IKLAN

Sabtu, 23 Mei 2015

Berbagi Bahagia Itu Gampang Koq!


Hal yang terindah dalam hidup ini adalah bahagia. Itu pula yang menjadi tujuan hidupku, bahagia di dunia dan akhirat. Berbicara masalah bahagia, setiap orang mengartikan bahagia dalam hidupnya itu beda-beda versi dan ukuran. Ada yang mengukurnya dari harta benda yang dimiliki. Ketika dia memiliki harta benda yang banyak, dia merasa bahagia. Ada juga yang mengukurnya dari prestasi dan jabatan yang disandangnya. Ketika dia mendapatkan jabatan dan posisi penting di kantornya, dia merasa bahagia. Disisi lain, kebahagiaan itu tak bisa diukur secara materi dan fisik semata. Sebagian orang menganggap bahwa bahagia itu didapat apabila kita bisa berbagi dengan orang lain. Nah....yang terakhir ini sepertinya sesuai dengan kriteria bahagia versi diriku.


Bahagia itu sederhana. Sudah sering ya kita mendengarkan ungkapan kata seperti itu. Menurutku, itu ada benarnya. Untuk menjadi bahagia itu sederhana saja dan mudah caranya. Tak perlu menunggu materi dan harta yang banyak untuk berbagi kebahagiaan. Kalau seperti itu kesannya terlalu dipaksakan. 

Secara diriku termasuk orang yang sensitif bil melihat kekurangan dan ketidak-berdayaan orang lain, seringkali aku miris bila melihat peristiwa yang menyentuh. Rasa sensitif itu kadangkala membuatku merasa sangat kasihan bila melihat orang-orang yang hidupnya tak sebaik diriku. Rasa ingin berbagi itu mendorong hati ini untuk membahagiakan mereka tanpa mengecilkan arti dan merendahkan martabat mereka. Nah, berbagi kebahagiaan seperti apa yang kumaksud? Ikuti kisahnya berikut ini ya...

Ketika di lampu merah, aku sering menemukan anak-anak penjual koran menjajakan korannya. Kulihat dari fisiknya, sepertinya mereka itu masih usia sekolah. Tetapi mengapa pada jam sekolah mereka berada di lampu merah menjajakan koran? Bisa jadi dia sekolahnya sore hari ya, dan waktu pagi hari digunakan untuk mencari uang buat biaya sekolah. Atau bahkan uangnya diberikan kepada ibu mereka untuk membantu biaya hidup. Kutatap mata mereka, sorot matanya memancarkan cerita kerasnya kehidupan. Ketika aku membeli korannya, rona segar dan sumringah terbit dari wajahnya. Senyum bahagia pun tersungging di bibirnya. Ah... akupun turut bahagia melihat mereka bahagia. Beberapa lembar uang ribuan yang kukeluarkan untuk koran mereka bisa membuatnya bahagia, lantaran bisa menyambung hidup mereka. Padahal, aku sudah berlangganan koran di rumah. Demi anak penjual koran itu, tak apalah....

Pernah aku berjalan di sebuah pelataran toko, aku menemukan nenek-nenek penjual kacang rebus. Dari usianya dan fisiknya yang renta, aku tahu bahwa nenek ini sudah tak layak lagi berjualan seperti ini. Tetapi kerasnya kehidupan mungkin memaksanya untuk tetap kuat agar bisa mendapatkan uang dengan berjualan kacang rebus. Lagi-lagi aku mengeluarkaan beberapa lembar ribuan dari dompetku demi kacang rebus yang dijajakan si nenek. Padahal aku tak begitu suka kacang rebus. Namun rasa trenyuh melihat si nenek yang mesti eksis menjalankan kehidupan membuatku ingin berbagi kebahagiaan dengannya. Beberapa lembar ribuan yang ditukar dengan sebungkus kacang rebus telah membuatnya tersenyum lega. Mungkin yang ada dalam pikirannya saat itu adalah dia bisa menyambung hidupnya karena ada yang membeli dagangannya.

