IKLAN

Sabtu, 30 Januari 2016

Singgah di Pantai Panjang Bengkulu


       Akhirnya, setelah menempuh perjalanan cukup panjang, tiba juga di kota Bengkulu sekitar pukul 10.30 siang. Segala kepenatan selama berjam-jam berada di dalam mobil sirna.  Panorama alam di Pantai Panjang Bengkulu membuat kami merasa nyaman rehat sejenak di tempat ini. 

Cerita sebelumnya bisa dibaca di SINI

        Sembari menunggu kedatangan seorang kerabat dengan keluarganya yang ingin berjumpa, kami duduk-duduk di sebuah pondokan pinggir pantai. Sekali lagi irama orkestra dari dalam perut mulai mengalun, pertanda lapar. Hehe... Saatnya membuka bekal nih... Hingga akhirnya bekal yang kami bawa dari Manna Bengkulu ludes disantap rame-rame, hihi... 

       Tak beberapa lama kerabat yang dinanti tiba. Usai ngobrol-ngobrol melepas kangen, kami memilih untuk berselfie-ria di pinggir pantai. Maklumlah, kami hanya singgah sebentar di kota Bengkulu untuk melanjutkan perjalanan ke Lubuk Linggau. Sebetulnya, ini adalah kali yang kedua aku singgah di Pantai Panjang Bengkulu. Pada bulan April 2015 yang lalu aku pernah ke tempat ini. Tak ada yang berbeda dengan pantai ini, pantainya relatif bersih. Konon di pantai ini ada larangan untuk tak sembarang main-main di bibir pantai. Kalau mau mandi di pantai ada tempat yang telah disediakan. Makanya pantai ini terlihat bersih. 

       So, seperti biasanya nih, waktu yang sempit ini aku gunakan untuk selfie, hehe..

Selfi di pinggir Pantai Pantang Bengkulu, 
dengan latar belakang laut dan langit yang biru


Latar belakang langitnya biru dan cerah banget ya...


Bersama suamiku nih....

  
       Mengingat waktu terbatas, setelah berselfie ria di pinggir pantai, kami berpamitan sama kerabat. Tujuan selanjutnya adalah singgah di Rumah Pengasingan Soekarno dan Benteng Marlborough. Kedua tempat ini berada di dalam kota Bengkulu. 

       ..... bersambung... NEXT...


Jumat, 29 Januari 2016

Menuju Manna Bengkulu, Ketemu Sahabat Lama


       Setelah puas berselfie-ria di pantai Pulau Pisang KRUI, kami melanjutkan perjalanan. Matahari semakin tinggi dan perutpun mulai memainkan orkestra. Krukk..krukk...bunyi alunan orkestra dari dalam perut, pertanda lapar. Haha... Mobil yang kami kendarai terus melaju. Sembari memandang ke tepian mencari tempat yang pas untuk membuka bekal makan siang hari itu. Akhirnya, dapat juga tempat yang dimaksud. Mobil menepi ke pinggir dan kami makan di bawah rindangnya pepohonan. Terasa nikmat sekali makan di alam terbuka seperti ini. Nafsu makan semakin menjadi, apalagi suasana sangat nyaman, sesekali diterpa angin semilir. Bekal yang kami bawapun ludes tak bersisa! Hihi...

Cerita sebelumnya bisa dibaca di SINI

       Kami segera berkemas untuk melanjutkan perjalanan ke kota Manna di provinsi Bengkulu. Cahaya mentari mulai meredup pertanda senja datang. Cukup lama jarak tempuh yang harus kami jalani sebelum tiba di Manna. Untunglah, perjalanan kami ini seperti touring dengan menggunakan tiga mobil yang beriring-iringan. Sehingga rasa penat dan lelah melalukan perjalanan panjang sesaat terlupakan. Yang ada malah muncul rasa senang bisa jalan-jalan bareng keluarga besar.

        Sekitar pukul setengah sepuluh malam, kami tiba di rumah seorang kerabat yang kami panggil dengan sebutan Mamang Cik. Beliau sudah lama menetap di Manna dan beristeri seorang wanita setempat. Setelah bongkar muat ransel dan barang bawaan lainnya, lalu mandi dan menyantap makan malam yang telah dihidangkan. Sebelum istirahat tidur, aku teringat dengan seorang teman kuliahku dulu. Namanya Sukmawati. Seingatku Sukma ini orang Manna. Setelah telpon sana telpon sini mencari info nomor hape Sukma, akhirnya kami bisa berkomunikasi.

          "Sukma, aku sekarang di Manna lho. Kamu ada di Manna kah saat ini? Atau sedang berdinas di Kaur nih?" sapaku malam itu.

          "Kebetulan aku sedang di Manna nih. Besok aku tunggu ya di rumah! Bener ya...jangan gak dateng lho...," ucap Sukma setelah aku berjanji ingin mengunjunginya.

"Sunrise" di kota Manna Bengkulu Selatan

          Alhasil, esok harinya, pagi-pagi buta abis subuh aku dah ngebet pengen ke rumah Sukma. Kebetulan rumahnya ternyata tak jauh lho dari rumah kerabat tempatku menginap. Aku dan suami diantar oleh Mamang Cik menuju rumah  Sukma. Ternyata pula nih, suami Sukma pernah satu kantor dengan Mamang Cik. Oalah....ada saja kemudahan    di sini sehingga tak susah mencari rumah Sukma.

          Kami tiba di sebuah rumah yang besar. Wah...ternyata rumahnya besar banget,gumamku. Halamannya pun sangat luas. Yang lebih takjub itu ternyata di halaman belakang rumah Sukma terhampar sawah yang membentang.

