IKLAN

Minggu, 27 September 2015

Next Time To Bogor


Gaya hidup masyarakat saat ini sangat membutuhkan piknik. Konon, rutinitas sehari-hari membuat orang merasa jenuh. Olehkarenanya orang butuh meluangkan waktu untuk rehat sejenak dari rutinitasnya. Caranya, melakukan piknik atau tamasya. Piknik dapat pula diartikan pergi ke suatu tempat di luar kota untuk bersenang-senang dengan membawa bekal makanan. 

Ngomong-ngomong soal piknik, waktu masih SD, aku pernah piknik bareng teman sekolah. Yang mengkordinir adalah guru kelas. Masih kuingat, kami ramai-ramai naik bus yang telah disiapkan. Masing-masing membawa bekal makanan. Tujuannya adalah ke Taman yang ada kolamnya di GOR simpang Kampus. Tempat itu dulu penuh pohon-pohon rindang. Pas banget dijadikan tempat piknik. Di bawah pohon rindang itulah kami duduk-duduk menikmati bekal yang dibawa. Suasananya sejuk banget. Angin bertiup sepoi-sepoi. View-nya juga enak dipandang karena menghadap ke kolam yang ditumbuhi teratai.


Taman GOR Kampus

Sabtu, 26 September 2015

Masa Kecilku Masa Yang Berkesan


Kalau mengenang masa kecilku dulu, hanya ada satu kata terucap "indah dan menyenangkan". Banyak hal-hal terjadi yang masih terekam jelas dalam benakku. Satu hal yang membuat masa kecilku indah dan menyenangkan adalah aku tak pernah kehilangan masa bermain. Beda dengan anak-anak jaman sekarang, mau main saja susah ya. Pilih tempat mainnya di mall. Kira-kira anak jaman sekarang punya kesan indah nggak ya bila mereka dewasa nanti? Adakah kesan indah bagi mereka ketika mengingat masa kecilnya dihabiskan main di mall?

Dalam dekapan kasih sayang orangtuaku

Aneka Pempek Palembang


Kalau menyebut kata pempek ingatan orang pasti tertuju pada kota Palembang. Yupss...karena pempek memang identik dengan Palembang. Boleh dikata, pempek adalah jenis makanan yang merupakan ikonnya kota Palembang. Ternyata pempek itu beragam jenisnya. Beragam pula cara pengolahannya. Secara umum pempek diolah dengan cara direbus baru kemudian digoreng. Ada pula pempek yang setelah dibuat adonan langsung digoreng, misal pempek adaan dan pempek kulit. Cara lainnya adalah dengan dipanggang di atas bara seperti pempek panggang dan pempek lenggang. Hanya saja pempek lenggang dialasi daun pisang berbentuk cawan saat dipanggang. Citarasanya sama enaknya, baik yang direbus, digoreng maupun dipanggang. 

Yang paling top adalah pempek kapal selam. Bila disimak dari namanya tentu kita akan berfikir keras pempek jenis apa ya ini? Koq namanya unik ya? Namanya memang unik. Entahlah kenapa pempek ini namanya kapal selam. Mungkin karena bentuknya lebih besar karena ada sebutir telur di dalamnya. Satu buah saja makan pempek kapal selam sudah membuat perut kenyang lho...













Tekwan dan Model Kuliner Palembang


Satu lagi jenis kuliner khas Palembang yang tak kalah enaknya yaitu "Tekwan" dan "Model". Kedua jenis makanan ini sepintas mirip ya, namun sesungguhnya beda. Sepintas kuliner ini mirip sup lho karena makanan ini keduanya berkuah. Cara pengolahannya sama yaitu direbus dengan air yang diberi bumbu. Yang membedakannya adalah tekwan ada bola-bola ikan seperti bola bakso. Sedangkan model seperti pempek kapal selam yang didalamnya isi tahu. Baik tekwan maupun model sangat nikmat disantap ketika panas dalam cuaca dingin. 


