Minggu, 23 Agustus 2015

Rindu Ke Tanah Suci


Tak terasa musim haji 2015 sudah tiba. Klotter pertama jemaah calon haji dari Indonesia sudah berangkat pada tanggal 21 Agustus 2015 dari embarkasi Jakarta. Terbayang aku bagaimana jemaah menjalankan ritual tahunan wajib bagi umat muslim yang mampu. Terbersit dalam benakku, seandainya papaku tidak menunda keberangkatannya tahun ini, pastilah beliau bersama jemaah lainnya menjalankan ibadah haji tahun ini. Papa menginginkan berangkat bersama aku dan suami. Berhubung aku dan suami masih ribet tahun ini, hanya ada satu doa yang terucap, "Ya Allah... Lapangkanlah jalan kami menuju tanah suci.. Dan semoga aku, suami, dan papaku diberi kesempatan umur panjang untuk melaksanakan kewajiban kami sebagai muslim.."

Untuk mengobati rasa rindu suasana kota Madinah dan Mekkah, aku pandangi satu persatu foto-foto saat aku dan suami melaksanakan umroh awal tahun 2010 yang lalu. "Ya Allah...perkenankan kami menjejakkan kaki lagi ke tanah suci... Bismillah..."


Last moment in Movenvick Hotel Madinah, sesaat sebelum berangkat menuju kota Mekah

Di depan Ka'bah Masjidil Haram sesaat setelah selesai umroh

Sesaat setelah suamiku selesai melaksanakan  ibadah umroh di Masjidil Haram


Di pelataran Masjidil Haram, sesaat setelah menunaikan shalat Isya'


Di pelataran Masjid Nabawi


Di pelataran Masjid Quba


Saat ziarah wisata religi di Bukit Uhud


Mampir di kebun kurma


Masih di salah satu sudut kota Madinah di pelataran Masjid Nabawi

Di Jabal Nur, sayang gak sempat naik ke Gua Hira'

Di Jabal Rahmah, tempat pertemuan Adam dan Hawa

Masih di puncak bukit Jabal Rahmah, banyak peziarah menuliskan
nama mereka dan pasangannya pada tugu yang tampak pada latar belakang foto ini,
berharap berkah menjadi pasangan yang diridhai Allah SWT

Berkunjung ke peternakan unta

Di pelataran Masjid Terapung Jeddah, last moment sebelum kembali ke Indonesia


Sabtu, 22 Agustus 2015

Menjelajahi Bukit Fatin San Bangka


Pulau Bangka memiliki banyak tempat yang indah untuk disinggahi. Tak hanya didominasi oleh pantai-pantai indah  tetapi bukit-bukitnya pun sangat indah. Salah satunya adalah Bukit Fatin San. Nah, penasaran kan bukit yang seperti apa itu?

Bersama dengan kerabat yang tinggal di Bangka, pada libur tahun baru 2015 yang lalu aku jalan-jalan menuju Bukit Fatin San. Perjalanan ditempuh kurang dari 45 menit dengan armada mobil. Tepatnya Bukit Fatin San ini terletak di Bukit Betung Sungai Liat Bangka. Begitu sampai di lokasi, decak kagum keluar dari bibirku. Ini adalah kali pertama aku singgah di tempat ini. Ketika menjejakkan kaki di sana kita akan disuguhi pemandangan yang indah. Di Bukit Fatin San ini berdiri kuil Budha. Banyak juga dibangun ornamen patung-patung mirip sekali dengan nuansa kuil Saolin lho. Di sekitar kuil ini terhampar pepohonan yang hijau menambah sejuk udara sekitar. 

Kuil Budha yang berada di Bukit Fatin San

Salah satu ornamen patung naga yang berada di Bukit Fatin San

Menara kuil yang berada dalam kawasan Bukit Fatin San

Untuk mencapai ke puncak kita harus melewati terlebih dahulu banyak anak tangga. Hati-hati saat mendaki anak tangga karena tempat ini lumayan curam. Bahkan keponakanku Akbar sempat terpeleset. Untungnya Akbar hanya lecet sedikit. Maklum, namanya juga anak cowok ya, lakunya sangat lincah, maunya berlari kesana kemari. Karena di sekitar tempat ini sangat indah, banyak pelancong yang mengabadikan spot-spot cantik di tempat ini. Termasuk juga diriku, sibuk jepret sana jepret sini pasang aksi. Kapan lagi bernarsis ria, mumpung sedang melancong ya, haha...