         "Keren sekali nih pemandangan di belakang rumahmu ini, Sukma. Ada sawah yang terhampar. Pemandangannya begitu alami dan menyenangkan," 

        "Iya Rita, ini sawah milik kami. Kalau pagi hari sebelum berangkat keluar rumah, aku dan suami serta anak-anakku sering ngopi dan sarapan di tempat ini. Sambil memandangi sawah yang menghijau.,"

          Aku dan Sukma berbincang bincang mengenang masa lalu kami ketika sama-sama kuliah di APDN Palembang. Suami kami pun ikutan nimbrung, terlibat dalam percakapan yang hangat. Ahh...senang banget bisa ketemu teman lama di Manna. Gak nyangka sih sebenarnya bisa ketemu teman yang sudah 25 tahun tidak berjumpa.

         Berhubung pagi itu aku bersama keluargaku harus segera melanjutkan perjalanan menuju Bengkulu, akupun berpamitan dengan Sukma. Sebelum berpisah, kami sempat foto bareng. Semoga lain kali kita bisa berjumpa lagi ya Sukma...

          "Duh, kamu koq sebentar banget sih di Manna. Kalau agak lama ntar aku ajak jalan-jalan ke Pantai Laguna. Pantainya elok sekali lho...," ajak Sukma.

          "Makasih Sukma, ntar deh insyaAllah kalau ada kesempatan aku main lagi ke sini. Sekarang aku pamit dulu ya. Kami harus melanjutkan perjalanan ke Bengkulu," pungkasku menutup pembicaraan saat itu.


.... to be continue.. NEXT..


Aku (kiri) dan sahabatku Sukma (kanan)


Kika: Suamiku, aku, Sukma dan suami Sukma
dengan latar belakang persawahan yang hijau dan membentang

      
       


Minggu, 24 Januari 2016

Asyiknya Berselfie di Pantai Krui


     Setelah puas foto-foto di salah satu pantai yang berada di kota Krui, perjalanan berlanjut lagi. Seperti yang telah kuceritakan sebelumnya, bahwasannya kabupaten Pesisir Barat ini secara demografis berada di pesisir. Otomatis di sepanjang pesisir itu memiliki pantai-pantai yang indah. Pantainya kebanyakan masih alami dan belum dikelola secara maksimal sebagai aset wisata. 

Cerita sebelumnya dapat dibaca di SINI

     
     "Yukk...kita ke pantai Pulau Pisang, di sana pantainya lebih bagus lagi," ajak Yen yang didampingi suaminya.

       "Kami sih oke aja, tetapi kamu sendiri gimana Yen? Apa nggak kejauhan nih memandu kami sampai ke sana?" sambung kakak iparku, Kak Bahru.

     "Nggak apa-apa, Mang! Kami sudah biasa koq melakukan perjalanan pulang pergi ke sana naik motor," Yen bersama suaminya tetap keukeh ingin memandu kami sampai ke pantai Pulau Pisang.

     Akhirnya, setelah menempuh perjalanan lebih dari setengah jam, kami tiba juga ke pantai yang dimaksud. Mobil yang kami kendarai menepi dan parkir di sisi jalan. Untuk mencapai pantai yang dimaksud mesti turun beberapa meter. Pantai di sini agak berbeda dengan yang kami singgahi sebelumnya. Kalau pantai yang ada di kota Krui itu landai, nah pantai yang di sini bebatuan. Hampir sama dengan pantai yang ada di pulau Bangka. Bedanya, kalau bebatuan yang ada di pantai pulau Bangka itu jauh lebih gede lagi.

     Awalnya, menjadi pertanyaan juga sih bagi kami, kenapa pantai ini dinamakan pantai Pulau Pisang? Ternyata nih, di seberangnya memang ada sebuah pulau yang bentuknya kalau dilihat dari udara memang seperti pisang. Untuk mencapai ke Pulau Pisang kita bisa menyewa perahu motor yang tersedia. Awalnya, kami ingin menyeberang ke pulau itu. Di sana kita bisa melihat lumba-lumba yang berenang di seputaran Pulau Pisang. Berhubung ombaknya besar, tak ada satupun dari rombongan kami yang berani menyeberang. Duh, sayang banget ya gak bisa melihat lumba-lumba!

     Alhasil, kami memanfaatkan waktu di sana untuk seseruan foto-foto selfie. Seperti biasanya nih, momen indah seperti ini tak boleh terlewatkan. Ambil kamera, ambil handphone, pasang aksi dan pose semenarik mungkin buat difoto. Dan....jepret...jepret..!!! Berbagai aksi dan pose terabadikan, hehe..

     Bila sahabat ingin melihat foto-fotonya selama di pantai Pulau Pisang boleh nih dilihat pada postingan di bawah ini ya....

Selfie bareng my hubby di atas sebuah batu karang


Kika: My hubby, Ayuk Tina, Dik Lena dan Kak Thamrin


Berduaan di atas batu karang, hihi..


My hubby, bersama sepupunya "Arie"


Selfie... eh, di belakang ada penampakan suamiku dan sepupuku, hihi


Memandang ombak berkejaran di pantai...



     





Sabtu, 23 Januari 2016

Pesona Pantai di Krui Lampung


         Seperti yang telah kuceritakan sebelumnya, bahwasannya setelah bermalam di Krui, pagi-paginya kami sudah harus melanjutkan perjalanan kembali. Tujuan selanjutnya adalah kota Manna Bengkulu. Di kota Manna rencananya kami akan bermalam. Ada seorang paman dari Ayuk iparku "Devi" yang menetap di sana. 

     Cerita sebelumnya bisa dibaca di SINI

     Pukul delapan pagi, kami berpamitan dengan Yen dan keluargannya. Kami sangat berterima-kasih sekali telah diijinkan bermalam di rumahnya. Maklumlah, kami bermalam di rumahnya dengan anggota yang cukup banyak. Syukurlah Yen dan keluarganya tidak merasa terusik dengan kedatangan kami yang rame banget. 

     Tujuan selanjutnya adalah menuju kota Manna Bengkulu. Sambil melanjutkan perjalanan kami singgah di beberapa pantai yang ada di Krui. Secara demografis, kabupaten Pesisir Barat ini memang terletak di pinggir atau pesisir. Pantaslah kalau kabupaten ini memiliki pantai yang elok dan masih alami.

