IKLAN

Jumat, 19 Juni 2015

Menyusuri Sungai Musi dan Wisata Sejarah Budaya


Siapa yang tak kenal dengan Sungai Musi? Sungai Musi begitu populer di seantero negeri ini lantaran di tengahnya berdiri bangunan kokoh nan megah. Bangunan itu adalah Jembatan Ampera. Sungai Musi membelah kota Palembang menjadi dua bagian, yaitu kawasan seberang ulu dan kawasan seberang ilir. Pemerintah setempat tengah giat-giatnya mempopulerkan Palembang sebagai kota tujuan wisata nusantara. Daya tarik Sungai Musi dengan Jembatan Ampera serta latar belakang sejarahnya menjadi nilai jual bagi industri kepariwisataan kota ini.

JEMBATAN AMPERA



PLAZA Benteng Kuto Besak (BKB)

Nah....karena ingin menikmati eksotika Sungai Musi dan wisata sejarah budaya di kota Palembang, aku meluangkan waktu menyusurinya melalui jalur darat alias naik kendaraan mobil bersama sahabatku, Idah.

BENTENG KUTO BESAK

Dimulai dari kawasan Plaza BKB (Benteng Kuto Besak). Dari tempat ini kita bisa melihat dengan jelas Jembatan Ampera yang berdiri kokoh. Bangunan ini dulu diresmikan oleh Presiden Soekarno sebagai pampasan perang dari pemerintah Jepang. Di Plaza BKB terdapat restoran River Side yang menyediakan kuliner khas Palembang. Di seberang resto terdapat bangunan kokoh Benteng Kuto Besak.

RESTO RIVER SIDE

Pada sore hari tempat ini ramai dikunjungi masyarakat untuk bersantai. Dan ketika beranjak malam akan semakin ramai lagi. Beragam dagangan gerobak maupun tenda tersedia sebagai pelengkap kuliner di lokasi ini.

MUSEUM SMB-II

Beberapa puluh meter dari tempat ini berdiri bangunan Museum Balaputera Dewa. Setiap malam minggu sering dipentaskan atraksi seni budaya lokal yang dikenal dengan Dul Muluk. Di seberang Plaza BKB ada juga tempat bersejarah, namanya Kampung Kapitan. Di Kampung Kapiten terdapat tiga buah rumah yang merupakan peninggalan dari saudagar Cina.

KAMPUNG KAPITEN 

Setelah puas berlama-lama di Plaza BKB, aku dan sahabatku beranjak menuju seberang ulu. Untuk ke seberang ulu kami menyeberangi Sungai Musi melalui Jembatan Ampera. Banyak juga sih orang yang mengambil foto-foto dengan latar belakang Jembatan Ampera. Ini pasti warga dari luar kota yang tak mau kehilangan momen berfoto di ikonnya kota Palembang. Dari atas Jembatan Ampera kita dapat melihat bangunan  Pasar 16 Ilir, sebagai pusat perdagangan. Kini Pasar 16 Ilir sudah dipugar namun masih ada beberapa bangunan asli yang dipertahankan karena mengandung nilai seni budaya yang tinggi. Dari atas Jembatan Ampera pula kita bisa melihat pabrik PUSRI, penghasil pupuk terkenal di negeri ini. Dan terlihat pula di kejauhan kilang-kilang minyak milik Pertamina di Sungai Gerong.

 PASAR 16 ILIR

Sampai di seberang ulu, mobil kami berbelok ke kiri ke arah Plaju. Di persimpangan jalan Naga Swidak mobil berbelok arah ke sebelah kiri memasuki Jalan KH.AAzhari. Masih dari dalam mobil, kami menyusuri jalan tersebut yang tepat berada di tepian Sungai Musi. Di sini tepatnya di kampung 14 Ulu terdapat Kampung Arab, sebuah kampung yang berlatar belakang sejarah. Di kampung ini masih banyak rumah-rumah asli yang berusia puluhan bahkan ratusan tahun.

KAMPUNG ARAB 

Dari seberang kampung 14 ulu kita bisa melihat bangunan masjid Lawang Kidul dari kejauhan. Masjid Lawang Kidul ini dibangun oleh Kiayi Muara Ogan (nama aslinya adalah Mgs. H. Abdul Hamid). Selain membangun Masjid Lawang Kidul beliau juga membangun Masjid Kimerogan di daerah 1 ulu. Perjalanan menyusuri Sungai Musi berlanjut sampai di kawasan Bagus Kuning.


MASJID LAWANG KIDUL

Dari kawasan Bagus Kuning kita bisa menyaksikan Pulau Kemaro di seberang sungai. Bangunan pagoda yang didominasi warna merah khas Cina terlihat cukup jelas. Ada kapal motor yang disewakan bila kita ingin menyeberang ke Pulau Kemaro. Tetapi kalau kita ingin jarak yang lebih dekat menyeberang ke Pulau Kemaro sebaiknya dari pabrik ban di Sungai Selincah. Tak sampai 10 menit sudah sampai di Pulau Kemaro. Kisah cinta antara Siti Fatimah (putri raja Sriwijaya) dengan saudagar Cina bernama Tan Bun Ann menjadi begitu melegenda dan menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung. Di Pulau Kemaro terdapat pohon cinta. Konon pohon tersebut menjadi saksi kisah cinta dua insan berbeda latar belakang tersebut.

