IKLAN

Sabtu, 23 Januari 2016

Pesona Pantai di Krui Lampung


         Seperti yang telah kuceritakan sebelumnya, bahwasannya setelah bermalam di Krui, pagi-paginya kami sudah harus melanjutkan perjalanan kembali. Tujuan selanjutnya adalah kota Manna Bengkulu. Di kota Manna rencananya kami akan bermalam. Ada seorang paman dari Ayuk iparku "Devi" yang menetap di sana. 

     Cerita sebelumnya bisa dibaca di SINI

     Pukul delapan pagi, kami berpamitan dengan Yen dan keluargannya. Kami sangat berterima-kasih sekali telah diijinkan bermalam di rumahnya. Maklumlah, kami bermalam di rumahnya dengan anggota yang cukup banyak. Syukurlah Yen dan keluarganya tidak merasa terusik dengan kedatangan kami yang rame banget. 

     Tujuan selanjutnya adalah menuju kota Manna Bengkulu. Sambil melanjutkan perjalanan kami singgah di beberapa pantai yang ada di Krui. Secara demografis, kabupaten Pesisir Barat ini memang terletak di pinggir atau pesisir. Pantaslah kalau kabupaten ini memiliki pantai yang elok dan masih alami.

     Yen dan suaminya ikut memandu kami selama dalam perjalanan menuju pantai-pantai yang akan disinggahi. Pertama, kami singgah di pantai yang masih berada di dalam kota Krui. Letaknya tidak terlalu jauh dari kediaman Yen. Sebelum sampai di area pantai, kami harus melalui jalan yang teduh. Di kiri kanan jalan tersebut ditumbuhi oleh pepohonan kelapa, khas suasana panyai ya. Ada beberapa bangunan di pantai seperti bungalow dan villa pribadi. Salah satu villa tersebut milik pengacara terkenal asal Lampung.
    
   
Selfie bareng my hubby di pantai Krui Lampung

     Begitu tiba di area pantai, decak kekaguman akan keindahan alam terucap dari bibir kami. "Ihh...keren banget ya pantainya. Pasirnya koq kayak kemerahan ya saat tertimpa sinar mentari?"  Aku terpana sejenak. Tak ingin ketinggalan momen aku segera mengambil handphone dan pasang aksi, selfie bareng suamiku, hehe...

     
Keponakanku "Riska" dan "Ratu" tak mau ketinggalan mau selfie juga di pantai

Pantainya bersih banget lho, mungkin karena belum banyak orang berkunjung
dan singgah di tempat ini menikmati wisata, padahal pantainya keren banget


Suamiku selfie juga nih, hehe..

     Suasana di pantai siang itu panas banget. Yahh....namanya juga di pantai ya, walaupun angin bertiup kencang tetapi hawanya panas. Untunglah suamiku membawa topi sebagai penutup kepala.Bayangkan kalau tidak memakai topi atau penutup kepala, mungkin suamiku bisa pusing dan sakit kepala. karena terpapar sinar terik matahari. Berkat bujuk rayu yang gencar, akhirnya aku berhasil membuat suamiku berselfie-ria di pantai lho, hehe... Lihatlah aksinya itu, gak kalah sama pose bininya ya, hehe..


Biarpun meringis yang penting bisa berselfie-ria dan happy di pantai

...bersambung... NEXT...


14 komentar:

  1. Pantai nya indah dan bersih ya ,kereen.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mba... pantainya indah dan bersih Mba..

      Hapus
  2. Wuaaah, waktu ke Lampung aku belum sempat mampir di pantai ini. Cantik ya.

    BalasHapus
  3. Balasan
    1. Pantainya memang lumayan indah Mba.. masih alami..

      Hapus
  4. indonesia banyak pantai2 cantik ya Mak. Ini juga viewnya bagus banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih atas atensi dan kunjungannya ya Mba..

      Hapus
  5. Pantainya masih sepi dan bersih ya mak? Lebih bagus kaya gitu ya, makin rame kadang suka makin kotor.. Duh..kapan ya aku jalan2 nyebrang pulau :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mba...masih sepi yang berkunjung.. padahal kami dateng pas hari libur cuti bersama Natal tahun kemaren lho..

      Hapus
  6. Mirip dengan pantai-pantai di Gunung Kidul ya mbak...pasirnya berwarna..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ohh..di Gunung Kidul pasirnya berwarna ya Mba?

      Hapus
  7. Keren ya Mbak... bening amat air nya....

    BalasHapus

Terimakasih atas kunjungan dan komentarnya ya...