Jumat, 25 September 2015

Cara Mudah Jelajah Kuliner Dengan OPENSNAP


Siapa yang tak kenal dengan pulau Bali? Begitu kita nyebut kata Bali bayangan yang terbit dalam benak kita adalah pulau indah yang ada di belahan nusantara. Bahkan pulau Bali terkenal dengan julukan sebagai pulau Dewata. Olehkarenanya, banyak orang yang mengimpikan bisa berkunjung ke Bali. Konon katanya sih, kalo belum melihat keindahan pulau Bali berarti belum sempurna menjadi seorang traveller.

Begitu juga dengan aku, sudah sejak lama pengen sekali ke Bali. Apalagi setelah mendengar cerita dari teman-teman yang pernah ke sana. Katanya Bali itu eksoktik dan penuh pesona. Maka, ketika aku punya kesempatan ke Bali pada akhir 2014 yang lalu, rasanya pengen teriak, "Baliiii, I'm comiiiing...!"

Kebetulan pada pertengahan November 2014, aku mengikuti Diklat Batas Wilayah. Aku menjadi salah satu peserta yang dikirim oleh instasi tempatku bekerja untuk ikut Diklat tersebut. Salah satu kegiatannya adalah orientasi lapangan ke Bali. Wah...kebetulan banget nih, pengen ke Bali sejak lama dan bakalan terealisasi  nih mimpiku.


Salah satu ikon yang ada di kota Denpasar Bali


Salah satu andalan wisata pulau Bali adalah Pantai Kuta

Aku dan rombongan peserta menginap di Hotel Mega Boutiqe di jalan Simpang Siur kawasan Kuta Bali. Kami berada di Bali selama 4 hari, lumayan kan? Disela-sela kegiatan panitia menyediakan waktu untuk city tour. Selain singgah di tempat wisata seperti Tanah Lot, Jimbaran, Bedugul, Pantai Kuta, kami juga mencicipi kulinernya. Kami mampir ke restoran "Pondok Tempo Doeloe" yang berada di kawasan Kuta.

.
Restoran "Pondok Tempo Doeloe" yang menyajikan kuliner khas Indonesia

Ragam menu yang disediakan di restoran "Pondok Tempo Doeloe" adalah masakan khas Indonesia. Kita akan menemukan sajian ayam goreng dan sayur asem sebagai menu andalannya. 

Teman-teman lagi mejeng sejenak mengabadikan momen di depan restoran


Menanti sajian makanan yang disiapkan oleh pramusaji Restoran Tempo Doeloe


Sembari makan teman-temanku menyempatkan selfi dulu

Pada malam terakhir, rombongan kami juga diajak mencicipi kuliner yang ada di kawasan Jimbaran. Dengan view yang menghadap ke laut terasa sangat romantis lho...!  Di sepanjang pantai disediakan meja-meja untuk menampung pengunjung. Kita bisa pesan meja sesuai dengan kuota orangnya. Misalnya nih, rombongan kami ada 50 orang, kita bisa pesan tempat yang disesuaikan dengan jumlah orangnya. Ada dua meja panjang yang berada di bawah tenda. Makan malamnya sangat heboh, maklum suasana malam itu cukup ramai. Banyak pula bule dan turis asing makan di sana.

Di salah satu restoran yang berada di pinggir pantai Jimbaran

Saking asyik makannya gak sempat noleh ke kamera, hehe..

Sempat-sempatnya noleh ke penyanyi yang sedang menghibur pengunjung

Nah, itulah sekelumit cerita mencicipi kuliner selama di Bali. Ketika itu kami tak kesulitan mencari restoran karena ada pemandu wisata yang sudah mengarahkan. Kalau tidak ada yang memandu gimana dong? Pastinya kesulitan ya mencari tempat makan yang terekomendasi. Apalagi mencari kuliner yang halal kudu benar-benar jeli mencari di mana tempat makannya. Eitttsss, jangan panik dulu ya! Sahabat blogger tak perlu panik. Kini ada aplikasi Opensnap yang memudahkan bagi pendatang mencari restoran dan ragam kuliner.