Ketika sudah berada di puncak bukit, kita akan disuguhi lagi panorama yang lebih indah. Dari atas puncak bukit ini kita dapat memandang sudut-sudut kota dengan pantainya. Kita bisa melihat juga lalu-lalang kapal-kapal yang berlayar ke tengah laut. Sungguh pemandangan yang eksotis dari atas bukit ini. Nah, bila sahabat berkunjung ke pulau Bangka jangan lupa mampir ke Bukit Fatin San. Tempat ini patut disinggahi lantaran memiliki nilai wisata sejarah dan religi. Untuk berkeliling di Bukit Fatin San kita cukup merogoh kocek limaribu rupiah sebagai tanda masuk. Lalu berkelana mengelilingi spot-spot yang cantik di Bukit Fatin San. Berikut ini aku tampilkan foto-fotonya ya...

Memeluk keponakanku "Akbar" di anak tangga kuil Budha Bukit Fatin San


Menaiki anak tangga Bukit Fatin San


Gak enak banget penampakan kresek merah itu...hadehhh..

Capek mendaki, ngaso dulu sejenak ahh.. Ada Akbar dan mamanya..


Naik terusss....hingga ke puncak..

Salah satu jalan yang harus dilalui untuk mencapai puncak Bukit Fatin San

Menatap lautan di ujung sana dari puncak Bukit Fatin San

Berada di puncak Bukit Fatin San dengan latar lautan lepas..

Saatnya narsis..mengabadikan moment..

Masih narsis di puncak Bukit Fatin San


Minggu, 16 Agustus 2015

Menatap Senja di Selat Bangka


Pada penghujung tahun 2014 yang lalu aku bersama keluarga jalan-jalan ke pulau Bangka. Perjalanan kesana ditempuh melalui jalur darat dengan armada mobil. Dari Palembang kami menuju dermaga Tanjung Api-api. Setelah beberapa lama menanti, kapal penyeberangpun tiba dan siap mengaantarkan penumpang menyeberangi selat Bangka. Nantinya kapal akan berlabuh di dermaga Muntok dan selanjutnya melanjutkan perjalanan menuju kota Pangkal Pinang, tempat dimana adikku bermukim sekarang.

Yang paling menakjubkan itu saat kapal penyeberang berada di atas selat Bangka. Waktu menunjukkan pukul lima sore. Dan langit seakan mulai meredup. Kilauan cerahnya berangsur mulai berganti warna. Senja yang menakjubkan, gumamku. Pemandangan eksotis yang tak terlupakan. Menatap senja yang datang perlahan hingga langitpun berubah gelap. 

Nah, berikut ini aku tampilkan foto-fotonya ya.. The amazaing moment.. 












Jumat, 14 Agustus 2015

Tips Menyimpan Beras Agar Tidak Berkutu


Seringkali kita membeli beras dalam jumlah yang banyak. Misal, membeli beras satu karung dengan isi seberat duapuluh kilogram. Jumlah yang cukup banyak ya? Pertimbangannya karena untuk memenuhi kebutuhan konsumsi beras dalam satu bulan. Itupun disesuaikan dengan jumlah anggota keluarga yang ada di rumah kan? Kalau anggota keluarga di rumah cukup banyak tentunya beras duapuluh kilogram tersebut cepat habis. Nah kalau anggota keluarga cuma ada tiga orang atau empat orang dengan anak balita pula, berasnya tak cepat habis dong...! Yang ada beras yang disimpan lama-lama bisa berkutu dan tak layak dikonsumsi dan berbahaya bagi kesehatan kita.