     Yen dan suaminya ikut memandu kami selama dalam perjalanan menuju pantai-pantai yang akan disinggahi. Pertama, kami singgah di pantai yang masih berada di dalam kota Krui. Letaknya tidak terlalu jauh dari kediaman Yen. Sebelum sampai di area pantai, kami harus melalui jalan yang teduh. Di kiri kanan jalan tersebut ditumbuhi oleh pepohonan kelapa, khas suasana panyai ya. Ada beberapa bangunan di pantai seperti bungalow dan villa pribadi. Salah satu villa tersebut milik pengacara terkenal asal Lampung.
    
   
Selfie bareng my hubby di pantai Krui Lampung

     Begitu tiba di area pantai, decak kekaguman akan keindahan alam terucap dari bibir kami. "Ihh...keren banget ya pantainya. Pasirnya koq kayak kemerahan ya saat tertimpa sinar mentari?"  Aku terpana sejenak. Tak ingin ketinggalan momen aku segera mengambil handphone dan pasang aksi, selfie bareng suamiku, hehe...

     
Keponakanku "Riska" dan "Ratu" tak mau ketinggalan mau selfie juga di pantai

Pantainya bersih banget lho, mungkin karena belum banyak orang berkunjung
dan singgah di tempat ini menikmati wisata, padahal pantainya keren banget


Suamiku selfie juga nih, hehe..

     Suasana di pantai siang itu panas banget. Yahh....namanya juga di pantai ya, walaupun angin bertiup kencang tetapi hawanya panas. Untunglah suamiku membawa topi sebagai penutup kepala.Bayangkan kalau tidak memakai topi atau penutup kepala, mungkin suamiku bisa pusing dan sakit kepala. karena terpapar sinar terik matahari. Berkat bujuk rayu yang gencar, akhirnya aku berhasil membuat suamiku berselfie-ria di pantai lho, hehe... Lihatlah aksinya itu, gak kalah sama pose bininya ya, hehe..


Biarpun meringis yang penting bisa berselfie-ria dan happy di pantai

...bersambung... NEXT...


Kiat Mendapatkan Kulit Bersih dan Sehat Dengan Beyond C



     Memiliki kulit cerah, bersih dan sehat adalah idaman setiap orang. Terlebih bagi seorang wanita, hal ini merupakan bagian yang penting yang mesti diperhatikan. Olehkarenanya, penampilan yang cantik bagi seorang wanita tak hanya persoalan fashion semata. Kudu serius nih memperhatikan pola konsumsi makanan agar terlihat cantik luar dalam.  Agar nantinya bisa tampil cantik dan awet muda, perlu kiat-kiat tertentu. Salah satunya adalah dengan rajin mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin dan zat-zat yang penting untuk kesehatan kulit dan tubuh kita.



     Mengkonsumsi makanan segar yang dimasak sendiri adalah sangat baik. Namun adakalanya kita lalai membuat menu makanan tersebut. Ini disebabkan beberapa hal, ada yang beralasan tidak punya waktu yang banyak di dapur, bahkan ada yang terserang penyakit malas ke dapur. Apapun alasannya, bila lalai mengkonsumsi makanan yang sehat, tubuh kitapun tidak mendapat nutrisi yang baik bagi kesehatan.


     Tapi jangan khawatir lho...! Saat ini sudah tersedia suplemen kecantikan terbaik untuk menjaga kesehatan kulit para wanita. Nah...pengen tahu lebih lanjut kan, suplemen terbaik yang seperti apa? 


     Tarraaa.... ini lho namanya, Beyond C Mother of All Vitamins. Produk ini merupakan suplemen multi fungsi yang memiliki banyak khasiat dan keunggulan. Salah satu keunggulannya merupakan suplemen bahan alami. Tahu sendiri kan, biasanya kita takut mengkonsumsi suplemen karena kandungan bahannya yang tidak alami. Berbeda dengan Beyond C sangat aman dikonsumsi dan merupakan vitamin C ramah lambung.




     Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, Beyond C dapat dikonsumsi secara rutin sebagai minuman sehat. Suplemen ini sangat direkomendasikan lho sebagai supleman wanita dan menjadi alternatif pilihan perawatan kesehatan. Kandungan yang terdapat dalam suplemen ini antara lain Vitamin C, asam amino dan collagen yang dibutuhkan oleh tubuh kita. Collagen merupakan unsur protein dalam tubuh yang berfungsi membentuk jaringan-jaringan. Nah, bila kekurangan zat collagen dalam tubuh bisa menghambat pertumbuhan sel-sel dan jaringan kulit. Sebaliknya, bila unsur collagen terpenuhi maka tubuh kita akan mendapatkan kulit kenyal dan cerah.

       Nah, ngomongin keunggulan Beyond C ini tak lengkap bila kita tidak mengetahui manfaat dan keunggulan Beyond C.  Adapun manfaatnya dan keunggulan Beyond C antara lain:

1. Mencerahkan kulit

2. Membuat kulit lebih kenyal

3. Mencegah jerawat datang kembali

4. Mengencangkan kulit

5. Menghilangkan flek hitam pada wajah

6. Mencegah kulit kendur

7. Menghaluskan wajah

8. Menjaga kelembaban kulit

9. Mencegah kulit kering

10. Berfungsi sebagai AntiAging dan Anti Oksidan.

     Sebetulnya masih banyak lho keunggulan dan manfaat dari suplemen Beyond C ini. Bagi wanita yang sudah menginjak umur 35 tahun keatas sangat baik mengkonsumsinya. Kenapa? Karena suplemen ini layak diminum sebagai suplemen untuk mengatasi gejala menopose dini. Salah satu efek dari menopause adalah wanita akan mengalami tulang keropos. Nah, untuk mencegah tulang keropos ada baiknya mulai mengkonsumsi Beyond C sejak dini.



