukan sekolah.
    Meskipun sekarang sudah beralih jadi seorang pedagang, namun pembiasaan dalam keseharian ketika mengajar dulu ternyata memberikan efek yang positif

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali Kang pendapatnya itu... Dulu aku sekolah di SMA favorit memang guru2nya dituntut profesional dalam mengajar... Demikian juga siswanya dituntut aktif... Sehingga saat belajar di kelas antara guru dan murid terjadi komunikasi dua arah... Guru mengajarkan materinya seringkali pakai sistem diskusi...

      Hapus
  37. SMA Xaverius 1 ? Aku dulu punya sahabat pena yg sekolah disana, namanya Lili Tri Sari Dewi ZA. Sayang aku kehilangan kontak dengannya sekarang. #OOT

    Mbak, gutlak ya utk lombanya... sekarang giat ikut lomba ya? Aku malah sekarang jarang nulis :(

    BalasHapus
  38. Ohya...? Angkatan brp beliau? Kalo aku angkatan thn 1987... Iya nuh Mbakk.aku skrg sdg getol ikut GA...hehe.. Makasih ya Mbak atas kunjungannya...

    BalasHapus
  39. Sekolah dengan fasilitas pendidikan maksimal namun tetap terjangkau semua lapisan masy, mungkin gak ya? hehe..
    Semoga sukses di GA ini ya mbak... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin aja Mbak ada sekolah seperti itu... Tinggal niat baik saja baik dari pemerintah maupun swasta untuk merealisasikannya...

      Hapus
  40. Sekarang memang ada juga sekolah alam mbak...keren ya, sekolah bisa dimana saja. Cuma memang, semakin kesini, kurikulumnya rada berat ya. Padahal, tak semua siswa itu kemampuannya sama, lo. Belum lagi sarana dan fasilitas, yang kadang tidak lengkap. Mudaha-mudahan di era kepemimpinan Presiden yanga baru ini, dunia pendidikan lebih mendapat perhatian lagi. Seandainya yang sekarang digadang-gadangkan bakalan jadi menteri pendidikan adalah Anies Baswedan yang notabene adalah rektor salah satu Universitas ternama di Jakarta, aih, saya penasaran, gebrakan apa yang akan dia bikin tuk dunia pendidikan kita nanti.. Smg gebrakannya cetar membahenol, hehehe...Suskes ya mbak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Harapan kita bersama Mbak semoga dgn adanya pimpinan baru negeri ini bisa mengangkat permasalahan dalam dunia pendidikan menjadi lebih baik... Makasih kunjungannya ya Mbak...

      Hapus
  41. Kurikulum sering berganti seiring menteri pendidikannya yang ganti-ganti juga. :3 Kurikulum bolehlah diperbaiki, tapi harusnya tidak memberatkan para anak-anak usia dasar. kasihan :'(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seputar masalah pendidikan ujung2nya pastilah masalh kurikulum yang mengganggu ya... Makasih Mbak atas atensi dan kunjungannya....

      Hapus
  42. Kunjungan balik nih mbak Rita.
    Ini GA mbak arin kan mbak. Aku belum dapat ide untuk lomba ini, soalnya udah kesalip ide keren teman-teman yang lain, ahahaaa...
    Gutlak GA-nya ya mbak, dan salam kenal untuk mbak Rita

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo Mak...buruan cari ide biar bisa ikut GA ini msh ada waktu koq..... Resikonya kalo telat daftar ide keburu diambil yang lain, hehe... Btw, makasih kunjungannya ya...

      Hapus
  43. Semoga sekolah-sekolah di negeri tercinta ini memiliki setidaknya tiga hal penting tersebut ya, Mbak Rita. Aamiin....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih Pak Ahmad atas atensi dan kunjungannya....

      Hapus
  44. Prinsipnya saya setuju dengan semua poin diatas mak.
    Semoga suatu saat nanti banyak sekolah yang nyaman dan aman untuk anak-anak penerus bangsa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasi atas atensi dan kunjungannya ya Mak...

      Hapus
  45. Aamiin. Semoga memang tdk akan ada lagi sekolah2 yg buruk dari segi kualitasnya. Semoga tdk akan ada lagi sekolah2 yg mau roboh dll

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih atas atensi dan kunjungannya ya Mbak...

      Hapus
  46. yang poin ketiga itu nyaris sama kaya aku mbak..
    makin sini pelajaran anak SD makin susah, tapi makasudnya sih pasti baik ya :) kita mah dukung aja deh pokoknya :))

    Btw, good luck yah ngontesnya^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya pastinya maksud pemerintah baik tuh...membuat kurikulum yang baku... Sayangnya koq terasa memberatkan ya? Btw, makasih atensi dan kunjungannya ya Mbak...

      Hapus
  47. Sekolah Impianku Akabri Darat dan saya berhasl mewujdukannya Jeng.
    Semoga berjaya dalam GA
    Salam hangat dari Surabaya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah ya Pakde..sekolah impiannya masuk Akabri terwujud... Mksh kunjungan dan atensinya...

      Hapus
  48. sekolah impian dengan guru impian yang mendidik tak hanya mengajar selalu menjadi impian

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siipp...sekolah impian dgn guru2 yg mendidik memang menjadi idaman ya... Tq sdh berkunjung kemari...

      Hapus
  49. Perasaan saya sudah membaca dan berkomentar di sini, kok ga ada ya, mungkin koneksi internet waktu itu kurang joss...

    Tiga hal itu sungguh impian saya juga, Mbak. Semoga ke depan impian ini menjadi keadaran bersama sehingga segera bisa terwujud di negeri tercinta ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih sudah berkunjung dan memberikan komentar di sini... Harapan kita bersama tentunya agar sekolah impian bisa terwujud di negeri ini...

      Hapus
  50. Sekolah impian gak cuma materi & cara mengajar yang bagus tapi menurutku juga suasana nyaman dan aman untuk anak didiknya ya mb..

    BalasHapus
  51. keliatan'y ibu2 skrg pada bingung dgn kurikulum yg baru trus ya mak?saat syafieq sekolah nanti kurikulumnya masih gonta ganti trus ga ya? ^-^

    BalasHapus

Terimakasih atas kunjungan dan komentarnya ya...