IKLAN

Sabtu, 07 Februari 2015

Kisah Cinta Pertama Membawa Berkah


Wow...ada giveaway Cinta Pertama dari Mbak Prima Hapsari. Mesti ikutan nih karena sama seperti sahabat blogger yang lain, akupun menyimpan cerita tentang cinta pertamaku. Mau tahu kisahnya? Yuk simak kisahnya di sini ya...

Pada suatu siang di koridor depan kelasku.... Tak sengaja aku kembali bertatapan dengan si pemilik mata indah nan teduh itu. Duh...mau copot jantung ini rasanya. Denyutnya berdegup kencang tak karuan. Ihh, kenapa sih tiap berdekatan dengan cowok itu hatiku gugup dan salah tingkah?


Dia, si pemilik mata indah nan teduh itu pun nampaknya merasakan hal yang sama. Tiap kali kami bertatapan dia selalu melepas senyum manisnya. Setelah itu cepat-cepat dia palingkan matanya dariku. Entah apakah dia pun merasakan getaran aneh seperti yang aku rasakan? Kalau menurutku, pasti dia merasakan hal yang sama. Bukannya aku ge-er lho.....firasatku menyatakan hal itu, haha....

Apakah ini namanya jatuh cinta? Entahlah..... Dari cerita teman-teman yang pernah jatuh cinta, katanya sih jatuh cinta itu berjuta rasanya. Ada manis, asam, asin bahkan pedas. Nano-nano kali ya? Jatuh cinta itu membuat kita tak bisa tidur, uring-uringan, suka senyum-senyum sendiri bahkan suka melamun membayangkan wajahnya si dia. Haha....

Dia, si pemilik mata indah nan teduh itu selalu berdiri di koridor depan kelas saat jam istirahat tiba. Beberapa teman sekelas biasanya memanfaatkan jam istirahat di koridor itu untuk berbincang. Kadang-kadang memperbincangkan guru yang suka ngasih PR tiada hentinya. Kadang membahas soal ulangan yang sulit. Atau sekedar ngobrol ringan dan saling bercanda. Aku pun suka nimbrung juga di koridor depan kelas sekedar ikut memperbincangkan hal-hal kecil. Bisa juga ini modus untuk berdekatan dengan si pemilik mata indah nan teduh itu, haha... Karena sifat kami sama, sama-sama pendiam dan pemalu maka kami lebih sering menjadi pendengar setia Bila sedang berdekatan tak banyak yang kami lakukan, paling-paling hanya ngomong sepatah dua patah kata. Setelah itu kami lebih banyak tenggelam dengan perasaan masing-masing. Rasa yang telah membuat hatiku campur aduk antara senang dan berdebar-debar. Boleh dikata jam istirahat ini selalu kutunggu, haha...

Di dalam kelas tempat duduk kami pun tak berjauhan. Aku duduk di barisan tengah sementara dia duduk di pinggir barisan agak di belakang. Terkadang aku suka memergoki mata teduhnya sedang curi-curi pandang ke arahku. Melihat posisi duduknya yang ada di belakangku tentunya dia lebih leluasa memandangku dari kejauhan, haha... Lagi-lagi aku ge-er ya.... Bila kepergok sedang curi-curi pandang di kelas dia palingkan wajahnya ke guru, pura-pura menyimak apa yang sedang dikatakan sang guru di depan kelas. Ini juga modusnya dia kayaknya, haha...

Begitulah, hari-hariku selalu indah sejak mengenal dia si pemilik mata indah nan teduh. Karena kami sama-sama pendiam dan pemalu tak banyak progres terkait perasaan yang berkecamuk di hati kami. Aku pun tak banyak berharap darinya untuk menyampaikan kata-kata indah bahwa dia suka padaku. Karena aku tahu kayaknya dia tak punya keberanian untuk nembak diriku seperti yang dilakukan remaja zaman sekarang. Entah dari mana akhirnya sampai aku punya ide iseng itu.... Yang pada akhirnya membuat seisi kelas gempar, bahkan seisi sekolah pun gempar gara-gara puisi cinta yang kutulis dimuat di majalah sekolah.

Diam-diam aku mengirimkan sebuah puisi bertema cinta ke majalah sekolah. Puisi itu kutulis dan kutujukan untuk dia si pemilik mata indah nan teduh. Benar kata orang, ketika kita sedang jatuh cinta biasanya akan lahir sebuah karya tanpa terbendung. Kata-kata puitis penuh makna cinta yang kutujukan buat dia mengalir indah..... Hingga kurampungkan bait terakhirnya yang menyiratkan bahwa aku sedang jatuh cinta pada dia.... haha... Lagi-lagi ini modus terselubung diriku buat nembak dia.