Nah, sebelum membeli beras agar tidak mubazir ada baiknya membaca tips berikut ini:

1. Pilihlah beras yang berkualitas dari produsen yang baik.  Beras yang berkualitas tak hanya beras bermerek yang kita beli dari mini market lho... Beras berkualitas itu bisa diartikan beras yang baru dipanen, diolah dan dikemas lalu dijual kepada konsumen. Yang paling bagus itu kalau beli langsung dari petani. Ada lho pedagang yang menjual beras hasil olahan dari petani. Pengalamanku, mengkonsumsi beras yang baru dipanen dari sawah beda sekali rasanya dengan beras yang dibeli dari toko. Aku sering mendapat kirimaan beras dari adik yang punya sawah. Rasanya enak banget di lidah dan baunya harum sekali. Sekali makan pengen nambah lagi porsi nasinya, haha...

2. Belilah beras dalam jumlah yang cukup untuk dikonsumsi selama satu bulan. Maksudnya, agar beras yang kita beli itu tak numpuk dalam boks penyimpanan di rumah. Beras yang tak habis dikonsumsi selama satu bulan akan mengeluarkan bau yang tak sedap dan apek. Bila beras apek itu dimasak rasanya tak enak dan membuat selera makan kita tak terbit. Sayang kan sudah beli beras yang harganya saat ini cukup mahal lalu tak habis dimakan lantaran tak enak di lidah? Maka ketika membeli beras pertimbangkan apakah beras itu akan habis dikonsumsi untuk jangka waktu tertentu. Artinya, pertimbangkan antara jumlah anggota yang mengkonsumsinya dengan kebutuhan beras yang akan dibeli. Apalagi bila ada anak balita tentunya si anak tersebut kan belum makan nasi kan? Saat ini banyak koq dijual beras dalam berbagai ukuran dan kemasan. Ada yang dijual dengan kemasan lima kilogram, sepuluh kilogram dan duapuluh kilogram. Tinggal sesuaikan dengan kebutuhan saja mana yang kita pilih.

3. Taruh beberapa butir bawang putih dalam boks penyimpanan beras. Menurut pengalamanku cara seperti ini ampuh juga lho agar beras yang disimpan tidak berkutu. Aroma bawang putih yang khas diyakini bisa membuat beras yang tersimpan cukup lama tersebut tidak berkutu. 

Nah, itulah sedikit tips dan info dariku, semoga bermanfaat ya...


Senin, 10 Agustus 2015

5 Jenis Tanaman Pengusir Nyamuk


Belakangan ini penyakit demam berdarah sering berjangkit dan menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat. Bila musim penghujan tiba biasanya sangat rentan menjadi saat berkembang-biaknya nyamuk. Gejala penyakit demam berdarah kadangkala tidak terdeteksi lebih awal, sehingga kadang-kadang sudah stadium lanjut baru kita menyadari terkena penyakit demam berdarah. Kalau tak segera diobati maka nyawa bisa menjadi taruhan. Apabila kita terkena demam lebih dari tiga hari, segeralah periksakan diri ke dokter. Bisa jadi ini pertanda terkena penyakit demam berdarah.

Perilaku hidup sehat merupakan salah satu hal yang sangat penting diperhatikan. Misalnya, menjaga kebersihan lingkungan rumah dan pekarangan. Genangan air merupakan tempat yang disenangi nyamuk untuk berkembang biak. Air dalam bak mandi atau di dalam kolam ikan harus selalu diganti. Bila ada barang-barang rongsokan di sekitar rumah segeralah menyingkarkan dan membuangnya. Bisa jadi barang-barang bekas itu juga menjadi sarang nyamuk.

Nah, ada cara yang mudah mengusir nyamuk yaitu dengan menanam beberapa jenis tamanam pengusir nyamuk di pekarangan. Berikut ini info 5 jenis tanaman pengusir nyamuk tersebut:

1. Serai. Selain bisa sebagai pelengkap bumbu masakan, tanaman serai berkhasiat sebagai pengusir nyamuk. Bau dan aromanya yang khas dipercaya bisa mengusir nyamuk. Cara menamam dan merawatnyapun tidak rumit. Bisa juga ditanam di dalam pot bila tidak memiliki pekarangan yang cukup. Bila sudah rimbun maka daunnya bisa dipangkas sehingga lebih rapi.



