IKLAN

Minggu, 15 Mei 2016

JURUS JITU AGAR TETAP EKSIS SAAT TANGGAL TUA



Ini adalah sebuah acara Kompetisi Blogger ShopCoupons X MatahariMall. Yang diselenggarakan oleh ShopCoupons. voucher mataharimall dan hadiah disponsori oleh MatahariMall.

mataharimall-kompetisi




     Membicarakan pengalaman saat bulan tua rasanya tak akan habis-habisnya. Apalagi bagi para ibu rumah tangga nih, pastinya semua merasakan bagaimana pahit manisnya momen saat penghujung bulan. Demikian juga dengan diriku nih, pas saat mendekati penghujung bulan mulai deh agak kelimpungan. Maklumlah, dengan kondisi keuangan yang segitu-gitu saja mesti pinter menyiasati pembelanjaan. Tujuannya agar tidak besar pasak daripada tiang. Artinya, bagaimana kiatnya agar dengan uang yang segitu-gitu saja kita bisa membiayai segala kebutuhan dan keperluan dalam rumah tangga. Mulai dari beli sembako, bayar tagihan listrik, PAM, telpon, BPJSS. Lalu menyisihkan uang buat transport, arisan, belanja sehari-hari. Belum lagi mesti mesti menabung biarpun dengan sedikit nominalnya. Lalu mesti menyisihkan biaya buat refreshing seperti jalan ke mall, beli buku dan majalah, jajan mencicipi kuliner di beberapa kedai. Hadehhh...pusing nih palak emak kalau tidak jeli menyiasati pengeluaran. Bisa nombok nih dompet emak! Haha..




     Masalahnya nih, biarpun sudah tahu dan paham benar teori ekonomi tentang anggaran belanja dan prinsip ekonomi, tetapi tetap saja aku selalu ketar-ketir setiap bulannya. Kenapa? Karena aku tidak pandai mengatur keuangan sehingga seringkali defisit dan anggaranj menjadi morat-marit, haha... Wah, kalau terus seperti ini bisa resesi dong, hehe.. Kudu mencari tahu apa penyebab defisit dan mengubah strategi.

1. Langkah pertama:

Mencatat kembali laporan pembelanjaan pada bulan lalu. Kemudian ditelaah dan mencari tahu apa penyebab defisit anggaran? Ternyata nih, banyak pembelanjaan yang kurang relevan untuk bulan itu dan bukan menjadi kebutuhan. Hmm, mesti dicoret nih belanjaan yang tidak penting. Misal, pada bulan lalu ternyata aku ada belanja baju beberapa lembar. Baju-baju tersebut belum terpakai dan masih menjadi penghias lemari saja. Mubazir banget ya? Lalu aku ada beli sepatu, padahal aku sudah memiliki banyak sepatu. Nah, ketemu deh penyebabnya. Ternyata aku belanja barang-barang yang tidak penting dan bukan menjadi kebutuhan utama.

2. Langkah kedua:

Membuat catatan penerimaan dan pengeluaran arus kas dalam sebuah buku. Kesannya seperti serius amat ya, koq sampai dicatat segala kayak seorang akuntan? Ya, hal ini mesti serius dan jangan dianggap sepele lho! Mencatat berapa uang yang diterima berikut dari sumbernya, lalu mencatat pula pos pengeluaran adalah hal yang amat penting. Bila kita sudah mencatat hal-hal di atas nantinya akan tergambar seberapa kuat kondisi ekonomi dalam rumah tangga kita? Akan tergambar pula pos pengeluaran mana yang tidak penting dan pos pengeluaran mana yang membuat defisit anggaran? Bila penyakitnya sudah ketahuan kan bisa dicoret lalu pada bulan selanjutnya pos yang merugikan ini bisa dihilangkan.

3. Langkah ketiga:

Selanjutnya, mesti kejam nih sama diri sendiri alias kita mesti kejam mengerem hawa nafsu untuk belanja hal-hal yang tidak penting. Contohnya nih diriku yang suka jalan-jalan ke mall tiap Sabtu- Minggu (hari-hari tersebut aku libur), selalu ada saja yang dibeli kalau sudah ngemall. Tahu sendiri kan kondisi mall itu seperti apa? Banyak gerai atau tenant besar yang barang jualannya itu ampun deh...bikin hasrat belanja tak terbendung. Apalagi kalau pas bulan muda alias baru gajian, seringkali tergoda belanja hal-hal yang tidak penting. Maklum sih baru dapet duit kan, haha.. Kebiasaan seperti ini mesti kejam untuk dihentikan atau minimal diminimalisir agar tidak menjadi suatu kebiasaan. Artinya, mengubah habit (kebiasaan) yang negatif menjadi habit (kebiasaan) yang mengarah ke habit positif.

