IKLAN

Selasa, 24 Juli 2018

Mengunjungi Kawasan Kota Tua


       Pesawat yang kami tumpangi mendarat dengan mulus di bandara Soekarno Hatta pukul 11.50 WIB. Saya dan Pak Suami mengucap syukur karena penerbangan ini mulus. Setelah keluar area bandara, kami menunggu kedatangan bus DAMRI jurusan Kramatdjati. Bus DAMRI menjadi pilihan favorit kami untuk melanjutkan perjalanan dari bandara Soetta.


 

     Kenapa memilih bus DAMRI jurusan Kramatdjati? Alasan pertama, kami ingin melihat sisi lain pemandangan ibukota dari dalam bus. Kedua, dari terminal Kramatdjati kami biasanya naik bajaj menuju kawasan Salemba Tengah. Di Salemba Tengah ada penginapan sederhana yang akan kami jadikan tempat menginap selama satu malam. Namanya juga traveling ala backpacker, budget nginap harus ditekan agar bisa ngirit, hehe...

       Setiba di penginapan, kami langsung mandi lalu shalat zuhur. Setelah itu mencari tempat makan siang.  Di sekitar jalan Salemba Tengah banyak sekali warteg. Makan di warteg bisa memilih lauk apa saja yang kita suka. Harga makanan di warteg tidak mahal, pas untuk ukuran kantong yang akan backpacker hemat.

       Selesai makan, kami kembali ke penginapan. Istirahat sebentar menanti waktu ashar dan magrib. Lepas magrib kami berencana ke kawasan Kota Tua. Sudah lama saya penasaran dengan kawasan Kota Tua. Pengen banget menikmati wisata yang bernuansa kolonial. Saya sering melihat foto-foto orang wisata di sana keren-keren. Pengen naik sepeda dengan memakai kostum ala Noni Belanda.

       Kami ke Kota Tua menumpang bajaj. Hmm, enak banget naik bajaj. Saya bisa merasakan sensasi yang lain, bisa menikmati suasana keramaian ibukota dari dalam bajaj. Tapi ada rasa takut juga sih. Bajai di Jakarta kencang larinya ya! Hehe...

Gedung Museum Fatahillah tampak berdiri kokoh



       Suasana di kawasan Kota Tua malam itu ramai sekali. Mungkin karena kebetulan malam itu adalah malam minggu. Banyak muda-mudi yang datang. Banyak pula yang datang bersama keluarganya. Saya takjub melihat bangunan di kawasan Kota Tua. Deretan bangunan tua bernuansa kolonial yang megah masih berdiri kokoh. Sebagian besar bangunan itu difungsikan sebagai museum. Sayang kedatangan kami pada malam hari. Museum-museumnya sudah tutup. Padahal saya penasaran ingin masuk ke dalam museum-museumnya.

       Saya dan Pak Suami berkeliling menyusuri kawasan Kota Tua sambil melihat atraksi yang ada. Banyak sekali atraksi yang ditampilkan. Suasananya ramai dan meriah, seperti berada di arena pasar seni. Ada atraksi seorang wanita yang penampilannya berkostum ala Noni Belanda. Ada juga atraksi menampilkan orang yang berpakaian seperti serdadu Belanda. Pokoknya seru deh! Pengunjung boleh berfoto dengan mereka dengan menyisihkan uang ala kadarnya. Sebetulnya saya pengen foto sama Noni Belanda. Tapi karena yang antre ramai sekali, saya mengurungkan diri.


 Keramaian di kawasan Kota Tua


       Perhatian saya selanjutnya jatuh ada seorang Bapak yang berpakaian ala penari Jawa. Yang menarik dan bikin penasaran, si Bapak bisa duduk di awang-awang. Saya sampai ngintip di bawahnya, kira-kira ada trik apa di situ? Ternyata tidak ada apa-apa, tidak ada sesuatu yang dipasang sebagai trik. Waduh, si Bapak keren banget ya? Hehe..


Eh, si Bapak nyantai banget duduknya. Gak takut jatuh Pak? Hehe


       Malam itu, saya dan Pak Suami berkeliling di kawasan Kota Tua dengan senang. Suasananya yang ramai membuat suasana di sana seperti ada di pasar malam. Pantesan banyak yang datang ke tempat ini. Untuk urusan wisata murah meriah, kawasan Kota Tua bisa menjadi pilihan.

       Tapi sayangnya pada malam itu saya tak menemukan orang yang menyewakan sepeda dan kostum Noni Belanda. Mugkin kalau kami datang pada siang hari, kami bisa menemukan penyewa sepeda dan kostum Noni Belanda.

       Next, saya akan datang lagi berwisata ke kawasan Kota Tua. Catettt...!

 Selfie dulu, next time kami akan kembali ya!

                Next..
Ceritanya akan berlanjut ke tulisan selanjutnya..
      

9 komentar:

  1. Ceritanya seru, next ditunggu lanjutannya:)

    BalasHapus
  2. Wihh keren banget tuh bapak bisa duduk ngawang:) heheh

    BalasHapus
  3. Jadi pengen ngunjungi kota tua nih:) heheh

    BalasHapus
  4. Seru banget ya malam-malam jalan-jalan ke kawasan kota tua:)

    BalasHapus
  5. Seru tuh naik bajaj khas Jakarta :D

    BalasHapus
  6. Wah seru juga ternyata ke Kota Tua malam hari, kalau saya sih pernahnya ke Kota Tua siang hari.. Ternyata siang ataupun malam, Kota Tua tetap ramai ya Mba.. Seruuu :D

    BalasHapus
  7. Triknya bapak gatotkaca itu di tongkat yg dia pegang kak

    BalasHapus
  8. Seru juga ya ke Kota Tua. Kalau saya kemaren cuma maen ke Taman Kerinci aja

    BalasHapus
  9. Huhu, pengen banget ke Kota Tua, tapi belum ada teman jelajahnya

    acipah.com

    BalasHapus

Terimakasih atas kunjungan dan komentarnya ya...