     Pasti nih ada yang bertanya bagaimana sih mendapatkan suplemen Beyond C Mother of All Vitamins ini? Gampang koq! Saat ini produk suplemen ini sudah tersebar di beberapa wilayah Nusantara. Beberapa diantaranya bisa  dilihat pada alamat distributor di bawah ini. Kalian bisa menghubungi distributornya melalui nomor telepon yang tertera. 

     Atau bisa juga nih kalian bergabung dengan Bisnis Anti Aging, sekalian mengembangkan bisnis produk suplemen ini dengan menjadi membernya. Nah, tunggu apalagi? Kulit menjadi bersih dan sehat, pundi-pundi pun sehat berkat bergabung dengan Bisnis Anti Aging.


ALAMAT DISTRIBUTOR: 

-Jabodetabek dan seluruh Jawa Barat : VONNY (0818-221920)

- Surabaya dan Jawa Timur: ELNY (0813-70477655)

-Semarang dan Jawa Tengah: NUNU (0856-46671600)

-Medan dan Aceh: HARRY (0813-70958333)

-Pekanbaru dan Jambi: SUSANTO (0819-7251333)

-Kalimantan: TIFFANY (0812-59339977




Perjalanan Menuju Kota Krui Lampung


     Tak terasa waktu beranjak petang. Menjelang pukul 16.30 WIB kami beranjak meninggalkan tempat wisata Danau Ranau yang berada di Wisma P.T. PUSRI. Memang kami tak merencanakan menginap di tempat ini hanya wisata saja. Rencananya kami akan langsung melanjutkan perjalanan menuju Krui Lampung dan menginap di sana.

Cerita sebelumnya dapat dibaca di SINI

     Untuk menuju ke Krui kami melakukan perjalanan darat melewati kota Liwa, ibukota kabupaten Lampung Barat. Ketika memasuki kota Liwa matahari telah turun ke peraduan. Hari mulai gelap. Kami sempat beristirahat sejenak di sebuah masjid untuk shalat magrib. Lalu perjalanan  berlanjut lagi. Karena hari mulai gelap, mobil yang kami tumpangi melaju dengan kecepatan yang tidak terlalu tinggi.

     Sempat juga sih tanya sana tanya sini ketika ada jalan yang bersimpang. Setelah yakin jalan menuju kota Krui benar kami lewati, mobil beranjak lagi. Perut kami saat itu sudah mulai keroncongan. Mau mampir ke rumah makan waktunya tanggung banget. Kami ingin sesegera mungkin tiba di kota Krui dan ingin segera istirahat karena sudah kelelahan. Untunglah kami sudah membawa bekal di dalam mobil masing-masing. Kami telah mengantisipasi membawa makanan kecil berupa aneka biskuit.  Lumayanlah, mengisi perut dengan biskuit bisa menjadi solusi ketika terasa lapar. 

     Menjelang pukul delapan malam, kami tiba di rumah seorang keluarga di kota Krui Lampung. Kami disambut dengan hangat oleh Yen dan keluarganya. Yen adalah keponakan dari kakak iparku, Kak Bahrun. Yen menikah dengan orang asli Krui dan telah lama nenetap di sana.

     
Gambar dipinjam dari SINI
     
     Setelah berbincang-bincang melepas kangen, kami mulai berberes. Ransel-ransel dikeluarkan dari dalam mobil dan dibawa ke dalam rumah. Acara selanjutnya adalah mandi, dan lanjut santap malam yang tersaji sejak tadi di meja makan. Perbincangan pun berlanjut. Esok harinya kami berencana main di pantai. Konon pantai yang ada di Krui ini tak kalah elok. Pantainya masih alami dan pengembangan wisatanya belum tersentuh secara maksimal.

     Coba deh perhatikan gambar peta di atas. Pantaslah Krui memiliki banyak pantai yang indah. Karena secara geografis kabupaten Pesisir Barat ini letaknya memang benar-benar berada di pesisir pantai yang panjang banget. Jadi penasaran nih pengen tahu gimana sih pantai-pantai di Krui ini? 

     Okey, malam ini kami mau istirahat tidur dulu ya. Mempersiapkan tenaga dan energi untuk main di pantai dan akan melanjutkan perjalanan ke kota Manna Bengkulu. 

Keponakanku "Ratu" pose selfi di rumah keluarga di Krui Lampung

Pose bareng my hubby di salah satu pantai di Krui Lampung

Pose bareng my hubby di pantai yang berada di kecamatan Pulau pisang, Krui,
Kabupaten Pesisir Barat


....bersambung... NEXT..

   

Senin, 18 Januari 2016

Wisata di Danau Ranau


     Akhirnya....setelah melakukan perjalanan panjang, sampailah kami di Muaradua. Kami tiba jam delapan malam. Adik iparku Jimy, isteri dan kedua anaknya menyambut kedatangan kami dengan genbira. Setelah berbincang-bincang melepas kangen, kami langsung berberes-beres. Ada yang mandi, ada yang lanjut makan malam yang telah tersaji sejak tadi. Ada yang langsung mengambil posisi untuk mencari kaplingan tidurnya mau di mana, haha... Maklumlah, rumah Jimy tak terlalu luas. Bila kedatangan tamu empat keluarga besar tentunya langsung penuh sesak dong penghuninya, hehe.. Tapi biarpun kami tidurnya berhimpit-himpitan tak begitu terasa, soalnya  tubuh sudah capek banget pengen buru-buru tidur. Esok harinya rencana mau wisata ke Danau Ranau.  Setelah wisata di Danau Ranau kami akan melanjutkan perjalanan menuju kota Krui di Lampung.

