IKLAN

Rabu, 15 April 2015

Telor Cendrawasih, Oleh-Oleh Unik Khas Tanah Papua



Hmmm...ngomong-ngomong soal oleh-oleh, pastinya kita semua tidak ada yang menolak kan kalau dapat oleh-oleh dari seseorang ketika dia kembali dari bepergian? Tak terkecuali diriku, senang sekali bila dapat oleh-oleh. Dulu, aku tak begitu peduli dengan oleh-oleh berupa barang-barang khas dari suatu daerah. Belakangan kini aku justru berburu barang-barang oleh-oleh itu. Aku ubek-ubek lagi lemari di rumah mencari oleh-oleh yang terabaikan. Ketika aku menemukan barang-barang itu, buru-buru deh aku simpan rapi dalam lemari pajangan. Menurutku sih sudah selayaknya kita menghargai oleh-oleh pemberian entah itu dari sahabat, keluarga atau kolega kita. Makna yang tersirat dari pemberian oleh-oleh itu menurutku sih sangat dalam. Tak hanya sekedar pemberian semata namun ada rasa empati yang yang kental ketika seseorang memberikan oleh-oleh. Artinya, si pemberi oleh-oleh itu tentunya sangat menghargai kita. Oleh karenanya sudah sepantasnya ya kita menghargai pula oleh-oleh yang diberikannya pada kita.



Tak sekedar senang menerima oleh-oleh tetapi aku juga senang lho membagikan oleh-oleh juga kepada sahabat, keluarga atau kolega. Misal, ketika aku bepergian dari suatu tempat, yang terpikir pertama kali itu ya oleh-olehnya nanti mau beli apa buat mereka? Minimal, gantungan kunci atau magnet kulkas, yang bentuknya kecil dan bisa diborong dalam jumlah yang banyak. Mklum, yang mau dibagikan oleh-oleh banyak jumlahnya, lagi pula harganya kan tak terlalu menguras dompet, hehe...

Nah, berbicara tempat membeli oleh-oleh, biasanya sih di hampir tiap kota ada pusat oleh-oleh. Cukup mendatangi tokonya, kita akan mendapatkan banyak macam dan ragam oleh-oleh apa saja yang ingin dibeli. Mulai dari pernak-pernik seperti gantungan kecil, magnet kulkas, kipas, dompet kecil dan aneka jenis oleh-oleh lainnya. 



Hmmm...kembali lagi nih pada cerita oleh-oleh yang pernah kudapatkan. Dari sekian banyak oleh-oleh yang pernah aku dapatkan, ada satu yang paling aku suka. Aku pernah mendapatkan oleh-oleh unik dari saudara sepupuku ketika dia tugas di Merauke, Papua. Oleh-oleh apa ya? Sebuah telor burung Cendrawasih yang ukurannya cukup besar. Di sisi luar dari telor itu dipenuhi dengan pahatan lukisan-lukisan khas Papua. Kenapa aku suka sama oleh-oleh yang satu ini? Ada beberapa alasan, diantaranya:

1. Telor Cendrawasih ini dibawa langsung dari Merauke, Papua. Tepatnya di distrik Jagebob Merauke. Ketika itu, saudara sepupuku itu sedang bertugas di Merauke. Dia saat itu menjadi tenaga survey pemetaan dari kantor Agraria. Menurut ceritanya, lokasi survey itu berada sekitar lima kilometer dari perbatasan Indonesia dengan Papua Nugini. Ketika itu daerah perbatasan sedang dalam konflik dan kondisi tidak aman. Di mana-mana ada pemberontak. Kalau sedang sial bisa kena tembakan para pemberontak di perbatasan Indonesia-PNG. Para pemberontak itu menuntut untuk merdeka dan menjadi negara sendiri yang terpisah dari Indonesia. Untungnya sih saudara sepupuku itu bersama timnya selama bertugas di sana masih dilindungi Sang Pencipta. Setelah tiga bulan survey di daerah perbatasan, akhirnya bisa kembali lagi ke daerah asal dengan selamat bersama timnya.

2. Telor Cendrawasih ini usianya sudah cukup tua lho. Namun hingga saat ini kondisinya sangat baik, walau sebelumnya sempat terabaikan alias tak mendapat perhatian penuh. Kalau aku tak salah ingat, aku mendapatkan oleh-oleh itu sekitar tahun 1984-an. Berarti telor Kaswari itu bisa dikategorikan benda antik dong, secara usianya kan sudah sekitar 31 tahunan kan?

3. Telor Cendrawasih ini bentuknya sangat unik, penuh dengan pahatan lukisan-lukisan khas tanah Papua. Aku tak bisa bayangkan bagaimana caranya seniman Papua membuat pahatan lukisan pada dinding telor Cendrawasih itu? Secara yang aku tahu tekstur telor itu kan rapuh dan mudah pecah. Namun pada telor Cendrawasih itu pahatan lukisannya sangat bagus dan rapi. Pantaslah bila disebut bercitarasa seni yang cukup tinggi karena keunikannya.