2. Rosemary. Tanaman ini memiliki aroma khas seperti minyak telon. Cara menamam dan merawatnyapun tak sulit. Bisa ditanam di dalam pot dan ditaruh di tempat yang cukup terkena sinar matahari. Tanaman rosemary memiliki bunga berwarna ungu. Selain berkhasiat sebagai pengusir nyamuk, tanaman ini cocok juga dijadikan sebagai tanaman hias.


3. Zodia. Tanaman ini aslinya dari tanah Papua. Daunnya berkhasiat sebagai pengusir nyamuk. Caranya, ambil beberapa helai daun zodia, diremuk-remukan dengan tangan lalu usapkan pada sekujur tangan, kaki atau bagian tubuh lainnya.



4. Kecombrang. Tanaman ini lebih dikenal di Indonesia sebagai bumbu masakan. Tanaman ini di daerah Jawa Barat lebih populer dengan sebutan honje. Tanaman kecombrang memiliki bunga yang cantik berwarna merah muda. Perkembang-biakan tanaman ini cukup mudah, biasanya tunas yang tumbuh merupakan cikal bakal rumpun tanaman yang baru.




5. Lavender. Tanaman lavender berasal dari dataran tinggi pegunungan di daerah Mideterenia. Memiliki bunga berwarna keunguan tanaman ini menyebarkan aroma khas. Banyak digunakan sebagai bahan campuran untuk minyak wangi dan obat-obatan.




Kelima jenis tanaman tersebut bibitnya banyak dijumpai di kios penjual bunga dan tanaman hias. Harganyapun relatif terjangkau dan tidak berat di kantong. Nah, bagaimana? Silahkan membudi-dayakannya dan jadikan sebagai tanaman hias pengusir nyamuk di pekarangan rumah Anda.


Minggu, 09 Agustus 2015

Cara Cermat Memilih Tabungan Anak



Pepatah lama berbunyi:  "Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit." Pepatah tersebut bermakna bahwa upaya apapun dan sekecil apapun bila dilakukan secara terus menerus akan membuahkan hasil. Demikian kira-kira perumpamaan yang dapat disamakan artinya dengan kegiatan menabung.

Menurut istilah dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), menabung berarti menyimpan uang baik itu yang dilakukan di celengan, di kantor pos ataupun di bank. Nah, sejatinya kegiatan menabung ini mestinya diajarkan kepada anak-anak sejak usia dini. Hal ini untuk membiasakan diri mereka agar terbiasa disiplin dalam mengelola keuangan hingga mereka dewasa. 

Ada beberapa kiat mudah agar anak-anak terbiasa menabung. Berikut ini kiat mudah menularkan energi positif kepada anak-anak agar gemar menabung:

1. Belikan celengan yang bentuknya lucu-lucu. Misalnya celengan ayam-ayaman yang terbuat dari tanah liat, celengan kaleng dengan lukisan tokoh super hero atau lukisan boneka cantik. Biasanya anak-anak lebih berminat dengan barang-barang unik yang menarik perhatiannya. 

2. Ajari si anak menabung sebagian uang jajannya di dalam celengan. Misal, dalam satu hari si anak mendapat uang jajan duaribu rupiah, maka yang dipakai jajan hanya seribu rupiah. Sisa seribu rupiah dimasukkan kedalam celengan. Agar si anak rutin menabung dan menyisihkan sebagian uang jajannya, siapkan dulu uang pecahan seribu rupiah. Sehingga tak ada lagi alasan bagi si anak untuk malas menabung di celengannya.

3. Setiap beberapa bulan, misal tiga bulan sekali, ajak si anak untuk menghitung isi celengannya. Lakukan bersama-sama dengan si anak menghitung berapa uang yang terkumpul. Bila sudah mendapatkan jumlahnya, ajak si anak menabungkannya kembali ke bank terdekat. Nah, untuk itu perlu membuka tabungan anak di bank.

