IKLAN

Sabtu, 06 Juni 2015

Cara Bijak Gunakan Kartu Kredit

"Kartu kreditnya dipotong saja ya?"
"Lho...koq dipotong, memangnya kenapa?"
"Punya kartu kredit itu membebani, itu kan hutang yang harus dibayar?"
"Hmm...kayaknya nggak deh, kayaknya aku masih butuh banget dengan kartu kredit."



Itulah percakapan singkatku dengan suami ketika diawal pernikahan dulu. Suamiku menyarankan untuk menutup rekening kartu kredit. Alasannya, kartu kredit itu sama dengan hutang. Sementara aku merasa memiliki kartu kredit adalah kebutuhan. Pada akhirnya, saran suamiku untuk menutup rekening kartu kredit terpaksa deh tak dapat aku penuhi. 

Menurutku punya kartu kredit saat ini bukanlah sesuatu yang membebani. Jikalau kita bijak dalam penggunaannya malah bisa terbantu untuk urusan finansial dalam keluarga. Pengalamanku, aku menggunakan kartu tersebut sejak tahun 2000 hingga kini. Alhamdulillah belum pernah ada masalah. Baik itu kelebihan limit penggunaan maupun kemampuan membayar. Itu karena aku memanfaatkannya secara bijak.

Beragam fasilitas yang disediakan dari pemberi jasa kartu kredit kadangkala membuat kita lupa diri. Semua pengen diambil dan dibeli. Terutama promo-promo menarik yang ditawarkan melalui news letter. Tiap bulan news letter dilayangkan berbarengan dengan tagihan yang harus dibayar. Kalaupun tidak ada tagihan biasanya news letter tetap dikirimkan kepada konsumen.

Pernah suatu kali petugas pada bagian kartu kredit bertanya padaku. 

       "Ibu menjadi pengguna sejak tahun 2000 ya?"
       "Hmm...aku lupa, Mbak. Koq Mbak bisa tahu?"
       "Nih...dari data yang tertera di kartu ini menunjukkan ibu sejak tahun 2000 memiliki kartu ini."
       "Ohh gitu ya...," aku manggut-manggut. 

Begitulah, saking lamanya memiliki kartu kredit aku sampai lupa kapan pertama kali membuatnya. Yang kuingat kala itu ada mbak-mbak cantik dan mas-mas ganteng datang ke kantor tempatku bekerja. Mereka merupakan sales pemasaran kartu pembiayaan terkemuka. Kala itu yang namanya kartu kredit merupakan barang baru. Belum banyak yang tahu apa fungsi dan manfaatnya.. Kala itu belumlah sefamiliar dikalangan masyarakat seperti sekarang ini. Dulu  identik dengan kartu untuk berhutang. Begitulah mindset dari teman-temanku yang ikut mengajukan aplikasi kartu yang ditawarkan. Mereka beranggapan punya kartu kredit berarti bisa mendapatkan hutang di tempat lain, yaitu notabene ada pihak pemberi talangan yang akan membayar hutang-hutang belanja. Hutang belanja? Ya, hutang belanja! Karena pemahaman masyarakat awam punya kartu kredit berarti bisa belanja dengan cara berhutang.

Maka ketika banyak sekali orang yang terjerat hutang akibat kelebihan limit pemakaian, jangan salahkan pihak yang memberi talangan. Atau jangan salahkan merchant-merchant yang menawarkan produk-produk yang memang sedang kita butuhkan. Tetapi salahkan diri sendiri yang kurang paham akan fungsi dan kartu itu sendiri.

Apa sih fungsi dan kegunaan kartu kredit?

Fungsi utamanya adalah sebagai alat pembayaran di merchant-merchant yang ditunjuk pihak perbankan. Disamping itu juga berfungi untuk pengambilan dana tunai di ATM  penerbit kartu. Tetapi pengambilan dana tunai ini adalah disarankan untuk kepentingan yang urgent.

