IKLAN

Selasa, 07 Desember 2010

Persepsi Yang Keliru Tentang Ujian

Alhamdulillah, akhirnya aku dapat mengikuti ujian tesis dengan baik pada tanggal 29 Nopember 2010 yang lalu. Walaupun penyelesaiannya sempat tertunda hingga enam bulan, tapi aku tak berkecil hati karena pas diumumkan penguji aku berhasil lulus dengan nilai 87.



Sebelum menempuh ujian tesebut, aku sempat dilanda perasaan gugup tak menentu. Entah kenapa ya, begitu hampir memasuki hari H, aku tiba-tiba menjadi mual-mual. Kata-kata UJIAN begitu menekan perasaanku. Aku tiba-tiba menjadi takut tak beralasan. Takut tak lulus ujian, takut tak bisa mempresentasikan dengan baik, takut tak bisa menjawab pertanyaan penguji, takut hasilnya tak memuaskan, takut gugup, dan berbagai perasaan takut lainnya.

Dengan berbekal belajar selama dua hari untuk memahami dan menguasai bahan presentasi, dan dengan mengucap BISMILLAHIROHMANIRROHIM.. akhirnya aku memasuki ruang ujian. Dimulai dengan presentasi tesis yang aku tulis, kemudian satu persatu dosen penguji mengajukan pertanyaan, dilanjutkan dengan argumentasi dan penjelasan yang sebisa dan semampuku, akhirnya tak terasa waktu satu jam yang kutempuh berlalu juga.. Ternyata mengikuti ujian tesis tak seseram yang aku bayangkan sebelumnya. Semuanya bisa aku lakukan dan berjalan normal-normal saja. Pas selesai ujian aku sendiri heran, koq bisa ya aku sebelum ini begitu ketakutan menghadapi ujian tesis ini?

Setelah merenung sebentar, aku menemukan jawabannya, sejak masih SD aku selalu mendapatkan pemahaman bahwa kata-kata UJIAN mengandung 2 makna LULUS atau TIDAK LULUS. Oleh karena selalu didoktrin harus LULUS maka ada perasaan tertekan ketika menempuh UJIAN. Mungkin doktrin semacam itu tak tepat lagi untuk kondisi saat ini. Mungkin lebih tepat bila kita memberikan pemahaman kepada anak-anak kita, bahwa UJIAN tak selalu membawa beban. UJIAN adalah suatu tahapan yang harus ditempuh dengan enjoy. Olehkarenanya persiapan yang matang dan belajar yang baik mungkin itu kata-kata yang tepat kepada anak-anak untuk memahami UJIAN, sehingga persepsinya tidak selalu menakutkan. Ini pendapatku lho, bagaimana dengan  kalian?

9 komentar:

  1. wah, selamat ya mbak.. sudah lulus ujian dan nilainya baguss...

    hehe, aku pernah lo mbak tertekan sebelum ujian Akhir .. sampai kena "kepanikan" yang terlalu..
    ditandai jantung berdebar2 nggak hilang2 (debarannya kerasa bahkan saat tidur sekalipun).. ya ampun.. sungguh menyiksa...

    iyaps mbak, aku setuju sama mbak.. Justru kalo buat anak2 sekolah, Ujian kan berarti pintu gerbang menuju liburan.. hehe, tapi jangan lupa persiapan dengan matang...

    BalasHapus
  2. Pertama... selamat ya mbak atas keberhasilannya lulus ujian tesis..! Hebat...!

    Persepsi tentang ujian memang sangat mempengaruhi kondisi psikologis para peserta ujian.

    BalasHapus
  3. Assalamualaikum saudari ku setanah air bumi Sriwijaya... ^_^

    Alhamdulillah, selamat ya, dah lulus.. ditunggu undangan makan-makannya, jiaaaah...wkwkwkwkwk

    "Sugestion" memang kadang menjadi hantu paling seram dalam kehidupan, dan akhirnya menimbulkan kekhawatiran yang tidak-tidak...

    Hmm... just Enjoy your life saudariku, yang penting kita berusaha maksimal, dan hasil yang terbaik percaya kan pada Allah... Semangat!!!

    SELAMAT TAHUN BARU 1432 H, SMOGA KITA MENJADI YANG LEBIH BAIK DI TAHUN INI, AMIIN... ^_^

    BalasHapus
  4. Ujian itu tantangan . oya mampir ke blog baru di : tertatihpertama.blogspot.com

    BalasHapus
  5. tapi tetep aja ujian itu menakutkan mbak.... hehehhe

    BalasHapus
  6. Hehehe, gw juga pas sidang dulu ngeri banget. Jantung kaya mo copot, keringet dingin segede2 bola voli, pengen bolak-balik ke WC karena tiba2 dilanda perasaan pengn pepsi & bakery setiap detik. pa dihadapi, alhamdulillah berjalan dengan baik2.

    Mungkin karena HARUS LULUS itulah yang bikin ketar-ketir makin menjadi :-)

    BalasHapus
  7. Aan-Eji-Rafi-Aldi16 Desember 2010 00.58

    Horee...Bunda lulus!!!!
    Jangan lupa traktirannya ya bunda, makan pempek kapal selam

    BalasHapus
  8. Congratulation yah..
    ^_^

    mengenai UJIAN yah, klo menurut saya Ujian tuh bukan sesuatu beban atau sesuatu yg harus ditakuti...
    Tapi ujian tuh sesuatu yg harus dihadapi tuk menjajaki tingkat kehidupan..
    Pada dasarnya hidup nih ada beberapa tingkat yg harus dilalui..
    klo mau tau apa ajah, boleh liat di blog sy, http://ourperseption.blogspot.com/ tapi untuk bahasan ini baru akan sy poskan minggu depan..
    karna masih nyari referensi yg lebih matang..
    ^_^ (numpangpromosiblog.com) hhe'

    BalasHapus

Terimakasih atas kunjungan dan komentarnya ya...