IKLAN

Sabtu, 31 Juli 2010

Mencoba Yahoo Answers

Hari ini aku mencoba Yahoo Answers, untuk mencari tahu hal-hal yang belum kuketahui. Biasanya aku cari di Google. Kebetulan aku belum tuntas mengisi TTS Kompas edisi minggu lalu. Tinggal satu pertanyaan yang belum terjawab. Pertanyaannya tentang nama lain dari pandu laut?

Ternyata aku mendapatkan jawabannya dalam beberapa hitungan detik saja. Nama lain dari pandu laut adalah ARKATI.

Hmm, Yahoo Answers ternyata hebat juga..

Pesawatnya Parkir

Di atas pesawat, dalam perjalanan dari Jeddah menuju Jakarta, lima bulan yang lalu..

Saat itu, aku tengah ngantri ke toilet bersama dengan beberapa penumpang lainnya. Ada empat toilet di dekat tempat dudukku, semuanya penuh. Terpaksa deh yang mau buang hajat harus bersabar ngantri.

Seorang ibu paruh baya yang ngantri di sebelahku bertanya, "Mbak, kita lagi di mana ya?"

"Kita sedang di atas pesawat, Bu!"

Tapi ibu itu tak puas dengan jawabanku. Ibu itu bertanya lagi, "Mbak, kita di mana ya? Koq pesawatnya berhenti? Apa kita sudah mendarat?" ulangnya.

"Bu, kita masih di dalam pesawat koq! Pesawatnya sedang 'terbang' .."

"Koq kayak berhenti ya, nggak goyang-goyang. Tuh di luar kayaknya ada landasan..!" kata ibu itu seraya menunjuk ke arah jendela pesawat.

Entah karena kelelahan terbang selama 9 jam dari Jeddah, entah karena penat, atau bosan, sehingga ibu itu mengajukan pertanyaan yang menggelitik seperti itu.

"Oh, yang ibu lihat itu sayap pesawatnya, Bu! Memang kalau dilihat dari arah sini seperti pesawatnya sedang parkir ya Bu? Itu karena badan pesawat ini lebar sehingga sayapnya pun lebar..!" jelasku mencoba meyakinkan ibu itu.

Akhirnya ibu itu pun manggut-manggut mendengar penjelasanku. Mungkin ibu itu sudah tak sabaran ingin segera mendarat. Soalnya tujuan ibu itu lebih jauh lagi. Kalau aku setelah dari Jakarta akan menuju Palembang, sementara ibu itu harus melanjutkan lagi perjalanannya ke Banjarmasin.


Kamis, 29 Juli 2010

Kena Batunya

Sudah lama aku tergelitik ingin menuliskan kesan terhadap juru parkir di pelataran sebuah toko buku terkenal di kotaku. Karena alasan klasik (biasa.. ngakunya repot dan gak ada waktu buat bikin postingan..), akhirnya baru kali ini bisa kutuangkan kisahnya kali ini. Itupun lantaran kejadian dua hari yang lalu, yang menimpa juru parkir itu. Berikut kisahnya..

Ada tiga orang juru parkir ditempat itu. Masing-masing punya karakter dan sifat berbeda. Yang satu sebut saja Pak Amad, selalu gesit membantu orang-orang yang ingin parkir di situ. Baik itu parkir motor maupun parkir mobil, beliau selalu sigap dan gesit membantu. Senyum tulus tak pernah lepas tersungging dari bibirnya. Tampak sekali dia begitu ikhlas menjalani profesinya sebagai juru parkir.

Yang kedua sebut saja PakRobin. Usianya tak beda jauh dengan Pak Amad, tetapi pembawaannya selalu grasa-grusu dalam bekerja. Misalnya, dia terkesan tidak sabaran membantu orang yang mau parkir. Pernah suatu hari, aku melihat dengan mata kepalaku sendiri, Pak Robin sedang dimarahi seseorang lantaran belum apa-apa sudah menagih ongkos parkir. Tentu saja orang itu jengkel dan mengeluarkan kata-kata seperti ini, "Mbok ya nanti dulu dong dah nagih uangnya, lha motorku aja belum dikeluarin dari parkiran ini. Ayo bantu dulu ngeluarin motorku..!"