Kisah sebelumnya baca di SINI

Objek wisata alam Danau Ranau yang terletak di kecamatan Banding Agung
Kabupaten OKU Selatan Provinsi Sumatera Selatan 

     Pagi harinya, kami semua sudah rapi dan bersiap-siap melanjutkan perjalanan wisata ke Danau Ranau. Jarak tempuh yang mesti dilalui sekitar satu setengah jam. Empat mobil berjalan iring-iringan. Seru juga sih jalan-jalan kayak gini. Kita seperti orang nomaden yang singgah dari satu tempat ke tempat lain yang dituju.

     Beberapa saat kemudian kami sampai di lokasi wisata. Pemandangan alam yang masih asri begitu terasa. Hawa yang segar dan pepohonan yang rindang menghijau menyajikan pesona yang begitu indah. Seperti biasa, tanganku selalu latah mengambil handphone berkamera untuk mengabadikan momen seperti ini. 


Panorama tempat wisata Danau Ranau yang ada di Mess  PT. PUSRI

Kawasan objek wisata alam Danau Ranau ini dikelola oleh PT.PUSRI

     Setelah puas mengabadikan keindahan panorama alam di sekitar objek wisata Danau Ranau, tibalah saatnya sesi foto selfie, hehe... Aku dan suami gantian mengambil pose yang bagus untuk selfie. Biasanya suamiku ogah selfie. Dengan bujuk rayu yang kujalankan akhirnya dia bersedia juga selfie bareng. Kapan lagi kan mau foto bareng di tempat yang indah kayak gini? Hehe...


Selfie bareng my hubby, dengan latar belakang Danau Ranau dan Gunung Seminung


Suatu sore di Danau Ranau, kesannya begitu dramatis dan eksotis,
momen yang romantis banget ketika mentari mulai turun mencari peraduannya


Selfie bareng dengan my hubby

     Di Danau Ranau ini terdapat sumber mata air panas, tepatnya di pinggiran kaki gunung Seminung. Untuk mencapai sumber air panas ini, kita mesti naik perahu motor menyeberangi danau. Sayangnya, aku gak berani nyebrang naik perahu motor, soalnya debit air sedang tinggi. Aku takut terjadi apa-apa karena aku gak bisa berenang. Daripada aku ketakutan lebih baik kuputuskan untuk tidak ikut rombongan keluargaku yang sebagian dari mereka nyebrang ke sumber air panas. Konon, air panas yang bersumber dari mata air di kaki gunung Seminung ini bisa mengobati penyakit kulit lho...! Butuh waktu sekitar 20 menit untuk tiba di seberang danau.



     Sembari menunggu keluarga yang lainnya menyeberang ke sumber air panas, aku memilih beristirahat di pondokan yang ada di sana. Cukup membayar sepuluh ribu per orang, kita bisa beristirahat bahkan tiduran. Bekal makanan yang kami siapkan dari rumah Jimy pun kami buka dan hidangkan di pondokan itu. Sebetulnya sih ada tempat membeli makanan, tetapi untuk jumlah orang yang duapuluhan lebih bisa merogoh kocek yang lumayan mahal. Bisa berjut-jut dong! Solusinya biar ngirit, kami membawa bekal makanan yang telah dimasak dan disiapkan dari rumah, hehe...

     Bersambung... NEXT..


Kamis, 14 Januari 2016

Liburan Seru Bareng Keluarga


     Rasanya baru kemaren melewati detik-detik pergantian tahun. Gak nyangka juga saat ini sudah masuk minggu kedua 2016. Tentunya, banyak dong peristiwa berkesan yang telah kita lalui. Nah, aku tuh senang banget karena mengakhiri tahun 2016 dengan jalan-jalan bareng keluarga besar. 

     Ceritanya nih, ayuk iparku (ayuk = panggilan untuk kakak perempuan bagi orang Palembang) punya ide mau jalan-jalan bareng.

     "Gimana, bisa kan Dik ikut?" tanya beliau saat bercakap-cakap melalui handphone.

     "InsyaAllah aku bisa ikutan, Yuk. Tahu aja nih kalo aku senang jalan-jalan, hehe..," candaku.

     Akhirnya, hari yang ditunggu-tunggu tiba. Pilihan kami untuk jalan-jalan pas libur cuti bersama dari tanggal 24-27 Desember 2015. Berhubung berangkatnya pada tanggal 23 Desember itu belum libur, terpaksa deh hari itu aku masuk kerja cuma setengah hari. Aku ijin sama Pak Bos di kantor, hehe... Pas jam ishoma (istirahat, makan, shalat)  aku kabur dan gabung dengan keluargaku yang telah menunggu, hehe..

     Banyak banget personil yang ikut. Semuanya ada empat keluarga. Pertama, keluarga Ayuk Tina, terdiri dari suami dan empat anaknya. Lalu keluarga kak Tamrin, sama isteri dan ketiga anaknya. Ada adik iparku Lena, beserta suami dan dua anaknya. Lalu ada ayah dan ibu mertua, aku dan suamiku. Huaaa...rame deh... 

     Tujuan perjalanan kami siang itu adalah ke Muaradua, ibukota kabupaten OKU Selatan, salah satu kabupaten yang ada di provinsi Sumatera Selatan. Memang suamiku berasal dari daerah sana. Kebetulan di Muaradua ada adik iparku Jimy yang menetap dan bekerja di salah satu instansi pemerintah. Jimy punya dua anak laki-laki, isterinya seorang guru di sana. Di rumah adikku Jimy inilah kami akan menginap. Wah... bisa gak ya rumah Jimy menampung tamunya yang rame banget ini? Rencananya, dari Muaradua kami akan jalan-jalan ke Danau Ranau. Lalu ke Krui Lampung melalui Liwa. Selanjutnya ke Manna Bengkulu, lalu mampir ke kota Bengkulu, ke Curup, Linggau daan balik lagi ke Palembang. Wah... ini namanya touring dong ya, hehe...

     Perjalanan kami ke Muraradua ditempuh kurang lebih tujuh jam. Lumayan lama ya? Maklumlah, namanya juga konvoi, jalannya beriring-iringan, gak ngebut. Lagian apa yang mesti di kejar ya, slow aja mengendarai mobil sambil menikmati panorama alam yang kami lalui.