Apa itu Opensnap? Opensnap adalah sebuah aplikasi yang memudahkan kita mencari tempat makan yang kita inginkan. Misalnya nih, ketika berkunjung ke Bali untuk pertama kalinya, tentunya kita belum mengenal secara wilayah di mana mencari restoran. Cukup buka aplikasi Opensnap koq!

Untuk mendapatkan aplikasi Opensnap, kita tinggal install dulu di https://play.google.com/store/apps/details?id=com.openrice.snap Nantinya kita tinggal klik saja feature-feature yang ada di sana. Salah satu feature-nya adalah Map View. Feature Map View memungkinkan kita melihat berbagai restoran yang terdekat dari lokasi kita berada saat itu. Nah, tak usah panik dan nyari-nyari orang untuk nanya-nanya tempat makan lagi kan? Cukup buka aplikasi ini dan kita akan dengan sangat mudah menemukan restorannya melalui aplikasi Opensnap.

Caranya:
1. Buka aplikasi Opensnap yang sudah kita install di handphone, masuk melalui akun saat mendaftar
2. Tampil halaman yang berisi feature beranda, pencarian, unggah foto, cari foodies, profil dan pengaturan
3. Pilih beranda lalu klik, lalu pilih nama kota  yang diinginkan misal "Bali", lalu pilih nama lokasi "Kuta"
4. Lalu aplikasi Opensnap akan terbuka dan akan tampil informasi restoran Pondok Tempo Doeloe (Kuta) , foto dan ulasan.  

 APLIKASI OPENSNAP








Nah, mudah bukan cara menggunakan aplikasi Opensnap ini? Ayoo....coba di-instal aplikasi ini di handphone kalian. Jangan khawatir, instal-nya gratis koq! Selain di Bali, info tempat makan yang tersedia adalah di Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Yogyakarta.

Aplikasi Opensnap memiliki 5 feature yang dapat memuaskan para foodies saat jelajah kuliner. Kelima feature unggulan tersebut adalah:

1. Personalized Your Food App By Bookmark: kita dapat bookmark restoran, jenis masakan atau makanan favorit
2. Social Visited: kita dapat melihat teman yang kita follow pernah singgah di restoran apa saja.
3. Map View: kita dapat melihat berbagai restoran terdekat yang berada di sekitar lokasi kita saat itu
4. Personalize your favourite location: kita dapat mengatur lokasi yang sering dikunjungi untuk menjadi halaman terdepan
5. Everyone Tab: kita akan di-update dan terkoneksi oleh seluruh foodies yang berada di kota tersebut (misal Bali) apa yang sedang mereka makan.

Nah, bagi sahabat blogger yang gemar traveling dan jelajah kuliner aplikasi Opensnap ini sangat berguna. Tidak usah lagi capek-capek tanya sana-sini saat hunting tempat makan. Semua informasinya ada dalam genggaman tangan kita.




Mencicipi Pempek Lenggang dan Pempek Panggang


Bagi pecinta kuliner pempek pastinya tahu dong jenis pempek yang satu ini. "Pempek Lenggang" dan "Pempek Panggang". Kita mengenal pempek itu direbus atau digoreng. Nah....pempek yang kusebutkan di atas diolah dengan cara dipanggang atau dibakar. Citarasanya pun tak kalah enak lho...!!








Maknyusnya Pindang Ikan Patin dan Brengkes Tempoyak


Kuliner Palembang banyak ragamnya. Tak hanya aneka jenis pempek, lauk-pauknya pun beragam. Sebut saja yang tak kalah populer adalah "Pindang Ikan Patin" dan "Brengkes Tempoyak".








Rujak Mie Khas Palembang


Kuliner khas Palembang banyak ragam dan jenisnya. Tak hanya aneka jenis pempek lho, terbukti kuliner yang satu itu adalah jagonya kuliner khas Palembang. Salah satunya adalah "rujak mie khas Palembang." 


Senin, 21 September 2015

Martabak HAR Yang Melegenda


Kuliner yang satu ini sangat terkenal di kota Palembang. Bahkan saking terkenalnya kalau menyebut "martabak HAR" identik dengan Palembang. Hal itu tidaklah berlebihan mengingat kuliner yang satu ini memang disukai banyak orang. Tidak hanya warga lokal, para pendatang yang notabene wisatawanpun doyan martabak HAR.