Yang ketiga sebut saja Pak Bejo, sifatnya hampir sama dengan Pak Robin. Dia tak pernah senyum, dengan raut muka selalu cemberut dia melakoni profesinya. Bahkan sering juga dia terkesan cuek dengan orang-orang yang memarkirkan kendaraannya di situ. Tak pernah dia membantu merapikan jaket atau helm. Yang ada di benaknya mungkin hanyalah uang jasa parkir!

Beda sekali dengan Pak Amad, yang selalu merapikan helm dan letak jaket agar terhindar dari hujan. Pernah suatu hari aku melarangnya merapikan jaket dan helm lantaran aku hanya beberapa menit saja berada di toko buku. Tetapi beliau tetap melalukannya dan berdalih itu adalah bagian dari pekerjaannya. Hmm.. beda sekali dengan juru parkir yang lainnya. Dengan sikap tulusnya itu membuat aku respek terhadap pribadi Pak Amad. Orang seperti ini patut dihargai, pikirku. Makanya, aku tak segan-segan memberi tips atau ongkos lebih atas jasa parkirnya. Itu kulakukan sebagai bentuk apresiasi atas keiklhasannya menjadi juru parkir.. Kalau yang duanya lagi, aku ogah memberi tips karena aku tak respek dengan sikapnya!

Dua malam yang lalu, saat aku dan suami keluar dari toko buku langgananku, terjadilah peristiwa itu. Tiba-tiba pelataran parkir menjadi ramai dan banyak orang berkerumun. Hei, ada apakah gerangan? Terdengar suara ribut-ribut seperti orang yang memaki. Orang itu nampak sedang mengejar Pak Robin. Lho koq Pak Robin sampai dikejar-kejar? Selidik punya selidik ternyata orang itu tersinggung atas ulah Pak Robin yang tak sopan. Saat orang itu memberi uang jasa parkir ternyata Pak Robin memberi uang kembalian sambil dilempar ke arah orang itu. Tentu saja orang itu tersinggung!

Untung saat itu banyak orang melerai sehingga Pak Robin 'selamat' dari amukan orang itu! Aku yang melihat kejadian itu hanya bisa berharap, mudah-mudahan Pak Robin disadarkan atas kejadian yang menimpanya barusan. Mungkin lain kali dia harus banyak belajar dengan Pak Amad, bagaimana menjadi juru parkir yang santun dan beretika dan menjalani profesinya dengan iklhas!

Sabtu, 24 Juli 2010

AWARD PERTAMA



Nah.. akhirnya aku dapet juga award dari Bumi Al Fattah, seorang blogger muda yang mengaku sebagai pemula. Tapi menurutku, walaupun pemula beliau sudah begitu mahir mengutak-atik blognya sehingga tampil keren. Ini adalah award pertama yang aku terima. Olehkarenanya akan aku pajang pada postingan kali ini. Kepada Bumi Al Fattah makasih ya..!!

Senin, 19 Juli 2010

Hadiah SOLUSI dari UMMI




Senin, 12 Juli 2010

Gara-gara Nama

Duapuluh tahun yang lalu, saat aku berlibur bareng sahabatku Vivi ke Jakarta...

Di Jakarta aku menginap di rumah kakak perempuan Vivi, namanya Mbak Eca. Mbak Eca sudah menikah dan memiliki seorang putri mungil yang cantik. Sedang suaminya bekerja pada salah satu perusahaan asing di Jakarta. Selain itu Mas Ucang (suaminya Mbak Eca) punya profesi sampingan, yaitu jual beli mobil bekas. Sebagai seorang 'pengusaha mobil bekas' tentu saja Mas Ucang banyak relasinya. Telpon di rumahnya pun tak henti berdering. "Mungkin dari relasi bisnisnya," pikirku.

Kamis, 01 Juli 2010

Laki-laki di Ujung Jalan

Ada pemandangan yang selama ini luput dari perhatianku. Seorang laki-laki paruh baya, berusia sekitar hampir enampuluh tahun yang setiap pagi kujumpai. Mungkin usianya jauh lebih muda. Namun kondisi sosial ekonomi yang tak beruntung membuat kerut-kerut di wajahnya semakin jelas. Sehingga nampak jauh lebih tua dari usia sebenarnya.