     Kami konvoi dengan  tiga mobil. Dengan jumlah penumpang sebanyak 20 orang, tentunya kami berjejal-ria di dalamnya, haha... Belum lagi barang bawaan kami juga banyak. Selain pakaian ganti, kami membawa bekal makanan, peralatan makan dan peralatan masak. Kayak mau piknik aja ya! Hehe...

     Untunglah, kami sudah mensiasati barang yang dibawa agar bisa terangkut semua dalam mobil. Kebetulan mobilnya gak punya bagasi khusus. Jadi semua barang yang dibawa ditarok di belakang kursi paling ujung. Nah, kebayang kan gimana ribetnya saat nyusun barang-barang bawaan agar terangkut semua? Untungnya, kami membawa ransel untuk menyimpan pakaian ganti, sehingga mudah disusun dan ditumpuk di dalam mobil.

Ransel ini lho yang dibawa oleh suamiku

     Kenapa membawa ransel bukan koper? Ada alasannya nih.

1. Tiap orang bisa mengontrol bawaannya masing-masing. Tiap orang kan beda-beda kebutuhannya. Nah, kalau masing-masing sudah membawanya dalam ransel, gak akan menyusahkan orang lain dong mencari keperluannya dan pakaiannya? 

2. Membawa ransel lebih praktis untuk disusun, ditumpuk dan ditarok dalam mobil. Apalagi bila mobilnya gak punya bagasi khusus. Nah, ransel-ransel ini lebih mudah untuk dipacking.

3.  Membawa ransel lebih banyak menampung pakaian yang dibawa. Beda dengan koper, yang secara performance lebih gede kopernya daripada isinya.


Ini lho Ransel Raffy yang kupinjam

     Untungnya  aku dan suami punya banyak ransel dengan berbagai ukuran. Secara kebetulan, ransel-ransel itu sebagian aku dapatkan gratis lho! Kalau ikut seminar atau diklat dari kantor, biasanya selain materi dapat ransel juga. Lumayan kan, setelah usai seminar atau diklat, ranselnya bisa dimanfaatkan buat dibawa jalan-jalan seperti ini. Agar ransel milikku dan suami gak tertukar, aku pilih ransel berwarna orange. Tapi ransel orange ini bukan dapat dari seminar atau diklat lho! Ransel ini milik Raffy, keponakanku.

     "Eh...koq buku-buku Raffy dikeluarin semua, Bunda?" tanya Raffy.

     "Ranselnya mau Bunda pinjam. Bunda mau berangkat jalan-jalan bareng Yayah," jelasku.

     "Lha...ntar Raffy sekolah gimana?"

     "Kan sekarang sedang libur? Sebentar aja Bunda pinjam ya! Ntar pas balik Bunda kasih oleh-oleh ya!" rayuku.

     "Oh iya ya...," Raffy baru ngeh tuh.

     Raffy tersenyum sumringah ketika kuiming-imingi hadiah nantinya. Hadehhh...dasar anak jaman sekarang ya, sudah pada ngerti semua dengan oleh-oleh, hehe...


To be continue next.....




Minggu, 10 Januari 2016

Asyiknya Ngeblog


       Akhir-akhir ini rame blogger yang nulis tentang berkah ngeblog. Dari berbagai tulisan yang kubaca ternyata kesimpulannya sama, bahwa ngeblog itu asyik banget. Asyik yang gimana sih maksudnya? Hmmm... maksudnya nih...banyak manfaat yang didapat dari aktifitas ngeblog.

       Demikian juga dengan diriku, sudah merasakan manfaat dari aktifitas asyiknya ngeblog. Aku memulai debut dalam dunia perbloggeran sejak tahun 2009 yang lalu. Berarti lebih kurang sudah berjalan tujuh tahunan ya! Sudah cukup lama bukan? Ya...! Aku membangun blog-ku ini cukup tertatih-tatih hingga akhirnya aku bisa mendapat manfaat seperti para blogger lain yang sudah eksis.

       Awalnya, keinginan punya blog ini adalah sebagai media bagiku membagikan tulisan-tulisan yang aku buat agar bisa dibaca oleh pengunjung blog. Maklumlah, aku pernah punya cita-cita pengen banget menjadi seorang penulis. Dimataku, menjadi penulis itu profesi yang enak banget. Bisa menjadi ladang profesi yang mumpuni untuk mendapat uang. Konon, honor seorang penulis itu lumayan banget buat membiayai kebutuhan sehari-hari.. Apalagi bila tulisannya sering dimuat media, makin banyak dong pundi-pundi yang didapat.

       Ngomong-ngomong tentang dunia tulis-menulis, aku sudah melakoni aktifitas ini sejak duduk dibangku SD. Kala itu aku nulis cerita di buku tulis, pakai tulisan tangan. Tapi kala itu tulisan-tulisanku hanya tersimpan rapi di buku. Barulah pada masa SMP coba-coba kirim ke majalah Gadis dan Anita, eh..dimuat! Sayangnya, tulisan yang aku kirim kebanyakan ditolak daripada dimuat media, haha.. Inilah alasannya kenapa aku malas menulis, kalau sudah ditolak mood menulis langsung down!

         Hingga akhirnya dunia informasi dan teknologi berkembang pesat. Orang-orang mulai merambah dunia maya dan menggunakan internet untuk mencari berbagai informasi terkini. Tak pelak orang pun mulai mengenal yang namanya blog. Blog merupakan aplikasi web sebagai sarana untuk berbagi tulisan atau artikel yang diposting. Nah...pas banget nih, aku menemukan media yang tepat untuk menjadi penulis blog.

       Beruntung aku punya sepupu yang baik hati. Walau dia tinggalnya di Jakarta, kami bisa chat melalui dunia maya dengan lancar. Dia berbaik hati membuatkan blog gratisan. Karena aku ingin lebih eksis, sejak setahun terakhir aku ganti dengan domain berbayar. 