Beberapa hari kemudian, seisi kelas gempar. Mereka saling tuding mencari pelaku siapakah gerangan yang telah menulis puisi cinta itu? Tentu saja seisi kelas gempar karena pada akhir puisi itu kutulis seperti ini: "Buat Someone di kelas I-6. Dari: Aku di kelas I-6."

Nah...terbayangkan bagaimana hebohnya seisi kelas mencari pelakunya, siapa gerangan si penulis puisi cinta? Di depan koridor kelas, sesosok tubuh atletis pemilik mata indah nan teduh tengah berdiri dengan majalah sekolah di genggamannya. Senyum manisnya tersungging dan tatapannya tertuju ke halaman yang memuat puisi cinta. Di kejauhan dari dalam kelas, seorang gadis tengah memperhatikan cowok itu. Sampai akhirnya pandangan mata cowok itu berpaling mencari diriku. Senyum manisnya pun kembali tersungging tatkala tatapan kami bertemu. Tampaknya dia mengetahui bahwa dirikulah si pelakunya, penulis puisi cinta.

Hingga tiba waktunya kami berpisah karena menamatkan SMA tak sepatah kata pun dia lontarkan kepada diriku bahwa dia menyukaiku. Namun itu tak masalah. Bagiku puisi cinta yang kutulis itu sudah mewakili hati dan perasaanku pada dia. Biarlah cinta itu hanya ada dalam hati kami. Dan biarlah menjadi kenangan manis yang menghiasi kisah hidup kami.

Kisah tentang cinta pertama itu memang dahsyat. Sampai akhirnya kisah unik ini menghiasi halaman cerita fiksi pada Majalah ANITA. Kisah tentang cinta memang bisa menjadi ide yang tak pernah habis untuk diceritakan. Ternyata kisah cinta pertamaku bisa menjadi berkah, ya....! Akupun mendapat honor atas dimuatnya kisah cinta itu, haha... Nah itulah kisah cinta pertamaku, bagaimana dengan kisah cinta pertama sahabat blogger lainnya?


Tulisan ini diikutsertakan dalam "My First Love Giveaway" Aprint Story



52 komentar:

  1. Waah..senengnya kisah first lovenya bisa masuk di majalah Anita.
    Pasti majalahnya masih tersimpan rapi..:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali....senang bukan kepalang saat kisah itu dimuat di Majalah Anita.. Tentu saja Majalah Anita itu masih kusimpan dengan baik hingga saat ini, hehe... makasih ya atas kunjungannya...

      Hapus
  2. Wah ceritanya lucu ya mak. Wah senang banget pasti mak cerita tentang cinta pertama bisa masuk Majalah Anita. Sukses terus dan salam kenal mak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mak..aku sebeba banget ketija tulisan ringan ttg cinta pertama itu bisa dimuat di majalah ANITA... Mksh atas kunjungannya dan salam kenal juga ya...

      Hapus
  3. wah cinta pertama yang mendatangkan honor hehe.. suaminya sekarang apakah di mata indah nan teduh itu mak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha...suamiku yg mendampingiku hingga saat ini justru matanya belok lho Mbak...hehe..

      Hapus
  4. aish... cerita cinta pertama yg indah... apalagi sampai masuk majalah :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe....itulah namanya juga cinta monyet.... Lucu aja bila dikenang...

      Hapus
  5. kisah cinta pertama yang "menghasilkan".. sukses GAnya ya mak:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mak..kisah cinta pertana "yg menghasilkan honor", hehe..mksh kunjungannya ya..

      Hapus
  6. wuih, cinta pertamanya menghasilkan karya dan honor hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha....iya nih Mak... berasa banget tuh nikmatin honornya...hehe...

      Hapus
  7. itu ceritanya kayak di sinetron sih mba... hehehehe
    terus sampe sekarang ketemu, apa udah jadi suami mba?

    emang rasanya cinta kaya gitu mba...
    tadi suka kata-kata "sesekali memergoki mata teduhnya sedang memerhatukan ku" namanya juga cowo mba.. kalo udah suka kalo gak berani ngungkapin ya gitu hanya bisa senyum n memandang dengan dalam.. hehehehe #pengalaman hehehehe

    salam kenal mba...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak pernah ketemu lg sama cowok itu sejak tamat SMA.... Namanya juga cinta monyet...lucu aja bila dikenang... Mgkn dia sdh jadi suami orang, hehe

      Hapus
  8. hayoo ketahuan tuh cinta pertama nya :D hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha......tapi gak tau kan siapa orangnya?

      Hapus
  9. Duuh mbak Rita cerita soal love at first sight ini serasa mengingatkanku pada jaman sekolah dulu...hahahaha luv you deh mba. Sukses untuk kontesnya ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihi...begitulah Mbak Tanty cerita cinta jadul jaman SMA dulu... Beda dgn cerita cinta anak jaman skrg... Kalo jamanku dulu bila kita naksir orang cukup pandang2an spt itu...paling banter surat2an...hehe...