Seperti yang kulakukan pada dua keponakan kecilku Rafi dan Aldi, usia 6 dan 7 tahun. Setiap hari mereka dibekali uang jajan oleh ibu mereka. Adakalanya mereka menghabiskan uang jajan dan dibelikan dengan jajanan yang belum tentu terjamin kesehatannya. Kadangkala uangnya dibelikan dengan aneka mainan yang dijual oleh penjaja mainan di emperan sekolahnya. Melihat fenomena ini aku agak prihatin, bagaimana ya agar mereka mau menyisihkan uang jajannya sehingga ada yang bisa ditabung setiap harinya?

Yups.....akhirnya aku membeli dua buah celengan plastik untuk mereka. Aku berfikir bagaimana ya caranya agar mereka tertarik menabung di celengan itu? Seketika ideku muncul. Aku menyuruh mereka menuliskan nama di secarik kertas dan menempelkannya di celengan masing-masing. Ternyata mereka bersemangat sekali dan merasa memiliki celengan itu. Sipp....berhasil sudah aku mengenalkan cara menabung sejak dini pada kedua keponakanku, Rafi dan Aldi.

Upss...tugasku tak hanya sampai di sini. Bagaimana kelak bila mereka beranjak remaja, barangkali mereka ogah ya menabung secara konvensional seperti ini? Mereka perlu dikenalkan lebih lanjut dengan produk perbankan, misal menabung di bank. Nah...olehkarenanya aku membutuhkan informasi yang tepat mengenai produk tabungan anak.

Ini lho...celengan Rafi dan Aldi

Beruntung sekarang ini kita dengan sangat mudah bisa mengakses berbagai informasi secara online. Misalnya nih, aku saat ini membutuhkan informasi tentang produk tabungan anak. Kalau mau bergerilya dari bank ke bank akan membutuhkan waktu yang tak sedikit ya. Mana bisa ya soalnya aku juga kerja koq. Nah, sambil nyantai sore hari seperti ini aku bisa online dan mencari informasi tentang produk tabungan anak yang kubutuhkan. Setelah aku googling aku menemukan situs cermati.com. 

Caranya mudah koq! Buka situs cermati.com. Lalu  klik tabungan. Setelah itu klik simpanan, pilih tabungan, lalu pilih tabungan anak. Nah, dari situs tersebut akan keluar tampilan berupa informasi berupa berbagai produk tabungan anak. Kita tinggak memilih yang sesuai dengan kebutuhan. Mudah bukan?




Rabu, 05 Agustus 2015

Tumbuh dan Berkembang Bersama BNI

Sekilas perkenalan dengan BNI

BNI sebagai salah satu bank pemerintah tertua di Indonesia sebentar lagi akan merayakan hari jadinya. Tahun ini merupakan hari jadi yang ke-69. Cukup senior ya usianya BNI kalau dilihat dari ukuran berdirinya suatu bank. Apalagi BNI adalah salah satu bank pemerintah yang sejak berdiri hingga saat ini tetap eksis dalam kancah perbankan negeri ini.

Berbicara masalah BNI, awal keterlibatanku menjadi salah satu nasabahnya bermula dari cerita yang cukup unik. Aku mengenal BNI sekitar tahun 1997 yang lalu. Aku membuka rekening BNI di salah satu cabangnya yang ada di kota Palembang. Seperti yang aku ceritakan pada awal tulisan ini, cerita unik aku mengenal BNI dari teman dekatku, istilah kerennya sih pacar. Nah, teman dekatku itu diterima menjadi salah satu pegawai dilingkungan BNI. Aku selalu menemani selama proses pendaftaran hingga diterimanya si dia menjadi pegawai BNI. Mulai dari awal pendaftaran, mengikuti serangkaian tes, hingga diterima menjadi salah satu pegawai di BNI. Kemana-mana aku selalu mendampingi dan memberi dukungan kepada dia. Hingga pada akhirnya masalah jodoh, hidup dan maut itu menjadi domainnya Yang Maha Kuasa, maka ketika kami tak berjodoh aku hanya bisa ikhlas dan mendoakan dia tetap sukses dalam pekerjaannya dan keluarganya.