       Berbekal laptop tua yang kumiliki, aku memulai aktifitas menjadi seorang blogger. Pernah aku punya niat mengganti laptop tua ini dengan laptop anyar. Namun niatku ini aku urungkan karena berbagai alasan. Selain harga laptop anyar lebih mahal, spesifikasi laptop teranyar itu biasanya lebih canggih. Nah... aku yang gaptek ini agak kesulitan ketika menggunakan laptop anyar dengan fitur yang canggih. Maklumlah, untuk usiaku yang tak muda lagi agak kesulitan menangkap ilmu-ilmu terbaru seputar IT, hehe... (# ngeles.. bilang aja males belajar ya..)


Laptop tua, teman setiaku untuk ngeblog

       Seperti yang telah kuceritakan di atas, sejak setahun terakhir aku beralih ke domain berbayar. Agar terlihat lebih profesional dan dilirik brand tertentu untuk bekerja sama. Benar saja, empat bulan sejak beralih domain, aku mulai mendapatkan job review. Alhamdulillah....rejeki pun datang, hobi menulis pun tersalurkan. Tak terkira manfaat yang kudapatkan dari aktifitas ngeblog. Mulai dari hobi menulis yang tersalurkan, otak lebih fresh karena ide-ide bisa dituangkan kedalam tulisan, kemampuan menulis menjadi terasah, hati dan jiwa lebih adem karena menemukan passion dalam dunia perbloggeran, menerima benefit berupa barang maupun uang. Alhamdulillah, aktifitas ngeblog yang asyik ini tersalurkan berkat laptop tua milikku. Semakin sayang deh dengan laptopku, kayaknya keinginan untuk menggantinya dengan laptop anyar sementara ini ku-pending dulu. Makasih ya laptop tua-ku....! 

       

Rabu, 06 Januari 2016

Oleh-Oleh Kacang Disko


       Apa yang paling ditunggu ketika kerabat atau kolega pergi berlibur ke suatu tempat? Pastinya menanti oleh-olehnya kan? Hayooo...pada ngaku ya... hehe... Tak terkecuali diriku, sering kecipratan oleh-oleh khas suatu daerah yang dikunjungi kerabat. 

       "Mbak..., ada di rumah kan? Aku mau mampir ya, nganterin sedikit oleh-oleh nih," sapa adikku Reny dari hape yang kugenggam.

        " He-eh.....aku sekarang sedang di rumah, bolehlah aku tunggu ya kedatangan oleh-olehnya, hehe...,"

       Kurang dari setengah jam, adikku Reny tiba. Dia datang dengan menjinjing kantong plastik yang berisi sesuatu. Nah...itu pasti oleh-oleh yang dia maksud!

       "Apaan yang di kantong itu? Oleh-oleh buatku ya? Hehe...," aku menagih.

       "Iya nih Mbak, kemaren papanya Rafi kan baru pulang dari Lombok. Ini dia bawa kacang disko. Enak lho kacangnya, boleh dicoba nih...,"

Kacang disko, oleh-oleh khas Lombok

       Ada dua kotak kacang disko. Rasanya seperti apa ya? Setahuku kacang disko ini dari Bali. Ternyata di Lombok ada juga kacang disko. Karena rasa penasaran yang amat sangat, aku membuka kemasan kotaknya. Hmm....kacang yang berbalut tepung yang dibumbui, mirip kacang atom. Bedanya, balutan tepung bumbunya lebih tebal. Tak sabar aku mencicipi. Yes....rasanya gurih banget. Bumbunya juga enak. Pas di lidah. 

       Pantesan rasanya enak dan gurih, kandungan bumbunya beragam. Pada kotak kemasannya tertera bahan-bahannya dengan komposisi tertentu. Terbuat dari kacang pilihan, terigu, keju, gula, garam, minyak nabati, bawang putih, cabe dan bumbu spesial. Kalau yang aku cicipin ini kacang diskonya dengan varian ayam bakar.

Malam harinya...

       Tidak terasa aku sudah menghabiskan kacang disko sudah hampir setengah stoples, hehe... Kapan ya bisa ke Lombok? Aku mau borong kacang disko ah... Biar lidah terus bergoyang! Apalagi sambil ngeblog seperti saat ini, kacang diskonya hampir ludes! Gak terasa kalo ngeblog sambil ngemil itu bisa ngabisin satu stoples kacang disko, haha...

       "Lho....kacang diskonya habis ya?" tanya suamiku.

      "Hadew...maafkan daku ya sayang.....kacang diskonya dah ludes!"

      Akhirnya, suamiku hanya bisa menelan ludah. Kayaknya dia pengen banget ikutan ngemil kacang disko sambil nonton teve. Kebiasaannya dia sih gitu, kalo aku ngeblog dia nemenin sambil nonton teve. Sekali lagi maafkan daku ya sayang, kayaknya kita mesti pergi sendiri deh ke Lombok biar gak rebutan kacang disko lagi ya! Hehe...       

       

Minggu, 03 Januari 2016

Mengisi Liburan ke Toko Buku


Tarraaa.... ketemu lagi nih dengan hari Minggu. Saatnya ke toko buku nih. Biasanya kalau hari Sabtu atau Minggu aku memang selalu mampir ke toko buku. Bila ada buku bagus pasti deh aku beli. Kalau belum ada buku yang menarik untuk dibeli, biasanya aku cuma numpang baca doang, hehe.. Maklumlah, kadangkala aku suka kalap kalau di toko buku. Ada saja yang aku belanjakan. Entah beli buku, majalah, koran ataupun stationary.  Agar tidak kalap di toko buku, aku selalu mengontrol keinginan untuk belanja di sana. Bisa jebol dong kantong kalau diturutkan kemaunan belanja, hehe..