PULAU KEMARO

Puas memandangi Pulau Kemaro dari kawasan Bagus Kuning, mobil kembali berbalik arah. Kali ini menuju ke arah Kertapati. Kami menyusuri Jalan Fakih Usman yang berada di tepian Sungai Musi. Untuk sampai ke Masjid Kimerogan harus melalui  Jembatan Ogan.

MASJID KIMEROGAN

Setelah puas mengitari pesisir Sungai Musi, kami kembali lagi ke Plaza BKB. Kami singgah di sebuah resto cepat saji untuk menyantap makanan pengisi perut. Maklumlah, setelah keliling-keling dengan si cantik Toyota Agya, rasa lapar pun terbit.   Ughh...untung kami jalan-jalang menggunakan Toyota Agya, sangat pas untuk kondisi Kota Palembang yang mulai padat dan macet. Di mana-mana macat, sudah hampir menyamai kondisi ibukota Jakarta kayaknya. Terutama pada jam-jam sibuk, sering terjadi kemacetan di jalan raya.

Nah...kelebihannya menggunakan Toyota Agya sebagai sarana transportasi, selain tampilannya yang modis khas cewek, bentuknya yang rampingpun bisa leluasa menembus kemacetan di jalan raya. Ohh...pantas saja sahabatku Idah memilih mobil ini sebagai kendaraan pribadinya. Sangat cocok dan pas sesuai kebutuhan personalnya. Makasih ya Idah....sudah mengajakku jalan-jalan menyusuri tepian Sungai Musi...

Bersama si cantik Agya milik Idah, 
sayangnya Idah gak mau diajak foto...beda sama aku yang selalu narsis..


30 komentar:

  1. malu kali narsis sama mamahnya, hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe..mksh mbak sdh berkunjung kemari..

      Hapus
  2. jembatan musi kayaknya destinasi wajib kalu ke sumsel :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Mbak...kalo ke Palembang mrk pasti singgah di Jembatan Ampera..dan foto2 di sana..

      Hapus
  3. Udah pernah ke Palembang tapi singgah semalam saja, belum puas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo Mbak Lusi...kapan mau ke Paalembang lagi? Kita copy darat..

      Hapus
  4. Oya, site infonya alexa itu tulisan "yoursite.com" di code widgetnya dihapus saja, diganti dg "www.rita-asmara.com".

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ohh gitu ya? Mksh infonya ya... selama ini kalo mau cek alexa kudu masuk dulu ke site info trus ngetik manual alamat blognya...ribet dan butuh wkt..

      Hapus
  5. Jarang pulang ke Palembang, kalau pun pulamg, sibuk dengan silahturahim di waktu yg sempit. Jadi belum pernah euy datangi banyak tempat di atas.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ohh..mbak Donna asli Palembangkah? Lebaran mudik gak nih? Kita bisa ketemuan...

      Hapus
  6. wah, jalan seharian nih keliling Palembang ya mak...seru..kalau bukan sengaja meluangkan waktu, gak akan kecicip tempat wisatanya ya, hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe.. Iya Mbak..menyusuri Sungai Musi via darat...

      Hapus
  7. baca postingan ini jdi makin pengen ke palembang nih mak rita ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayo nih Mbak Aira...kapan mau ke Palemvang? Aku tunggu ya...

      Hapus
  8. Belum pernah kepalembang mba.... Nanti ajak aku jalan2 ya kalau kesana

    BalasHapus
    Balasan
    1. sip..sip.. ntar kalo ke Palembang aku ajak jalan2 keliling Palembang ya Mbak...

      Hapus
  9. Pengen pempeknya mana mba?. eh #gagalfokus

    Aku belum pernah kesini neh, kapan ya. Aku kalau ke palembang pengen puas-puasin makan pempek.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayoo..mbak Lis..kapan berlibur ke Palembang..makan pempek sepuasan..

      Hapus
  10. aaaah....salah satu tempat favorit kami...ada keluarga juga di sini dan banyak tempat yang bisa dikunjungi. Plus pempeknya ituuuu lhooo...menggoda bangeeet :)..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ohh ya..? Mbak Indah punya keluarga di Palembang? Kapan Mbak mau ke sini...ntar kita jalan2...trus diakhiri makan pempek di tempat yang enak...hehe..

      Hapus
  11. Kapan ya aku bisa menginjak tanah sumatera, ingin sekali ke sana, di Palembang ada teman yang bersedia menampung, tinggal mikir ongkosnya kesana hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe...ayo Mba Evrina..nabung dikit2 biar bisa ke Palembang..kita jalan2 muter2 kota Palembang..

      Hapus
  12. jembatan musi kayaknya destinasi wajib kalu ke sumsel :)

    BalasHapus
  13. baca postingan ini jdi makin pengen ke palembang nih mak rita ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yukk Mba Vani..kapan nih ke Palembang?

      Hapus
  14. pengin kesitu tapi belum diberi kesempatan sama allah buat kesitu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. aminn..insyaAllah ya bisamampir ke situ..

      Hapus

Terimakasih atas kunjungan dan komentarnya ya...