IKLAN

Jumat, 30 November 2018

Inilah Alasan Saya Koleksi Buku


       Tema #BPN30DayChallenge2018 hari ini adalah tentang barang yang dikoleksi di rumah. Nah, pas banget nih temanya, soalnya saya hari ini mau cerita tentang hobi mengoleksi buku. Dulu ketika saya mulai bisa membaca, saya paling senang bila melihat buku. Buku apa saja saya baca, termasuk buku-buku milik papa saya untuk mengajar. Oleh karena itu papa saya berinisiatif untuk berlangganan majalah Bobo, agar saya bisa punya bahan bacaan yang sesuai umur. Papa saya seorang guru bahasa Indonesia memiliki banyak buku untuk mengajar, yang di dalamnya terkadang ada topik mengenai karya sastra. Jadi, saya sudah lama baca karya sastra penulis pujangga baru semacam Layar Terkembang karya Sutan Takbir Alisjahbana atau Pada Sebuah Kapal karya NH.Dini. Sebagai guru bahasa Indonesia, papa saya banyak mengoleksi buku-buku sastra sebagai bahan ajar.


       Dulu, saya suka ngiri sama teman sekelas, sebut saja namanya Aini. Soalnya si Aini sering dibelikan buku cerita oleh orang tuanya. Jaman saya SD dulu buku cerita semacam Puteri Tidur, Cinderella, Puteri Salju sedang booming. Kalau punya buku-buku cerita baru, si Aini sering membawanya ke sekolah. Nanti kita ramai-ramai membacanya pas jam istirahat. Si Aini anaknya baik, sering mengajak saya main ke rumahnya. Saya paling suka diajak main ke rumahnya karena di sana banyak koleksi buku cerita yang tertata rapi. Bahkan Aini dan adiknya membuka Taman Bacaan, dengan menyewakan buku-buku cerita koleksinya. 

       Makin kesini makin menjadi hobi saya membaca buku. Waktu SMP dan SMA, saya memanfaatkan waktu istirahat di sekolah untuk pergi ke perpustakaan. Tiada hari tanpa ke perpustakaan untuk membaca buku. Saya juga rajin meminjam buku di perpustakaan. Yang paling saya suka adalah buku cerita bertema detektif atau petualangan. Buku cerita Lima Sekawan karya Agatha Christie adalah favorit saya. Semua judul serial Lima Sekawan tuntas saya baca semua. Selain itu, buku karya Agatha Christie  yang tokohnya Hercule Poirot favorit saya juga. Yang tidak bosan saya baca adalah yang judulnya Murder on The Orient Express.

       Sejak saya bekerja dan punya penghasilan sendiri, baru deh saya berani membeli buku di Gramedia. Tiap minggu pasti deh saya mampir ke Gramedia untuk baca-baca buku. Bahkan kalau ada buku yang menarik pasti deh saya beli. Akhirnya koleksi buku di rumah jadi banyak. Saya sampai bingung mau tarok di mana. 

Kenapa saya koleksi buku?

       Mungkin ada teman-teman yang bertanya seperti itu ya? Alasan saya mengoleksi buku karena saya ingin punya perpustakaan pribadi di rumah. Saya punya mimpi,suatu saat di rumah ada ruangan khusus yang ditata menjadi ruang baca yang nyaman. Ruang perpustakaan yang nyaman, tempat saya menghabiskan waktu untuk membaca maupun blogging.

       Buku-buku koleksi saya adalah buku-buku yang telah mencuri hati sehingga saya membelinya. Saya mencatat beberapa kali saya berganti minat terhadap buku. Dulu saya suka membeli buku bertema motivasi yang berisi spirit untuk membangun jati diri. Banyak buku-buku motivasi yang saya koleksi. Lalu saya minat pada buku-buku bertema agama. Misal buku tentang sejarah Islam, buku panduan beribadah adalah salah satu tema buku religi yang menjadi koleksi. Ada juga masanya saya suka buku novel dan buku kumpulan cerita pendek. 

       Saya pernah punya obsesi ingin menjadi penulis. Maka saya banyak membeli buku tentang bagaimana menjadi seorang penulis, salah satunya buku berjudul Menulis Fiksi Itu Seksi karya pengarang favorit Alberthieen Endah. Sekarang yang saya minati adalah buku-buku bertema traveling. Kenapa suka beli buku traveling? Karena saya suka traveling, sehingga buku tersebut menjadi salah satu referensi untuk mencari informasi tentang destinasi wisata.




       Kini koleksi saya lumayan banyak. Selain ingin punya perpustakaan pribadi di rumah, suatu saat saya ingin membuka semacam Rumah Baca bagi anak-anak sekitar rumah. Buat apa punya banyak koleksi buku kalau hanya untuk konsumsi pribadi? Buku-buku koleksi saya akan lebih berguna kalau ada orang lain yang bisa membacanya, memperoleh informasi dan mendapat manfaat setelah membaca buku. Karena ingin mendirikan Rumah Baca maka koleksi buku-buku untuk konsumsi anak-anak sudah banyak juga saya beli.

       Nah, ituah cerita saya dan alasan mengapa saya mengoleksi buku. Adakah diantara teman-teman yang punya hobi sama dengan saya?

2 komentar:

  1. Semoga impian untuk mendirikan rumah baca terwujudu ya, mba

    BalasHapus
  2. Harapan kita mirip Mba.
    Sewaktu kerja di luar negeri saya mengoleksi buku buku. Pulang dari luar negeri yg dibawa bukan uang, tapi buku buku. Hahaha... Tetangga sampai pad geleng kepala. Tadinya mereka mau oleh2 kali ya...

    Saya juga mau mendirikan sejenis rumah baca atau perpustakaan anak. Sekarang udah mulai. Anak2 santri di rumah kalau ada waktu mereka juga suka baca buku koleksi saya ini. Meski belum punya nama atau akta, alhamdulillah sudah jalan deh hehehe

    BalasHapus

Terimakasih atas kunjungan dan komentarnya ya...