4. Langkah keempat:

Habit (kebiasaan) yang positif tersebut kudu  menjadi action (dilaksanakan) kedalam bentuk yang nyata. Misal, setelah membuat buku kas, lalu mengubah habit (kebiasaan) negatif, lalu dituangkan dalam bentuk nyata dalam hal mengatur uang belanja. Habit positif adalah segera membayar segala bentuk tagihan lebih awal. Sisa dari membayar tagihan baru diatur lagi lebih lanjut. Cara yang aku lakukan adalah memasukkan uang belanja jatah satu bulan kedalam 30/31 amplop. Masing-masing amplop diberi nomor mulai nomor 1 hingga 30/31 (tergantung jumlah hari setiap bulan berjalan). Misalnya, uang yang kita terima bersumber dari gaji dan pendapatan lainnya kita sisihkan untuk beberapa pos. Pos utama, membayar segala bentuk tagihan (listrik, PAM, telpon, BPJSS, angsuran rumah, tabungan). Itu adalah pos wajib yang mesti disetor dulu lebih awal. 

Sisanya, barulah kelihatan berapa jumlahnya. Misalnya nih, setelah membayar setoran wajib seperti contoh di atas, tinggal sisa 5 juta rupiah. Uang sejumlah 5 juta rupiah tersebut dibagi habis kedalam 30 amplop. Amplop untuk tanggal 1 sampai dengan tanggal 20, isinya masing-masing 150 ribu rupiah. Lalu amplop untuk tanggal 21 sampai dengan tanggal 30 isinya masing-masing 200 ribu rupiah.  Dengan demikian sudah tergambar berapa dana yang dibutuhkan untuk belanja setiap harinya. Berarti, dengan uang 150 ribu tersebut kita mesti atur sedemikian rupa untuk belanja pada hari itu. Demikian seterusnya hingga bulan berakhir pada tanggal 30/31.

5. Langkah kelima:

Ciptakan kiat, tips dan trik. Kalau dalam satu hari uang 150 ribu tidak habis dibelanjakan alias masih ada sisanya, maka uang sisa tersebut aku masukkan lagi dalam amplop lainnya. Kalau yang berupa recehan aku masukkan dalam sebuah mangkok kecil. Misalnya, masih ada uang sisa belanja sebesar 20 ribu, 30 ribu bahkan 50 ribu, tidak serta merta menjadikanku gelap mata buat dibelanjakan. "Aku mesti kejam nih mengerem hasrat belanja," gumamku sekuat tenaga. Uang sisa belanja tersebut aku selipkan lagi kedalam lipatan baju dalam lemari. Bisa juga diselipkan dalam lembaran buku di rak buku. Atau diselipkan dalam susunan piring dan mangkok dalam lemari pajangan. Cara seperti ini mengadopsi cara almarhum ibuku. Seringkali saat penghujung bulan alias bulan tua menemukan amplop berisi uang di lepitan susunan baju dalam lemari. Rasanya seperti mendapat siraman air hujan saat kemarau panjang alias sejuk banget, haha... Gimana gak sejuk, ketika sedang buntu akal alias buntu dompet nemu duit dalam lipatan baju dengan nominal yang lumayan, haha.. Berasa sesuatu banget deh!


     Sejujurnya, aku sudah empat bulan terakhir menerapkan cara seperti yang aku tulis ini. Hasilnya, lumayan bagus paling tidak bagi diriku sendiri dalam hal mengatur keuangan dalam rumah tangga. Sebagai emak-emak yang bekerja kan ada fungsi lain yang melekat dalam diri kita yaitu bendahara dalam rumah tangga. Jadi kalau bendaharanya gak pinter maka persoalan ekonomi akan menjadi momok yang merusak nih dalam rumah tangga kita.


     Lalu, setelah empat bulan ini apakah ada sesuatu yang menyiksa pada diriku terkait mengubah habit (kebiasaan) belanja di mall membeli baju atau sepatu yang gak begitu penting? Enggaklah! Karena sekarang ini ada solusinya yang bisa mengakomodir keinginan belanja barang-barang seperti itu. Karena ada situs keren www.mataharimall.com yang akan menjawab persoalan khas para wanita atau emak-emak yang notabene doyan belanja. Di situs www.mataharimall.com kita akan menemukan beragam jenis barang mulai dari fashion, aksesoris, kebutuhan interior ruangan, peralatan dapur, hingga kosmetik dan parfum dengan harga diskon. Harga diskon, benarkah? Yupss...benar, ada harga diskon yang lumayan lho di situs tersebut. Barang yang didiskon tersebut, misal baju dengan merk tertentu, sama persis yang ada di situs dengan yang ada di display pada tokonya.