Itulah sekilas cerita awal mengenal BNI, dikenalkan dari teman dekat. Meskipun aku tak berjodoh dengan dia namun aku tak lantas memutuskan hubunganku dengan BNI lho... Aku tetap setia sebagai nasabah BNI hingga saat ini. Kebetulan suamiku bekerja di salah satu perusahaan swasta dimana gajinya disalurkan melalui BNI. Klop sudah, aku dan suamipun kompakan menjadi nasabah BNI. Selain itu kami mengikuti banyak program dari BNI, seperti Tabungan Pensiun (SIMPONI), deposito, pernah masuk asuransi BNI, punya kartu kredit BNI dan dalam waktu dekat ingin membuka rekening Taplus Anak.

Kenapa memilih BNI

Sebagai salah satu nasabah tentunya harus punya keyakinan dimana tempat yang paling nyaman untuk menyimpan uang. Tentunya di bank kan? Setelah itu kita pasti berfikir, menyimpannya di bank mana sih yang aman? Aku pasti menjawabnya di bank yang punya catatan sejarah yang baik dan bagus dari dunia perbankan. Yang aku bayangkan kalau menyimpan di bank yang punya catatan yang baik tentunya kita merasa aman menitipkan uang di bank tersebut. Profil dari suatu bank dapat dengan mudah kita akses melalui media entah itu media cetak maupun melalui situs/web perbankan. Secara sederhana bisa disimpulkan bahwa bank yang sehat tentunya akan menampilkan rekam jejaknya dalam beberapa tahun yang telah dijalani untuk diketahui oleh umum dan nasabahnya. Nah, jelas kan kalau kita membaca profil suatu bank dan bisa mengaksesnya dengan mudah maka kita bisa mendapatkan gambaran yang sebenarnya, apakah bank itu sehat atau tidak.

Beberapa catatan kecil tentang BNI

1. BNI itu keberadaannya sangat mudah kita temukan di beberapa tempat. Sebagai contoh, kini BNI ada di beberapa universitas yang bisa memfasilitasi kebutuhan dan kepentingan para mahasiswa dan akademisi . Utamanya terkait dengan pembayaran uang kuliah. Salah satunya BNI yang berada di lingkungan Universitas Sriwijaya di Jalan Srijaya Negara Bukit Besar Palembang.

2. BNI kini juga hadir di mal/pusat perbelanjaan dengan jam dan waktu yang lebih fleksibel. Kalau aku tidak salah, BNI merupakan pionir pertama layanan perbankan di mal/pusat perbelanjaan. Dengan waktu dan jam kas yang fleksibel memungkinkan untuk meningkatkan pelayanan kepada nasabah yang lebih luas. Contohnya, aku sendiri sering mengunjungi BNI yang ada di Palembang Square. Jam kasnya dimulai dari pukul 10.00 pagi hingga tutup pukul 18.00 sore. Disamping itu BNI PS Mall juga tetap buka pada hari Sabtu dan Minggu dengan jam kas pelayanan yang sama. Ini sangat membantu sekali bagi nasabah yang bekerja di suatu kantor dimana dia tidak punya waktu banyak melakukan transaksi secara fisik. Biasanya aku mendatangi BNI PS Mall ketika pulang kerja. Bila tidak sempat biasanya aku mendatangi BNI pada hari Sabtu atau Minggu.

3. Keprofesionalan para pegawainya pun menurutku sangat baik. Sebagai contohnya, pada saat melayani nasabah mereka terlihat sangat cekatan dan tanggap. Tidak ada acara asyik nyambil ngobrol sendiri dengan kasir yang ada di sebelahnya. Secara etika mereka sangat menjunjung tinggi keprofesionalan dalam hal pelayanan kepada nasabah.

Nah, itulah pengalamanku selama ini yang aku alami bersama BNI. Ada rasa bangga ikut tumbuh dan berkembang bersama BNI yang kini menjadi salah satu bank terbaik negeri ini. Diusianya yang genap 69 tahun pada tanggal 05 Agustus 2015 ini banyak harapan dilontarkan, semoga BNI tetap menjadi kebanggaan dan dicintai nasabahnya di seantoro negeri ini. Selamat ulang tahun BNI semoga tetap berjaya meraih prestasi dan semakin eksis dalam dunia perbankan.