IKLAN

Jumat, 17 Januari 2014

#1Hari 1 Ayat Hari Ke-10: "HIJABKU"


      Assalamualaikum wr wb...

      Kali ini aku akan berbagi cerita tentang hijabku. Setelah melalui proses yang cukup panjang, Alhamdulillah akhirnya aku mantap memakai hijab. Tepatnya setelah aku menunaikan ibadah umroh pada Februari 2010 yang lalu. Hidayah itu datang bukan atas paksaan atau mengikuti trend. Hidayah itu datang dari dalam diri,  aku seperti mendapat  bisikan seolah ada yang berkata, "Saatnya kini kamu berhijab!"

       Entah siapa yang membisikkannya, yang jelas bukan makhluk gaib atau semacamnya. Aku yakin yang membisikkannya itu adalah kata hatiku sendiri.

      Eh,  kenapa sih aku mengatakan melalui proses cukup panjang untuk berhijab? Ada ceritanya nih...
  1. Awalnya aku suka memperhatikan ibu-ibu berhijab di pengajian. Hijab yang mereka pakai biasanya seragam dan modelnya agak klasik. Modelnya itu agak kuno sih menurutku (maaf). Biasanya hijab yang dipakai ibu-ibu itu modelnya sudah dibentuk sehingga bisa langsung dipakaikan di kepala. Karena modelnya aku agak kurang suka secara otomatis aku rada-rada belum siap untuk menggunakannya. Tapi aku senang sih melihat tampilan mereka, sederhana dan agamis. Rasanya gimana gitu melihatnya saja aku koq merasa adem dan tenteram?
  2. Ada juga rekan-rekan di kantor yang sudah memakai hijab. Aku sering bertanya kepada mereka apa  motivasinya berhijab. Sebab aku lihat masih ada yang berhijab namun dilepas lagi. Ada juga yang berhijab tapi kelakuannya tidak mencerminkan wanita terhormat. Jawaban mereka beragam. Tapi rata-rata mereka menjawab bahwa berhijab adalah  mengikuti ketentuan agama yang dianut.
  3.  Perkembangan berikutnya, semakin banyak saja wanita muda berhijab. Apalagi anak-anak usia sekolah pun baik tingkat sekolah dasar dan menengah diperbolehkan berhijab. Banyak juga remaja mudia belia yang berhijab, tentunya hijab  dengan gaya remaja. Kayaknya cantik-cantik dan ekspresif sekali mereka itu. Masih remaja tapi sudah berani memantapkan hati untuk berhijab. Sementara aku koq masih ragu-ragu ya?
  4. Akhir-akhir ini dunia fashion pun turut punya peranan penting dalam mensyia'arkan hijab. Ditambah lagi banyak artis-artis yang notabene public figure memantapkan hati berhijab pula. Otomatis tingkah dan gaya si artis pun diadopsi oleh masyarakat luas dan mengikuti pola si artis. Dalam hal ini peran artis berhijab pun sangat banyak pengaruhnya dalam menularkan energi positif untuk berhijab. Good!
  5. Lama-lama...aku koq tambah pengen berhijab. Tapi, eit...hati koq masih bimbang ya? Aku tahu ini adalah ketentuan agama yang aku anut untuk diikuti. Tapi aku tak mau berhijab hanya latah dan mengikuti perkembangan jaman. Oh, no! Jangan sampai hatiku berfikir seperti itu. Hatiku belum mantap karena aku ingin hatiku suci dulu. Agar aku terhindar dari dosa dan fitnah. Aku tak mau ada orang berkomentar dengan nada sinis, "Behijab tapi koq kelakuannya begitu ya?"
  6. Lalu aku berfikir, kalau menunggu hati kita suci dan kelakuan kita benar lalu kapan dong berhijabnya? Bukankah kita ini manusia ciptaan Tuhan yang tak luput oleh khilaf dan dosa? Alangkah  naifnya kita bila menanti waktu yang tak pasti, entah kapan kita sebagai manusia menjadi manusia suci yang tak pernah berbuat khilaf? Rasanya mustahil ya kita tak pernah berbuat khilaf dan kesalahan?
  7. Hmm....semakin hari aku semakin ingin menemukan jawaban secepatnya. Aku banyak bertanya kepada ahli agama, berdiskusi dengan teman-teman yang aku anggap bisa memberi pencerahan, dan membuka kitab tafsir Alquran. Akhirnya aku menemukan ayat dalam Alquran berbunyi: "Hai Anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian taqwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat." (QS. Al-A'raf:26).

         Dan.... Bismillahirrahmanirrahim....akhirnya aku mantap mengenakan hijab dengan seragam kantor. Beragam ekspresi mereka saat melihat tampilan baruku. Beberapa teman ada yang pangling. Ada juga yang bertanya dengan nada menngolok-olok, "Eh, berhijab nih?"

         Apapun tanggapan mereka, apapun pemikiran mereka tentangku, yang jelas saat itu aku merasa terlahir kembali sebagai manusia yang suci.


 

8 komentar:

  1. semangaaaattt maaakkkk..... :-D

    BalasHapus
  2. Selamat ya Mbak.. Semoga selalu istiqamah dlm berjilbab :)

    BalasHapus
  3. alhamdulillah,,,cerita yang menarik
    salam kenal^^

    BalasHapus
  4. @hanna hm zwan: alhamdulillah.. Salam kenal juga Mbak..

    BalasHapus
  5. Alhamdulillah ya mak sudah bisa berhijab, semoga tetap istiqomah dalam berhijab....

    BalasHapus

Terimakasih atas kunjungan dan komentarnya ya...