Seperti yang terjadi pada hari Minggu kali ini. Setelah beres-beres rumah, aku siap-siap hang-out menuju sebuah mall. Kebetulan, hari ini tidak ada jadual kondangan. Sementara suamiku membantu sepupunya yang membuka toko bangunan. Jadinya aku pergi sendirian deh! Di Palembang Square terdapat gerai toko buku terkenal. Di gerai toko buku itulah aku selalu menghabiskan waktu tiada bosan-bosannya. Kadangkala sampai lupa waktu di sana. Bisa berjam-jam mengelilingi satu display ke display lainnya.

Display buku-buku 

Kenapa aku kadangkala sering lupa diri saat di toko buku? Kenapa pula aku senang berlama-lama di toko buku ini? Hingga aku hafal betul di mana letak display buku-buku sesuai dengan tematiknya? Hmm...jawabannya: karena suasana di toko buku ini dibuat sangat nyaman bagi pengunjung. Ditambah lagi ruangannya sejuk sehingga kita dibuat betah berlama-lama di sana. Memang kalau sudah betah aku suka asyik sendiri di toko buku ini, hehe..

Display buku-buku

Seperti yang terjadi siang tadi, tak terasa lebih dari satu jam aku berada di sana. Karena kondisi bulan tua nih, aku bawa uang hanya sekedarnya. Maklum, abdi negara gajian baru tanggal 4 Januari, hehe.. Lama banget ya gajiannya, ketemu libur Tahun Baru sih..! Untungnya aku cuma bawa uang pas-pasan, aku bisa mengontrol keinginanku beli buku yang terkadang kalap. Pernah lho....aku beli buku cukup banyak, begitu tiba di rumah hanya sebagian yang aku baca. Sisanya, masih terbungkus rapi dalam plastik pembungkus, hehe... Maklumlah, mengingat usiaku sudah tak muda lagi mata pun mudah lelah bila membaca terlalu lama. Dengan alasan itu pula banyak buku yang aku beli belum tuntas aku baca semuanya.

Pelubang kertas yang aku beli

Alhasil, perolehanku di toko buku tadi hanya membeli satu buah buku saku shalat sunat, koran Kompas dan satu buah stationery berupa pelubang kertas. Mengingat besok tanggal 4 Januari adalah hari pertama ngantor, tentunya masih ada pekerjaan kantor tersisa yang belum tuntas kukerjakan. Aku teringat, ada beberapa surat-surat kedinasan yang file-nya belum tersimpan dengan rapi. Ketika akan mengarsipkannya kedalam map snellhecter, pelubang kertas di kantor rusak. Makanya aku beli yang baru saja di toko buku tadi. Semoga hari pertama ngantor besok suasananya lebih segar agar lebih semangat bekerja.


Jumat, 01 Januari 2016

Selamat Datang 2016


Alhamdulillah... hari ini adalah hari pertama kulalui pada tahun 2016. Alhamdulillah juga masih diberikan nafas kehidupan, hingga masih bisa menikmati mentari pagi tepat tanggal 01 Januari 2016. Indahnya panorama pagi ini...

Panorama pagi di depan rumahku yang kutangkap melalui kamera saku

Lihatlah foto panorama pagi yang berhasil kuabadikan pada foto di atas. Indah sekali bukan? Langit membiru tersaput awan putih. Sementara secercah cahaya kekuningan mulai memancarkan terangnya. Pertanda mentari mulai menampakkan auranya. Lama aku menatap fenomena alam itu. Hingga akhirnya mentari pun mulai tinggi dan alampun semakin terang.

Foto tersebut aku ambil memakai kamera saku. Aku bukanlah seorang fotografer profesional. Namun aku suka memotret objek-objek ataupun momen-momen yang menurutku indah dan penting. Sebab, momen itu tak akan pernah kembali. Itulah alasannya kenapa aku selalu membawa kamera saku untuk mengabadikan momen. Kadangkala aku menggunakan kamera handphone pula untuk memotret.

Hmm.... itulah siklus kehidupan yang terus mengalir bak air. Rasanya baru beberapa jam yang lalu aku melewati detik-detik pergantian tahun. Meninggalkan begitu banyak kenangan 2015. Dan menjemput sejuta harapan dan keinginan pada tahun 2016.  Nah...saatnya membuat resolusi nih. Kira-kira apa ya resolusi dan keinginan yang kuharapkan pada tahun 2016 ini?

Pastinya sudah banyak ya sahabat-sahabat pembaca blog ini yang telah menuangkan resolusinya untuk tahun 2016. Nah...biar nampak kekinian, tidak ada salahnya juga kan bila aku pun punya resolusi untuk tahun 2016. Kira-kira apa ya resolusiku?

Aku sih tipe orang yang tidak ribet dan so simple...! Resolusiku tidak muluk-muluk koq. Pengennya sih tahun ini menjadi lebih sukses dari tahun kemaren. Hmm...umum banget ya?!  Pengen ke tanah suci bareng suami dan papa. Pengen pindah tugas ke tempat lain (aku orangnya bosenan kalau terlalu lama ngantor di suatu instansi). Pengen tahun ini bisa jalan-jalan lagi berlibur bareng suami dan keluarga. Pengen menerbitkan buku TTS bareng Kompas Gramedia (ini sudah ada pembicaraan dengan orang redaksinya). Pengen lebih konsisten lagi ngeblognya (ini karena aku blogger yg masih suka bosenan dan kadangkala kering ide). Pengen punya side-job dari blog (dapet review, kerjasama dengan brand tertentu berlanjut). Pengen punya perpustakaan mini di rumah yang berfungsi juga sebagai ruang kerja (biar ide-ide mengalir saat menulis). Dan masih banyak lagi resolusi yang kuharapkan terpenuhi pada tahun 2016 ini. Kalau ditulis semuanya ntar postingan ini terlalu panjang. Jadi aku ambil yang point-pointnya saja.

Nah...itulah resolusiku untuk 2016 ini. Bagaimana dengan resolusimu sahabat? Adakah kamu sudah menuliskannya?