Martabak HAR yang melegenda

Kedai yang menjual martabak ini cukup banyak. Yang terkenal ada di Jalan Sudirman simpang Sekip, di Jalan Sudirman dekat Masjid Lama, di Jalan Sudirman dekat IP, di Jalan Sudirman dekat YK. Madira, dan di Jalan R. Sukamto depan PTC. Menariknya, di kedai yang aku sebutkan di atas ada foto Haji Abdul Rahman (HAR) terpampang di dinding ruangan. Beliau adalah seorang keturunan India yang merupakan penggagas pertama martabak HAR. Beliau berdagang dan berjualan martabak HAR sudah sejak lama dan berkembang sangat pesat. Terbukti dengan banyaknya cabang kedai martabak HAR yang tersebar di kota Palembang. Uniknya, di kedai martabak HAR ada foto beliau. Seolah mengisyaratkan martabak yang dijual di kedai itu orisinil martabak H.A.R. Ini untuk membedakan mengingat banyak kedai yang menjual martabak sejenis.

Martabak HAR mempunyai citarasa yang nikmat di lidah. Citarasa yang nikmat itu didapat dari kuah kare sebagai topping-nya. Kuah kare itu terbuat dari ramuan bahan yang mengandung rempah-rempah dipadu dengan potongan kentang dan irisan daging kambing. Saat penyajiannya dilengkapi dengan kuah campuran kecap dengan cuka dan ditambah irisan cabe hijau. Sangat nikmat dimakan selagi panas. Meminjam istilahnya pak Bondan Winarno, pokoknya top markotop deh...!!!

Kebetulan siang itu (hari Minggu) aku dan suami mengajak seorang keponakan "Raffy" ke kedai martabak HAR yang ada di simpang Sekip. Biasa, pada jam makan siang tempat ini selalu ramai. Pramusaji di tempat ini sangat cekatan menyiapkan pesanan makanan. Baru beberapa menit memesan,  martabak yang dipesan sudah dihantarkan ke meja kita. Dan.... satu porsi martabak HAR menjadi santapan kami siang itu ludes tak bersisa, haha.... Nah, bila sahabat blogger berkunjung ke Palembang jangan lupa mencicipi kuliner yang satu ini. Dijamin pengen nambah dan pengen balik lagi ke Palembang lho...!


Penampakan martabak HAR yang menggoda selera



Keponakanku "Raffy" dan suamiku fokus ke martabak, hehe..


Fokus ke martabak juga nih...


Foto yang dipajang di dinding itu adalah pendiri / pionir martabak HAR


Kedai martabak HAR yang berada di sebuah ruko simpang Sekip


Minggu, 20 September 2015

Sedapnya Mie Celor 26


Siapa yang tidak kenal dengan Mie Celor 26? Bagi para pendatang yang berkunjung ke kota Palembang pasti mencari makanan ini. Tak lengkap jelajah kuliner saat traveling kalau belum mencicipi Mie Celor 26. Kenapa ya nama makanan ini pakai embel-embel 26? Angka 26 itu melambangkan tempat atau lokasi dimana mie ini dijual. Tepatnya di kawasan kelurahan 26 ilir, salah satu kelurahan yang ada di kota Palembang. 

Seperti halnya saat sepupuku berkunjung ke Palembang, kami mengajaknya mencicipi mie celor 26. Berangkatlah kami ke kawasan 26 ilir. Di sebuah ruko yang terletak di Jalan K.H. Ahmad Dahlan (dekat pasar 26 Ilir) terdapat kedai yang menyediakan mie celor 26. Nama kedainya " Mie Celor 26 H. Safei". Nama pemiliknya memang H. Safei yang sudah malang melintang sejak lama menjual mie celor. Bahkan saat ini mie celor 26 tersebar di beberapa tempat, seperti di jalan Mujahiddin dan di Jalan Merdeka. 



