IKLAN

Sabtu, 30 Agustus 2014

Eksistensi IKAPI dalam Industri Literasi Indonesia


Gambar dipinjam dari SINI


Perkembangan literasi media di Indonesia sekarang ini mengalami kemajuan sangat pesat. Berbagai penerbit tumbuh subur seiring dengan banyaknya buku dan majalah baru yang bermunculan. Penerbit yang berskala mayor maupun penerbit minor menjadi jembatan bagi orang-orang yang berkecimpung dalam dunia kepenulisan untuk menerbitkan karyanya. Kalau kita mendatangi pameran buku atau toko buku terlihat banyak sekali ragam buku yang diterbitkan oleh beragam penerbit. Banyak buku best seller diterbitkan oleh penerbit yang sudah punya nama atau dikenal dengan sebutan penerbit mayor.  Namun tak sedikit pula buku best seller itu ternyata diterbitkan oleh penerbit minor. 

Seiring dengan menjamurnya penerbit-penerbit baru baik itu penerbit mayor maupun penerbit minor, saat ini kita mengenal pula istilah penerbit indie. Apa sih penerbit indie itu? Menurut wikipedia  penerbit indie adalah sebuah alternatif untuk menerbitkan buku atau media yang lain yang dilakukan penulis naskah bukan dari penerbitnya. Secara sederhana bisa diartikan bahwa penerbit indie merupakan jasa self-publishing. Bagi para penulis yang mengalami kesulitan untuk menembus media biasanya memilih jalur penerbit indie. Karena segala sesuatunya penulis sendiri yang mengatur. Dari mulai menulis naskah, menentukan tema naskah, mengkalkulasi biaya sampai urusan penjualan menjadi urusan si penulis itu sendiri.

Nah, terbayang kan bagaimana perkembangan dunia literasi di Indonesia saat ini? Banyak penerbit tumbuh layaknya jamur di musim penghujan. Semua itu didasari untuk mengakomodir kebutuhan pasar pustaka yang yang sedang giat-giatnya. Menyikapi hal ini tentunya ada dong lembaga yang menampung seluruh aspirasi dan kebutuhan para penerbit itu. Lembaga yang dimaksud adalah Ikatan Penerbit Indonesia atau lebih populer dengan sebutan IKAPI. Mau tahu lebih banyak tentang IKAPI? Simak bahasannya di bawah ini ya....

Sekilas tentang IKAPI

Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) adalah suatu organisasi yang lahir atas dasar untuk membantu pemerintah dalam mencerdaskan masyarakat Indonesia. Pertama kali didirikan pada tanggal 17 Mei 1950 di Jakarta. Awalnya IKAPI beranggotakan 13 penerbit yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Namun kini jumlah itu kian bertambah seiring dengan pesatnya pertumbuhan penerbit dan banyaknya penggiat dunia pustaka yang berkecimpung dalam industri dunia kepenulisan. Kedudukan pusatnya berada di Jakarta dan telah dibentuk pula cabang-cabangnya di daerah seperti di Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sumatera Utara. Bahkan telah terbentuk kantor perwakilan IKAPI yang berkedudukan di Aceh, Bali dan Sumatera Selatan. Wah bangga dong sebagai penduduk Sumsel ternyata IKAPI ada perwakilan kantornya di Sumsel.

Visi dan Misi terbentuknya IKAPI

Sebagai organisasi profesi yang berkecimpung dalam industri literasi Indonesia, IKAPI memiliki visi "Menjadikan industri penerbitan buku di Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri dan dapat berkiprah di pasar internasional." Sedangkan misi IKAPI  adalah "Ikut mencerdaskan kehidupan bangsa melalui upaya penciptaan ikilim perbukuan yang kondusif, pengembangan sistem perbukuan yang kompetitif dan peningkatan profesionalisme asosiasi serta para anggotanya sehingga perbukuan nasional mampu berperan secara optimal demi mempercepat terbentuknya masyarakat demokratis terbuka dan bertanggung jawab."

Nah....dari visi dan misi IKAPI tergambar jelas bahwa eksistensi IKAPI dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat Indonesia sangatlah berperan. Eksistensi IKAPI bisa terus berkiprah hingga saat ini tentunya harus didukung oleh anggota-anggota yang terhimpun dalam kepengurusannya.Jika aku berandai-andai menjadi salah seorang anggota IKAPI, maka yang akan aku lakukan adalah:

1. Memperbanyak cabang-cabang IKAPI di setiap provinsi sehingga seluruh provinsi di Indonesia terdapat perwakilan yang berkedudukan di ibukota provinsi. Hal ini disadari atas pemikiran untuk mempermudah koordinasi dalam melaksanakan setiap program kerja organisasi. Sehingga diharapkan program kerja yang ditetapkan sejak awal dapat direalisasikan secara utuh dan merata di seluruh Indonesia.

2. Memberikan reward dan punishment kepada setiap anggota yang berprestasi maupun yang merugikan. Apapun bentuknya haruslah dihargai eksistensi penerbit yang baik sehingga memberikan citra yang baik bagi perkembangan industri literasi Indonesia. Kepada penerbit yang nakal juga bisa diberikan hukuman atas ulahnya yang mencederai dunia pustaka dalam industri literasi. Seperti kita ketahui ada saja penerbit nakal yang mempublikasikan produk      bukunya yang mengandung konten kurang baik dan tidak informatif. Hal ini bertujuan memberikan efek jera kepada penerbit nakal.