4. Burung Cendrawasih  itu kan habitat aslinya hanya ada di Papua. Burung Cendrawasih ini habitanya sudah tak banyak lagi dan termasuk satwa langka. Kini burung Cendrawasih menjadi salah satu jenis satwa yang dilindungi dan dilarang untuk diburu. Nah, ketika aku bisa memiliki telor Cendrawasih sebagai oleh-oleh khas tanah Papua tentunya momen ini sangat berharga bagiku karena tak semua orang bisa memiliki benda ini saking langkanya.

Kalau sahabat ingin tahu penampakan telor Cendrawasih  yang kumaksud, berikut aku posting gambar-bambarnya ya....

Telor Cendrawasih, ada lukisan khaas Papua 
ada tulisan "Kenang-kenangan JAGEBOB - MRK" Thamrin

Pada sisi lainnya ada lukisan burung Cendrawasih, keren ya...


Nah...yang ini ada lukisan Peta Papua, gak kalah keren nih...


Nah, itulah sekelumit cerita tentang oleh-oleh paling berkesan yang pernah kudapatkan. Bagaimana ceritamu? Yuk berbagi kisah  dan ikuti pula giveway yang diadakan Miss Fenny ya...

Tulisan ini diikutsertakan dalam (Birthday Giveaway) Oleh-oleh Paling Berkesan
bersama Miss Fenny


42 komentar:

  1. apik banget ya oleh2 nya aku yo mau mbak dikasih oleh2 seperti itu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mba.. apik tenan...tak kasih ke Mba Dwiex ya kalo aku ke Papua..hehe..

      Hapus
  2. cantiknyaaa....kebayang gimana rumit menghias telur yang kulitnya tipis gitu ya mba...priceless deh...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih Mab Dewi Rika atas atensinya ya..

      Hapus
  3. Uwaaa unik bangettt telurnya.ukirannya cantik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Mba...unik dan cantik ya ukurannya...

      Hapus
  4. bagus bangettttttttttttt...inget dulu di rumah ada oleh-oleh dari Papua gt. Anak panah & busurnya, trus ada hiasanyanya bulunya burung cendrawasih..cantik sih, tp mdhn bulunya diambil dari burung Cendrawasih yg udah mati ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ohh punya juga ya oleh2 khas Papua? Burung Cendrawasih adalah satwa langka yg dilindungi, mgkn saat ini sdh gak boleh lagi diambil bulu dan telornya ya, kecuali utk penangkaran...

      Hapus
  5. duuh cantiknya itu telur, jadi penasaran itu kulit telurnya tebel gak ya?
    semoga sukses GA nya, ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kulit telurnya lumayan tebal dan keras Mbak.. Mungkin karena itulah bisa dibuat pahatan ukiran pada dindingnya...

      Hapus
  6. ouw..baru tau soal telur ini mak..unik, kreatif.....penuh bakat dah...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali Mbak... unik dan kreatif ya hasil seni ukir telur itu..

      Hapus
  7. Balasan
    1. saya ikut blognya boleh ngga yah?

      Hapus
    2. Silahkan...dengan senang hati...

      Hapus
    3. Mbak Wida Zee...makaasih atensi dan kunjungannya ya...

      Hapus
  8. Oleh2 telor kaswari yang keren banget ini, Mbak.

    BalasHapus
  9. wah, bagus banget itu oleh-olehnya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih Mbak Keke Naima atas atensi dan kunjungannya...

      Hapus
  10. Punya cinderamata khas Papua dari telor yang diukir, keren banget sih! Btw, itu dipahatnya bagaimana ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga gak paham gimana cara memahat lukisan pada dininding telur itu.. yg jelas perlu alat khusus dan ketrampilan ya agar telurnya tdk pecah..

      Hapus
  11. wah unik ya. beneran telur itu ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Telurnya beneran Mbak.. Telur burung cendrawasih.. Entahlah apa sekarang ini masih ada telur spt itu mengingat cendrawasih adalah burung yang dilindungi..

      Hapus
  12. telurnya keren..pengen juga punya oleh2 dari papua deh

    BalasHapus
  13. Keren mba lukisannya, pengen 1 dong :D

    BalasHapus
  14. waah, usia telur Cendrawasihnya malah lebih tua dari umurku.. hihi

    Goodluck buat GA-nya yah buu, semoga jadi salah satu pemenang :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huaa....si telur usianya lebih tua ya dari usianya mbak Rani, hehe... btw, mksh atas atensinya ya...

      Hapus
  15. Indah sekali, ya. Good luck untuk giveawaynya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mksh mbak Indi atas atensinya ya...

      Hapus
  16. Wah unik ya Mbak oleh-olehnya. Goodluck buat Giveaway !

    BalasHapus
  17. Uniiiik banget, duh kebayang deh rumit ngukirnya. Makasih dah ikutan GA Fenny, tercatat ya mbak ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama2 Mbak Fenny... aku juga senang ikut GA-nya mbak Fenny...

      Hapus
  18. Mbak...itu dilukis atau diukir ya telornya?

    BalasHapus
  19. Cantik banget itu telor cendrawasihnya, ngerjainnya pasti penuh tingkat kesulitan tinggi

    BalasHapus

Terimakasih atas kunjungan dan komentarnya ya...