     Di situs www.mataharimall.com selain menyediakan diskon yang lumayan juga memberikan fasilitas berupa gratis ongkos pengiriman. Selain itu ada juga fasilitas cicilan nol persen dengan menggunakan kartu kredit tertentu. Wah, kita bisa tetap bisa beli baju dan sepatu agar tampil modis dengan harga spesial dong! 


Nah, bagi yang masih suka galau ketika tanggal tua bolehlah mampir dan tonton video ini yang bercerita tentang pengalaman Budi menghadapi tanggal tua, dan #JadilahSepertiBudi. 








60 komentar:

  1. Kita memang harus kejam pada diri sendiri ya,untuk melakukan pengeluaran... Tujuannya agar selalu happy meskipun tanggal tua. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. yups... kejam di awal namun happy pas akhir bulan, hehe..

      Hapus
  2. huaaaa....makasih banget bun....tipsnya bermanfaat banget, sesaat aku tersadar...bahwa selama ini aku banyak memenuhi "keinginan" bukan "kebutuhan" padahal "kebutuhan" itu yang utama, oke deh...itung2 belajar me-manage keuangan, hehee....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terkadang kita gak bisa membedakan mana kebutuhan mana keinginan.. hehe..

      Hapus
  3. Tipsnya ok n detail....pertanyaannya...bisakah aku begitu??? :D :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa koq mba Nan, asalkan mau kejam sama diri sendiri kayak daku, hihi..

      Hapus
  4. Kejam pd diri sendiri.... itu yg berat. Sdh sering dilakukan, tapi.... saya nggak kuaatttt....๐Ÿ˜ขharuskah tinggal dihutan supaya terhindar dari godaan belanja yg terkutuk??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha...jangan sampe tinggal di hutan dong Mba.. Kalo agak sulit paling2 menekan jumlah belanjanya..biasanyz belanja tiap minggu diganti menjadi dua kali sebulan..hehe

      Hapus
  5. membunuh hasrat ingin belanja? "yang kamu lakukan ke aku itu, jahat!!" .. kalau aku paling gak bisa memendam perasaan ingin belanja mba, minimal beli es krim lah sebijik hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha.. YG mesti dikurangi banyak belanja yg sifatnya konsumtif..hehe

      Hapus
  6. mbak, aku biasanya abis belanja bulan lalu udah aku lupakan, suka nyesek kalo ternyata besar pasak daripada siang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha..aku awalnya juga begitu suka lupakan belanjaan bln lalu.. Tapi koq makin defisit aja krn gak tau pod mana yg diluar kontrol..hehe

      Hapus
  7. Ikut praktek jurus jitunya mba rita ah.. Makasih mba..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silahkan Mba..semoga bermanfaat..๐Ÿ˜ƒ

      Hapus
  8. Saya malah jarang bisa nahan keinginan buat belanja. Apalagi karena emang kadang adaaa aja yang harus dibeli. Kalau dipikir lagi, ini beneran harus dibeli apa ga sih...huhu...bikin galau jadinya.

    Perihal tanggal tua emang bikin otak harus berpikir keras dan kreatif ya mba. Apa aja yang harus diirit dari awal bulan. Sama apa aja yang bisa diakalin biar teteup bisa jalan2 hehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mba Ipeh..mesti bersakit2 di awal bulan dan happy di akhir bulan..kudu pinter mengatur belanja bulanan..hehe..

      Hapus
  9. Membedakan antara kebutuhan dan keinginan itu yang rada2 sulit apalagi di tangfal muda rsnya semua ingin dibeli

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yupss..betul Mba.. Bedanya tipis antara kebutuhan dan keinginan..

      Hapus
  10. Memang perlu mencatat pengeluaran tapi aku gak disiplin melakukannya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Awalnya aku males banget mencatat segala pengeluaran.. Tapi kudu disiplin agar tidak tekor terus tiap bulat jnya

      Hapus
  11. Semenjak membiasakan hidup disiplin dalam hal pengeluaran uang, saya udah ga galau lagi neh menghadapi tgl tua

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kuncinya terletak pada disiplin ngatur uang ya Mba..