      Hapus
  10. Wow...cinta pertama yang membawa berkah ya mbak karena dapat honor hehehe...pastinya menjadi kenangan yang tidak mungkin akan terlupa...semoga sukses dg GA-nya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe...iya bener Mbak...kisah cinta berbuah honor... makasih atas kunjungannya ya...

      Hapus
  11. Ketahuan nih, siapa cinta pertamanya, ternyata bukan yang sekarang, hihi....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi...tiap org pny cinta pertama yg blm tentu jadian.. Klu bagiku sih cinta pertamaku itu cuma cinra monyet..hihi..

      Hapus
  12. Posting dong Mbak puisi yang dimuat di majalah sekolah, masih adakah? Juga tulisan yang dimuat di majalah Anita

    BalasHapus
    Balasan
    1. Duh...itu sdh lama sekali Mbak kejadiannya..sdh gak ada lg majalah sekolahnya...klu tulisan di Anita aku msh ada ntar aku posting di blog..tggu ya..

      Hapus
  13. keren banget mbak, kisah cintanya bisa masuk majalah :) bisa diabadikan nih....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mksh mbak Dwiex' atas atensi dan kunjungannya...

      Hapus
  14. wah kayaknya seru nih ceritanya mbak...jadi pengen baca :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Monggo Mbak...silahkan dibaca...mkash ya...

      Hapus
  15. wuihhh makk kisah cinta pertamanya keren.. kalo zaman skarang udah jarang nemuin ceriya jenis begini.. conya gak berani, ya cenya yg maju.. keren.. keren ceritanya... bisa ditiru nich buat anak2 zaman skrng :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dulu memang spt itu Mbak.. Kalo naksir cowo atau naksir cewe gak to the point kayak jaman skrg... Dulu remaja2nya msh malu2 utk menyatakan rasa sukanya.. Mksh ya atas kunjungannya..

      Hapus
  16. Whiww, gak disangka kisah cintanya begitu manis, pantas bisa diterbitkan majalah ya mba. Eh, dulu saya sewaktu SMP berlangganan majalah itu. Gak tau sekarang apa masih terbit ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Skrg majalah Anita sdh almarhum.. Sayang sekali krn byk penulis lahir yg karyanya dimuat di sana.. Mksh ya atas kunjungannya...

      Hapus
  17. waaa ....puisi cinta hihi, romantis juga ya

    BalasHapus
  18. kalo sekarang tulisan ini menang juga di GAnya mba Prima, berarti kisah ini membawa berkah lagi ya tante :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huaaa...semoga aja menang yaikut GA ini..haha... Berkahnya menjadi double....

      Hapus
  19. cinta pertamanay sungguh membawa berkah semoga saja berkahnya sampai akhir jaman...aaaamiiiin
    moga kontesnya menang yea

    BalasHapus
    Balasan
    1. amIinnn...mksh atas doa dan atensinya ya...

      Hapus
  20. Wah rugi dong doi nggak tau :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha...biarlah rahasia itu menjadi milik kami berdua ua...

      Hapus
  21. wah skrg dimana itu si mata teduh mbak, btw puisinya napa gak diposting juga mbak hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Entahlah kemana dia sejak menamatkan SMA gak ada kabar beritanya.. Puisinya dah lama itu...aku udah lupa..lebih dari 27 tahun yg lalu..hehe..

      Hapus
  22. Cinta pertama memang berkesan, bikin deg-degan he he he
    Semoga berjaya dalam GA
    Salam hangat dari Surabaya

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe...deg2an itu krn gak ngerti perasaan apa yg sdg terjadi... Mksh Pakde sdh berkunjung kemari...

      Hapus
  23. Wah kisah cinta pertama dapet honor, asyik tuh. Aku juga suka baca majalah Anita waktu SMA dulu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Begitulaj pengalananku mbak Liany.. Berkahnya dpt honor..hehe.. Mksh atensinya ya..

      Hapus
  24. Aiiih, sempat masuk majalah Anita Cemerlang? Jangan2 pernah saya baca dulu ya Mak? :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Penggemar Anita Cemerlang juga ya Mbak? Mksh ataas kunjungannya ya...

      Hapus
  25. dulu saya pembaca setia majalah Anita cemerlang lho

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ternyata dulu itu majalah Anita jadi bacaan favorit remrja ya..

      Hapus
  26. cinta pertama yang berkesan karena masuk majalah hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha...betul sekali Mbak Keke Naima....

      Hapus

Terimakasih atas kunjungan dan komentarnya ya...