Sepintas, mie celor mirip dengan mie rebus yang sering kita temukan di beberapa resto. Keunikan citarasa mie celor 26 terletak pada kuah santan kental dipadu rebusan kaldu udang. Ada juga tauge yang dicelor sebagai pelengkap sajian. Disebut mie celor karena memasaknya dicelor, yang berarti direbus sebentar. Cara merebus mie, didihkan air dalam wajan lalu mie direbus dengan alat saringan bergagang dengan cara dicelup-celupkan hingga matang. Saat penyajian, mie dan tauge diletakkan dalam piring dan disiram dengan kuah santan kental. Tambahan bumbu lainnya adalaah irisan udang rebus, telor rebus, bawang goreng dan daun kucai. Aromanya harum banget sangat menggoda selera. Biar terasa nikmat, meyantapnya saat mie masih panas. Maknyusss...!!! Harganya untuk satu porsi Rp. 15.000,- Bagi pecinta kuliner mie, tempat ini bisa menjadi pilihan untuk mencicipi mie celornya.

Banyak pembesar pernah mampir makan mie celor di tempat ini. Ada artis dan petinggi republik. Hal ini dapat dilihat dari foto-foto yang dipajang di dinding. Memang sih, kalo berkunjung ke Palembang belum mencicipi mie celor 26 terasa belum lengkap jelajah kulinernya. Yukk....mampir ke Palembang....!!!




Sabtu, 19 September 2015

Segarnya Es Kacang Merah


Bagi pecinta kuliner pastinya tahu dong dengan minuman dingin dan menyegarkan ini "Es Kacang Merah". Citarasanya yang manis sangat menggoda untuk dinikmati. Apalagi saat cuaca panas, nikmat sekali rasanya minum Es Kacang Merah khas Palembang.

Kenapa sih minuman ini pakai embel-embel "khas Palembang"? Konon katanya minuman yang menyegarkan ini memang aslinya dari Palembang. Keluarga tanteku yang tinggal di Jakarta selalu menyempatkan diri mencari es ini ketika berkunjung ke Palembang. Kata tanteku, dia paling suka es kacang merah yang dijual oleh pedagang di daerah Cinde. Ketika jamannya tanteku masih sekolah dia suka banget ke Cinde buat beli es kacang merah. Menurutnya, di Jakarta susah nyari es kacang merah. Kalaupun ada yang menjualnya tak selezat yang ada di Palembang. Itu kata tanteku lho...!!

Keunggulan es ini terletak dari kacang merahnya yang empuk dan legit. Kemudian campuran sirup gula asli dan tambahan susu kental manis membuat citarasanya semakin menggoda. Ada juga penjual es ini yang memakai sirop gula merah dan santan. Citarasanya pun tak kalah lezat dan menggoda lidah. Apalagi esnya memakai es serut, kalau diseruput langsung nyess di mulut. Duh...seger banget lho!

Es Kacang Merah khas Palembang

Seperti yang telah kuceritakan diawal bahwa keunggulan es ini terletak pada kacang merahnya yang empuk dan legit. Untuk membuat kacang merah yang empuk dan legit harus direndam dulu selama lebih kurang 12 jam baru direbus kemudian. Lebih bagus lagi kalau merebusnya pakai panci presto. Kalau  merendamnya hanya sebentar maka kacangnya tidak empuk. Kalau bulan puasa aku sering bikin sendiri es kacang merah. Kalau beli di luar harganya lumayan mahal dan gak bisa nambah, haha..

Reunian di Pempek Saga Sudi Mampir di Jalan Demang Lebar Daun
Makan pempek dan minum es kacang merah

Suasananya sangat nyaman untuk reunian bareng teman lama 
di Pempek Saga Sudi Mampir Jalan Demang Lebar Daun Palembang

Bila sahabat berkunjung ke Palembang tidak susah koq mencari penjual es kacang merah. Di beberapa resto baik yang sederhana maupun sekelas kafe biasanya menyediakan es ini. Beberapa penjual es kacang merah yang enak bisa ditemukan di Pempek Candy, Pempek Vico, Pempek Saga, Pempek Sudi Mampir. Harganya berkisar 12 ribuan. Di kedai pempek Cek Lin yang berada di dekat rumahku juga menjual es kacang merah. Harganya lumayan murah cuma 10 ribu. Kalau sedang malas bikin biasanya aku pergi ke kedai pempek Cek Lin mencari es kacang merah. Langsung bisa disantap dan tidak susah-susah merendam kacangnya semalaman.