3. Membangun perpustakaan-perpustakaan di setiap mall atau pusat perbelanjaan. Seperti yang kita ketahui gaya hidup masyarakat Indonesia saat ini banyak menghabiskan waktu libur untuk berkunjung ke mall. Nah...bila di mall ada perpustakaan tentunya bisa memberi alternatif lain tujuan ke mall tidak hanya ingin berbelanja atau cuci mata. Namun bisa lebih bermanfaat ketika di mall bisa mengunjungi perpustakaan. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa masyarakat masih enggan dan kurang tertarik berkunjung ke perpustakaan konvensional. Siapa tahu masyarakat lebih tertarik ke perpustakaan yang berdiri di mall dengan sentuhan modern dan tidak kaku.

4. Menciptakan ajang pemilihan duta buku atau putra-putri pustaka Indonesia. Hal ini dimaksudkan agar lebih banyak putra-putri Indonesia yang berprestasi dan mencintai dunia pustaka. Ajang pemilihan seperti ini sama dengan pemilihan duta lainnya namun lebih menyentuh kepada hal yang riel yaitu ikut mencerdaskan kehidupan masyarakat Indonesia.

Nah...itulah sedikit ulasan menengai dunia literasi Indonesia dan IKAPI sebagai wadah bergabungnya penerbit-penerbit yang kian tumbuh subur. Semoga terjadi hubungan harmonis dan komunikatif antara penerbit dengan penulis, penerbit dengan masyarakat dan penerbit dengan pemerintah. Sehingga tak perlu terjadi lagi peristiwa kecolongan seperti tempo hari dimana dunia literasi Indonesia dibuat gempar lantaran terbitnya buku yang memuat konten yang tidak baik bagi anak-anak. Harapanku semoga IKAPI semakin berjaya kedepannya.



Artikel ini diikutsertakan pada Lomba Blog #PameranBukuBdg2014
bersama IKAPI Jabar dan Syaamil Quran
Hari ke-5 tanggal 29 Agustus 2014

http://www.syaamilquran.com/lomba-blog-pameranbukubdg2014-bersama-ikapi-jabar-dan-syaamil-quran.html



Referensi:
www.wikipedia.org/Ikatan_Penerbit_Indonesia
www.ikapi.org/about
www.wikipedia.org/wiki/Literasi_media
www.wikipedia.org/wiki/Penerbit_indie

12 komentar:

  1. ikapi emang berjasa buat anak sekolahan, sayangnya pernah kebobolan konten2 yang senonoh bahkan pernah juga kemasukan teks2 komunis :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makanya sekarang ini sebaiknya penerbit-penerbit masuk dalam keanggotaan IKAPI sehingga kejadian serupa tak perlu terjadi lagi... Adanya kejadian heboh itu lantaran tak seluruh penerbit menjadi anggota IKAPI sehingga sepak terjang penerbit itu kadangkala tidak terkontrol... Makasih atas atensi dan kunjungannya ya...

      Hapus
  2. Semoga IKAPI semakin maju dan semoga penerbit semakin terus berinovasi menerbitkan buku yang layak dibaca sehingga menumbuhkan minat baca masyarakat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Harapan kita memang demikian Mak Tian....sebagai wadah bagi para penerbit semoga IKAPI kian banyak melakukan inovasi demi kemajuan dunia literasi di Indonesia... Makasih atas kunjunhannya ya...

      Hapus
  3. detail dan informatif sekali mak Rita :D Akhirnya udah pada tau tentang IKAPI, mari kita terbitin buku yuk... ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayukk mbak Aida...kita terbitin buku juga kayak teman2 blogger lainnya... Senangnya punya teman yang saling menyemangati... Makasih atensi dan kunjungannya ya...

      Hapus
  4. semoga ikapi manjadi lembaga yang terus maju dan menjadi bapak untuk mencerdaskan kehidupan berbangsa di indonesia, aku ingin bisa terbitkan buku :D, jadi tertarik bingit......

    BalasHapus
  5. Ayoo berkarya..bikin tulisan yg bagus agar bisa ditetbitkan.. Byk pilihan memilih penerbit...jika gak ada yg tertarik dhn karya kita masih ada pilihan menjadi srlf publishing.. Semangat ya...dan mksh atas kunjungannya...

    BalasHapus
  6. wah mak saya baru tahu ada juga penerbit indie ya, jadi kalo saya mau nerbitin buku sendiri bisa ya *emang siapa yanga mau beli* hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak Evrina ada penerbit indie sebagai solusi bagi kita2 yang karyanya gak tembus penerbit mayor dan minor... Pastinya ada aja yang beli buku kita Mak...gak usah pesimis dan ragu yukk kita terbitin karya juga spt teman2 blogger lainnya...tetep semangat ya Mak...

      Hapus
  7. Ulasan tentang Ikapinya sangat lengkap. Keren. :)

    BalasHapus
  8. Makasih Mak Susanti atas atensinya....

    BalasHapus

Terimakasih atas kunjungan dan komentarnya ya...