Berdasarkan pengalamanku, aku menerapkan prinsip-prinsip cara bijak penggunaannya seperti ini:

1. Pahami bahwa kartu kredit bukan tempat untuk berhutang.

2. Batasi pemakaian ketika berbelanja. Walaupun kartu itu  berfungsi sebagai alat pembayaran di merchant-merchant yang ditunjuk tetapi tidak serta merta setiap belanja kita bayarnya pakai kartu. Kalau seperti ini bisa-bisa jebol urusan keuangan kita. Olehkarenanya, jangan kemaruk belanja bila berada di mall. Belilah barang-barang yang memang kita butuhkan. Yang sering terjadi kelebihan limit pemakaian karena kita tak menyadari ketika sedang belanja semua dibeli. Itu terjadi karena saat berbelanja kita tidak mengeluarkan uang tunai sehingga menjadi lupa diri ketika belanja. Perilaku seperti inilah yang sering membuat seseorang terjerat hutang.

3. Jangan mudah mengambil dana tunai bila tidak urgent peruntukannya.

4. Jangan mudah tergiur dengan promo dan penawaraan menarik, padahal kita tidak membutuhkannya.

5. Bayarlah tagihan sebelum jatuh tempo. Lakukan pembayaran sesegera mungkin dan tepat waktu. Jangan mencicil hutang tagihannya. Bayarlah secara penuh pada bulan berikutnya. Ini untuk menghindari tagihan bunga yang membengkak dan terkena denda bila telat membayar.

Kalau kita komit dengan hal-hal di atas, insyaAllah deh tak akan terjerat dengan hutang dan tagihan yang melonjak. Pengalamanku, malah aku ditawari untuk menaikkan limit kredit. Kebetulan aku punya dua buah. Tetapi aku menolak tawaran menaikkan limit karena untuk saat ini aku belum membutuhkan dananya. Harus diingat bahwa dengan adanya kenaikan limit berarti akan menambah beban biaya tahunan yang berarti kita harus mengganti jenis kartu dari  perak ke emas, misalnya.

Nah...berbicara tentang kartu kredit, sekarang ini kita dapat mengetahui informasi lebih lanjut di cermati.com. Situs tersebut dapat diakses dengan mudah oleh siapa saja yang membutuhkan informasi penting seputar keuangan dan finansial. Termasuk juga menyediakan informasi penting tentang kartu kredit. Bila sahabat blogger ingin tahu lebih lanjut mengenai seluk-beluk tentang hal itu, bisa mengunjungi situs dimaksud. Kalian akan mendapatkan informasi yang berimbang dan mendapat pencerahan. Momok yang menakutkan sebagai kartu berhutang tidak akan terbayang lagi dalam mindset kalian.

Kenapa harus mengunjungi cermati.com?

1. Situs tersebut terpercaya dan sudah dikenal luas dalam versi dunia maya yaitu berisi informasi penting seputar keuangan dan finansial.
2. Kalau kita cermati kita akan mendapatkan informasi tentang fitur-fitur yang tersedia dengan sangat detil, mulai dari cara aplikasi, ragam bonus, cara pembayaran, hingga promo-promo menarik dari penyedia jasa dan penerbit kartu.
3. Dengan mengunjungi situs tersebut kita akan mendapat pencerahan dan mengubah cara pikir tradisional seputar kartu kredit. Sehingga dengan pemahaman baru kita tidak lagi menjadikan kartu dimaksud sebagai momok hutang, namun bisa sebagai sahabat dikala dibutuhkan.
4. Setelah mendapatkan informasi yang pas dan berimbang maka kita akan dibimbing kita untuk menjadi konsumen yang bijak menggunakan kartu kredit dalam kehidupan sehari-hari.

Nah...ada sahabat yang tertarik? Yuk pahami esensinya insyaAllah kartu kredit milikmu tak jebol lagi ya...




32 komentar:

  1. *Mulai tergoyahkan* Mak, saya sangat antipati sama kartu kredit sebelum ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tak ada salahnya mencoba memiliki....kalo aku sgt berguna ketika aku butuh dana tunai secara mendadak.. ketika itu terjadi bisa memakai kartu kredit dan tak bingung mencari pinjaman... Mau pinjam ke teman atau tetangga kan malu banget ... Asalkan setelah gajian langsung dibayar penuh pd bulan berikutnya...