Bila sahabat pengen nyoba bikin sendiri, aku beri resepnya berikut ini:
Bahan-bahan:
1. Kacang merah 500 gram (atau secukupnya)
2. Sirop gula merah atau sirop Marjan
3. Susu kental manis atau santan (bisa pakai santan instan dalam kemasan)
4. Air 1 liter
5. Es batu atau es serut

Cara membuat:
1. Kacang merah dicuci bersih lalu direndam semalaman atau selama 12 jam-an
2. Setelah itu rebus kacang dalam panci presto atau panci teflon hingga empuk dan lembut
3. Rebus gula merah 
4. Panaskan santan, bila memakai santan instan cukup panaskan sebentar saja
5. Setelah itu campur kacang merah dengan air gula (sirop gula merah), panaskan lagi hingga mengental  
6. Bila memakai sirop Marjan, siropnya ditambahkan sebelum disajikan.
7. Tambahkan susu kental manis dan es serut (es batu).

 Nah, es kacang merah sudah siap untuk disajikan dan disantap. Selamat mencoba ya...



Sabtu, 12 September 2015

Lampion di Petaling Street


Pada awal tahun 2015 yang lalu aku bersama teman-temanku jalan-jalan ke Malaysia. Di sana kami mampir ke Putrajaya, Batu Caves dan kililing kota Kuala Lumpur. Enaknya di kota Kuala Lumpur kita bisa muter-muter naik turun bus gak pakai bayaran alias gratis. Sebelumnya aku pernah mendapat cerita dari seorang teman. Dia bersama suami dan anaknya travelling ke Malaysia. Dia tidak tahu kalau bus di Kuala Lumpur ini gratis. Katanya kemana--mana mereka carter taksi. Yahhh...jebol deh kantong, katanya.

Kebetulan saat ke Malaysia bertepatan dengan perayaan Imlek. Sama dengan di Indonesia, perayaan Imlek di sana identik dengan hiasan lampion. Saat tiba di bandara KLIA  pemandangan yang tersaji dimana-mana ada lampion.


Meriahnya lampion di KLIA (Kuala Lumpur International Airport)

Masih di KLIA

Demikian juga ketika kami mencari tempat nginap. Kebetulan saat itu kami nginap di hotel daerah Bukit Bintang. Bagi yang sering ke Kuala Lumpur tentunya pada tahu semua dong daerah Bukit Bintang. Bahkan ada semacam promo kalau ke KL jangan lupa mampir di Bukit Bintang. Di sana ada jalan yang terkenal namanya Petaling Street. Lebih tepatnya sih Petaling Street ini semacam China Town. Kalau sore hingga malam hari banyak sekali kedai yang menjual aneka kuliner. Kebanyakan sih kedai itu menjual aneka mie dan sea food. Karena kita semua muslim saat itu agak hati-hati juga mencari makanan halal. Dari rekomendasi seorang teman yang sudah biasa ke KL kami mendapatkan kedai yang menjual makanan dijamin halal.

Kembali lagi cerita tentang Petaling Street, di tempat itu merupakan pusat perbelanjaan yang ramai dikunjungi. Seperti yang aku ceritakan sebelumnya, pada sore hari hingga malam tempat ini dipenuhi kedai yang menjual aneka makanan. Dan pengunjungnya pun tak kalah ramai. Tumplek plek di kedai-kedai yang menjadi favorit masing-masing.

Berikut ini aku tampilin ya foto-fotonya suasana di Petaling Street. Saat itu banyak sekali lampion berwarnaa merah bergelantungan. Meriah sekali suasananya...