      Hapus
  12. saya pernah lho mba, pas akhir bulan, duit udah pas2an. setelah ditelaah ternyata banyak memanjakan lidah di luaran hehe... memang seharusnya ada pencatatan ya, sehingga kita bisa tau dan akhirnya nge-rem

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memanjakan lidahnya terlalu banyak ya Mba. Akhirnya anggaran kacau..hehe

      Hapus
  13. harus pinter-pinter ngatur keuangan ini jika ingin tetap eksis di tanggal tua.hehe

    BalasHapus
  14. Tips ku juga memasukkan jatah harian dalam amplop. Tapi masih belum bisa disiplin kalo ada sisa pengennya ya dibelanjakan, hihii

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masih suka tergoda belanjakan yang disa ya Mba..hihi

      Hapus
  15. Betu itu, mesti kejam pada diri sendiri. Harus bisa memilah-milah mana kebutuhan dan mana kepentingan. Dan mendahulukan/memprioritaskan kebutuhan. Kepentingan bisa dikesampingkan.

    BalasHapus
  16. Aku termasuk orang yg boros kayaknya utk urusan ngatur keuangan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama Mba.. Aku juga boros.. Tapi makin kesini mulai berbenah diri.. Jangan sampai kebablasan borosnya..๐Ÿ˜ƒ

      Hapus
  17. harus lebih pintar lagi mengatur keuangan kalau tanggal tua :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yupss..betul Mba..kudu pinter ngatur keuanganya..

      Hapus
  18. Tipsnya kece banget, Mbak. Pas banget buatku yg kadang tongpes di tanggal tua. hahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe .. Mksh atas atensinya ya Mba..

      Hapus
  19. Kalo beli baju aku jarang banget, Mba. Belinya pas Lebaran doang. Mau beli baju suka kesel juga karena jarang yang muat wahahaha. Duit biasanya boros di pos jalan-jalan makan-makan bareng keluarga. makasih tipsnya. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku suka tergoda sama baju2 di mall.. Kalo ke mall suka terbayang2 sampe beli.. Dah dibeli malah lama belum terpakai..

      Hapus
  20. ihiiy, suka deh sama tipsnya mbak, terutama tips ke 4, cuma kadang males melakukannya, wkwkwkw, btw, soal belanja baju dan sepatu yang kadang kita sdh banyak punya, masih juga sering kulakukan, hiksss. akibatnya boros deh...

    btw, Good luck , mbak..:))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah itulah.. Kadang kita sdh punya byk baju masih sering tergoda beli.. Ini akibat suka nge-mall..hihi

      Hapus
  21. saya banget nih, mulai dr catat2 sampai amplop2 :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihi..kita sama ya Mba Nathalia DP..

      Hapus
  22. Ngenes banget video si Budinya hahaha. Boleh juga nih, pas buat di tanggal tua :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pengalaman si Budi sama kayak aku.. Kalo kuota internet dah tipis aku suka nebeng wifi di kantor..hihi.. Lumayan gratis..hehe

      Hapus
  23. tipsnya keren bu. sampai sekarang saya masih semaunya. Belum memisahkan uang per amplop untuk 30 hari nih. mau di coba :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yukk dibenahi adm keuangannya agar gak ribet dibtanggal tua Mba๐Ÿ˜ƒ

      Hapus
  24. bunda memang detail banget dalam memanage seperti persiapan pos2 kebutuhan dalam amplop berlabel per bulannya. Patut ditiru. Sukses untuk kontesnya ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini baru beberapa bulan memanage ulang keuangan Mba.. Mudah2an aku konsisten degn manajemen baru ini, hehe..

      Hapus
  25. Kalau udah tanggal tua, baru deh mikir, kemarin uangnya buat apa aja ya? Heheee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha.. dulu aku juga gitu, pas duit menipis di ujung bulan baru mikir kemana aja duitnya dibelanjakan, haha..

      Hapus
  26. Wah soal kejam itu rada susah ya, soalnya anakku suka merenggek minta jajan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sesekali mesti nge-pres Mba, soalnya sering manja sama anggaran keuangan ini, hehe..

      Hapus
  27. Aku paling males kalo disuruh catet, tapi kadang suka kebObolan dan sadar pentingnya nyatet.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku dulu awalnya males nyatet jadinya malah parah..pengeluaranku gak terkontrol..haha..

      Hapus
  28. Wah...tipsnya boleh juga, harus kejam pada diri sendiri...Makasih tipsnya mbak...

    BalasHapus
  29. thanks...I like your writing....tipsnya good banget...semoga bermanfaat bagi kita semua ya...

    BalasHapus

Terimakasih atas kunjungan dan komentarnya ya...