      Hapus
  2. saya yang termasuk suka "lupa diri" mak.. tau tau tagihan membengkak :((

    BalasHapus
    Balasan
    1. "lupa diri" itu memang biasanya menyerang para Emak, hehe... Kudu diinget2 terus Mak jgn sampai kebablasan ketika berbelanja...

      Hapus
  3. saya gak berani bikin kartu kredit mbak, soalnya ya itu gampang sekali tergoda promo, nanti malah jebol, manajemen keuangan juga belum bener mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe....tak memiliki kartu kredit juga sebuah pilihan, gak apa2 Mbak... Kalo aku pake kartu kredit biasanya pas mampir ke toko buku...trus ada buku bagus byk banget dan aku pengen banget memiliki buku itu... bayarnya pake kartu kredit aja, hehe..

      Hapus
  4. saya masih takut mbak bikin kartu kredit :)

    BalasHapus
  5. Balasan
    1. Ohh gak apa2 Mbak... gak punya kartu kredit juga pilihan koq.. mksh ya sdh berkunjung kemari...

      Hapus
  6. Banyak kemudahan yg memang ditawarkan bagi pengguna CC, terutama bagi mereka yg mobilitasnya tinggi. Selain utk membayar belanjaan, CC bisa dipake saat memesan tiket dan berbagai kemudahan lainnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuppss...bertul sekali Mbak Uniek...belakangan ini byk sekali fitur2 menarik dan memudahkan bagi pengguna CC..

      Hapus
  7. aku masih pakai debet mba, padahal banyak penawaran seru ya untuk yang punya kartu kredit :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. yupss...gak apa2 Mbak pake debit juga oke koq...

      Hapus
  8. belum berani bikin kartu kredit mba :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gak...apa2 Mbak...itu juga pilihan koq ...mksh ya atas kunjungannya....

      Hapus
  9. semuanya tergantung si penggunanya ya mbak,jika bijak dalam menggunakannya maka masalah finansial tidak akan terganggu :))
    Terimakasih tipsnya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali Mbak Nindi...semua tergantung diri kita masing2 menggunakan CC agar tak mengganggu urusan finansial kita.. mksh atensinya ya...

      Hapus
  10. Aduh saya belum berani ambil kartu kredit, karena memang suami tidak mengizinkan...hehehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe..gak apa2 Mbak..mksh kunjungannya ya..

      Hapus
  11. wah, selama ini saya paling alergi dgn kartu kredit. ternyata semua tetap tergantung sang pemilik ya, bijak menggunakannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya mbak Ani, semuanya tergantung kpd si pemilik kartu utk memanage pemakainnya agar terkendali...

      Hapus
  12. Aku juga sangaaat berhati2 sama kartu mbaaak...
    Hanya punya satu kartu saja dan hanya dipergunakan pada saat emergency aja mbak...

    Makasih banyak atas share-nya yah mbaak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menggunakan CC saat emergency adalah salah satu langkah yg tepat agar agar CC terkontrol.. mksh atensinya ya...

      Hapus
  13. Kartu kredit itu sering bikin lupa diri mbak. menurutku sih. Memang harus bijak menggunakannya. makasih ya infonya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mksh Mak Susindra atas atensinya ya...

      Hapus
  14. kalau digunakan secara bijak, kartu kredit juga mendukung travelling *_*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali mbak Prima, terutama utk bayar tiket ya...

      Hapus
  15. Kuncinya .... memang harus bijak ya Mbak ...
    Buktinya Mbak Rita bisa mengelolanya :)

    BalasHapus
  16. Yang penting harus bisa mengendalikan diri kita sendiri ya mbak, supaya tidak terjerat utanga piutang :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. yupss...tepat sekali mbak Tanty...kendalikan dari diri kita sendiri agar CC tak jebol...

      Hapus

Terimakasih atas kunjungan dan komentarnya ya...