Ketika ada ibu penjual sayuran berteriak memanggilku menawarkan dagangannya, akupun menghampiri gerobak sayurnya. Padahal di dalam kulkas masih ada sayuran dan aneka bahan makanan yang bisa diolah dan dimasak menjadi makanan. Namun, demi menghargai usaha si ibu penjual sayuran, beberapa lembar ribuanpun beralih pula ke tangannya. Berganti dengan cabai dan buah tomat. Si ibu penjual sayurpun tersenyum lega, dagangannya laku dibeli. Melihat senyumnya yang sumringah itu bisa kupastikan si ibu penjual sayur bahagia bisa menyambung hidupnya dari beberapa lembar ribuan dariku.

Begitulah, berbagi kebahagiaan itupun sangat sederhana dan mudah caranya. Tak perlu menunggu harta melimpah, tak perlu menunggu menjadi bos di kantor, Andapun bisa melakukannya seperti diriku. Ketika sore-sore pulang dari kantor aku berpas-pasan dengan sosok si bapak sepuh yang membawa karung di dekat kotak sampah, beberapa lembar ribuanpun kuberikan padanya. Pertanda aku menghargai usahanya menjadi pemulung plastik kemasan air mineral daripada menjadi pengemis di lampu merah. Lagi-lagi hatiku kembali tersentuh  melihat rona bahagia dan binar matanya menatapku penuh kehangatan pertanda terima kasih. Oh.....aku yakin kini, berbagi kebahagiaan itu sangatlah menyenangkan.

Kisah yang kutuangkan ini bukanlah bermaksud untuk pamer tetapi untuk memberikan inspirasi kebahagiaan  para sahabat. Harapanku, dengan menuangkan cerita ini dapat berbagi bahagia bersama sahabat dan berbagi bahagia bersama keluarga.

Nah, bila sahabat blogger lainnya juga punya cerita tentang berbagi kebahagiaan, bisa ikut kontesnya seperti diriku? Kebetulan nih, TabloidNova.com sedang berbagi kebahagiaan dengan mengadakan lomba membuat artikel tentang #berbagi kebahagiaan. Ada banyak hadiahnya lho bila bisa memenangkan kontesnya. Yuk, ceritakan kisahnya dan ikuti lomba kompetisi tulisan yang diadakan oleh TabloidNova.com. 


Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba kompetisi tulisan
Berbagi Bahagia Bersama TabloidNova.com


38 komentar:

  1. artikel yang bagus mak...saya juga ikutan lombanya, tapi jadi minder nih baca artikel mak Rita :)
    Saya baru pertama ikutan lomba seperti ini..jadi masih harus banyak belajar sama mak Rita nih
    http://www.salsa-nely.blogspot.com/2015/05/berbagi-bahagia-lewat-doorprize.html

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih ya atas aatensinya... Jgn minder Mbak Chaca-Nely... dulu aku pernah minder namun tetap aja semangat menulis.. lama2 keterampilan kita terasah dan byk mendpt teman blogger...

      Hapus
  2. Bisa memberikan kebahagiaan pada orang lain meski sederhana adalah sebuah kebahagiaan bagi kita ya maak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali mbak Rahmi Aziza, berbagi kebahagiaan kpd orang lain itu bisa dgn cara sederhana dan gampang koq... mksh sdh mampir ya...

      Hapus
  3. Berbuat kebaikan untuk orang lain sebenarnya perbuatan itu untuk diri kita sendiri

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siipp...Mbak Virgo... berbagi kebahagiaan kpd orang lain itu bisa menjadi obat dan terapi jiwa bagi diri kita... rasanya koq adem banget hati ini ketika melihat orang2 yg kita bahagiaan itu tersenyum bahagia...

      Hapus
  4. Bener Mak, tak perlu menunggu harta melimpah untuk bisa berbagi kebahagiaan. Justru hal2 sepele menurut kita yg kita bagikan bisa menjadi kebahagiaan tersendiri bagi orang lain. Mudah2an kita selalu bisa berbagi kebahagiaan dgn siapapun ya Mak ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aminn...mudah2an ya Mbak...mksh kunjungannya kemari ya...