Lampion berwarna merah yang bergelantungan di sepanjang Petaling Street

Sesi mejeng...mengabadikan momen di Petaling Street

Petaling Street...China Town di kota Kuala Lumpur


Yang ini view-nya gak enak banget...rak sepatupun menjadi latar ..haha..


Salah satu bangunan yang ada di sekitar Petaling Street, dihiasi lampion


Kamis, 10 September 2015

Perawatan Murah Meriah ala Salon


Berbicara mengenai dandan, aku tuh ya termasuk orang yang tidak doyan dandan. Lho...koq? Masa' cewek gak suka dandan, tomboy dong? Mungkin itulah pertanyaan yang akan timbul dari orang-orang yang  baru pertama kali mengenalku. Enggak koq...., aku bukanlah cewek tomboy. Aku agak risih saja bila berdandan bak seorang putri alias cewek girly. Aku lebih suka yang apa adanya dan natural saja dandanannya.

Nah...berbicara masalah dandan erat kaitannya dengan perawatan tubuh. Kalau untuk riasan sehari-hari aku cuma pakai alas bedak yang tipis lalu dipoles bedak berwarna transparan. Lalu bibir dipoles lipstik berwarna natural. Aku tidak suka warna lipstik yang ngejreng karena gak pede saja memakainya. Selanjutnya alis mata dipakaikan celak atau pinsil alis warna cokelat. Menurutku warna cokelat memberi kesan yang natural bila dipakai sehari-hari. Sebagai pelengkap aku selalu menggunakan handbody yang beraroma melati. Sudah, itu saja cukup. Simpel kan?

Sabtu, 05 September 2015

Wisata ke Batu Caves


Bila sahabat jalan-jalan ke Malaysia, jangan lupa mampir ke Batu Caves. Di sana ada tempat yang menarik untuk dikunjungi. Sebuah komplek kuil Hindu terbesar berada di Batu Caves, sangat ramai dikunjungi oleh para wisatawan. Di sana berdiri patung Murugan yang berukuran besar. Patung Murugan adalah patung dewa Hindu. Di Batu Caves terdapat berbagai bangunan berornamen Hindu. Ada bukit  menjulang yang di dalamnya terdapat gua. Untuk mencapat gua tersebut harus mendaki anak tangga hampir 300-an jumlahnya. Setelah tiba di atas, kita dapat masuk ke dalam gua dan menyaksikan pemandangan yang cukup spektakuler. Maklum, aku belum pernah masuk ke dalam gua. Tapi gua yang satu ini lega dan luas ukurannya. Di dalam gua ini sering diadakan semacam pertunjukan yaitu festival Thaipusam. Ketika aku berkunjung ke Batu Caves pada akhir Februai 2015 yang lalu, di sana sedang diadakan festival Thaipusam. Banyak atraksi yang ditampilkan dalam festival tersebut, semacam ritual bagi umat Hindu. Yang dapat aku tangkap atraksi tersebut menyajikan pertunjukan tari-tarian yang dikemas seperti drama. Ada juga pemainnya yang tampil saat itu beraksi hingga seperti orang kesurupan. 

Batu Caves berada di utara kota Kuala Lumpur, kira-kira 13 kilometer dari pusat kota. Saat itu aku dan rombongan ke sana menumpang bus umum. Aku lupa berapa harga tiket bus-nya. Yang jelas sempat tertidur juga di dalam bus karena ngantuk.

Bila sahabat ingin menyaksikan foto-fotonya, bisa lihat di sini ya...

Di depan patung Murugan yang berdiri kokoh, di belakangnya terdapat
ratusan anak tangga yang harus di daki menuju ke dalam gua tempatnya
atraksi festival Thaipusam

Salah satu view yang menarik di Batu Caves untuk mengabadikan moment

Patung Murugan di kejauhan...

Menyaksikan atraksi tarian dan ritual di dalam gua saat festival Thaipusam

Lihat tuh...banyak wisatawan menaiki ratusan anak tangga menuju ke dalam gua

Bangunan di kawasan kuil Hindu di Batu Caves

Patung Murugan berdiri kokoh di Batu Caves