      Hapus
  5. Berbagi kebahagiaan bisa dimana saja ya..karrna bahagia itu sederhana sekali...ga ribet. Anakku saja dibawa naik kereta sudah bahagia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yups...benar sekali Mba Lis.... kriteria bahagia ibi berbeda2 dari setipa orang yang melakoninya... begitu pula dg bahagia versi si kecil ya, diajak naik keretapun dia bisa bahagia, hehe... salam buat si kecilnya ya Mba...

      Hapus
  6. lancar lombanya ya mak.. suka taglinenya : bahagia itu sederhana.. *_*

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah Mak....sedang giat2nya ikut lomba...mood-nya lagi dapet, hehe.... Sdh ikutan jugakah Mak?

      Hapus
  7. beli belanjaan di orang sepuh itu ibarat sedekah ya mak. saya suka ingat ortu deh kl lihat orang sepuh. dan ngebayangin kl saya di posisi mereka.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mak....aku juga sering inget orangtuaku kalo ketemu orang sepuh yg masih jualan... aku kebayang gimana kalo itu adalah orangtuaku.... makanya sebisa mungkin aku beli dagangan orang sepuh walaupun saat itu aku belum butuh sama dagangannya...

      Hapus
  8. Betuuul mak...sederhana namun tulus dari hati pasti membawa banyak berkah dan kebahagiaan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih atas atensinya ya Mak Indah...

      Hapus
  9. Tak perlu menunggu kaya untuk bahagia, karena bahagia itu dicipta bukan diminta ya mb Rita..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siippp... betul sekali Mak Ika... makasih atas kunjungannya kemari ya...

      Hapus
  10. Berbagi kebahagiaan dengan cara yang sangat sederhana, ujung2nya akan membuat kita jadi lebih bahagia yah mbak :)

    salut sama mbak Rita niiih :))

    Sukses untuk kontesnya yah mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali Mbak...pertamanya tujuan kita adalah membahagiakan org lain ternyata justru kita lebih bahagia karenanya... makasih atensinya ya...

      Hapus
  11. aku mah baca artikel ini aja udah sanggup bikin bahagia...

    mampir2 lah ke blog ala-ala gue di www.travellingaddict.com

    BalasHapus
  12. Waaaa inspiratif banget. Kayak memberi pada kaca yaa.. Semua pada akhirnya akan berbalik pada kita :')

    BalasHapus
    Balasan
    1. Akhamdulillah sdh senang dgn tulisan ini Mak Pungky.... mksh ya sdh berkunjung kemari...

      Hapus
  13. baik sekali hati Mbak Rita mau berbagi dengan sesama, semoga berkah n sukse ya Mbak lombanya. Saya pengin ikutan belum sempat-sempat neh nulisnya :-(

    BalasHapus
  14. bahagia karena berbagi kebahagiaan :')

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mksh atas kunjungannya Mak Sari Widiati..

      Hapus
  15. Setuju mbak.. berbagi itu tidak harus menunggu kaya dan banyak uang. apa yang kita punya, apa yang kita mampu meski sederhana terkadang bisa membuat orang di sekitar kita bahagia.
    Sukses ya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mksh atas atensi dan support-nya ya...

      Hapus
  16. ternyata mudah banget ya mbak berbagi kebahagiaan, ga harus materi semata. eh, saya juga suka baca Nova saat masih kuliah, terutama rubrik cerpen dan kisah sukses. semoga menang mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah...mas Belalang suka baca Nova juga ya... Memang Nova sering menampilkan kisah2 inspiratif yg membei inspirasi bagi kita semua.. Mksh atas atensi dan kunjungannya ya...

      Hapus
  17. berbagi kebahagiaan itu tak harus dengan harta ya mbak,berbagi juga bisa dilakukan dengan perbuatan asalkan kita ikhlas :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yups...setuju banget Mba...yg penting ikhlas...

      Hapus
  18. Apalah arti bahagia jika tidak berbagi. Goodluck lombanya mbak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih mbak Arin atas atensi dan kunjungannya...

      Hapus
  19. Berbagi ...
    Tak akan pernah merugi ...
    Ikhlas adalah kunci

    Salam saya Bu Rita
    (6/6 : 28)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih atas atensi dan kunjungannya Om Nh18...

      Hapus

Terimakasih atas kunjungan dan komentarnya ya...