IKLAN

Kamis, 07 Desember 2017

Menuju Indonesia Bebas HIV/AIDS Melalui GERMAS


      Saya menjadi salah seorang yang beruntung ketika mendapat undangan Temu Blogger Kesehatan Palembang. Acara tersebut digawangi oleh Kemenkes RI  dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia. Dengan mengambil tema "Saya Berani Saya Sehat" gelaran acaranya diadakan di Hotel Exelton Palembang pada hari Senin tanggal 04 Desember 2017 yang lalu.






Foto bareng sebelum acara dimulai


     Acaranya sendiri sedianya dimulai pada pukul 08.30 WIB. Namun sebelum acara dimulai kami melakukan registrasi. Selanjutnya kami menuju meja yang ada di sebelahnya untuk melakukan tes HIV. Sebelumnya saya belum pernah melakukan tes HIV. Demikian juga para peserta temu blogger yang lainnya. Sehingga kami pun antusias melakukan pemeriksaan oleh tim medis dari Dinas Kesehatan Kota Palembang.


Melakukan pemeriksaan HIV dari Dinkes Kota Palembang



     Setelah selesai melakukan registrasi dan tes HIV, kami memasuki ruangan. Tak beberapa lama sang MC pun membuka acara dengan menyapa para undangan yang hadir. Sesi berikutnya adalah kata baik dari Dinas Kesehatan Sumsel maupun dari Kemenkes RI. Dilanjutka dengan pemaparan dari 3 orang narasumber yang berkompeten. Adapun yang memandu dan menjadi moderator untuk acara pemberian materi ini adalah Ibu Widyawati (Kabag. Pelayanan Masyarakat Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes RI).


 Tiga orang narasumber siap memberi materi

     Narasumber yang pertama disampaikan oleh Bapak Indra Rizon, SKM. M.Kes. Beliau adalah Kepala Hubungan Media & Lembaga Biro Komunikasi & Pelayanan Maasyarakat Kemenkes RI. dapun materi yang disampaikannya bertajuk "Kenali Penyakit  Perilaku dan Hidup Sehat dengan GERMAS".

     Materi kedua disampaikan oleh dr. Endang Budi Hastuti. Beliau adalah Kasubdit AIDS Direktorat Pencegahan Penyakit Menular Langsung (PPML). Beliau menyampaikan materi seputar "Kebijakan Nasional Program HIV/AIDS dan Infeksi Menular Seksual. 

     Materi terakhir disampaikan oleh Bapak Feri Yanuar, SKM. M.Kes. Beliau adalah Kabag P2P Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel. Beliau memaparkan materi seputar "Epidemi HIV/AIDS di Provinsi Sumsel.

       Jujur saja sebelum mengikuti acara ini pengetahuan saya tentang HIV/AIDS sangat minim. Yang saya tahu bahwa orang yang tertular virus HIV selanjutnya akan mengidap AIDS. Bahkan saya membayangkan kalau ketemu dengan ODHA (Orang Dengan HIV AIDS) harus dihindari. Pemahaman saya sebelumnya bahwa berinteraksi dengan ODHA akan menular.

       Ternyata pemahaman saya itu keliru. Melalui acara workshop ini wawasan saya terbuka bahwa ODHA bukan musuh dan tak perlu ditakuti. ODHA bisa sembuh asalkan dia melakukan terapi khusus yaitu terapi ARV (antiretroviral). Dalam kesempatan ini hadir Mba Ayu Oktariani, seorang penderita AIDS yang tertular dari suaminya. Berkat minum obat dan melakukan terapi ARV akhirnya Mba Ayu Oktariani dinyatakan sembuh. Kini beliau sudah menikah dan menjadi relawan.


Mba Ayu Oktariani, dulu dia ODHA, kini menjadi relawan
dan giat melakukan pendampingan bagi penderita HIV/AIDS


       Ada juga Mas Antonio, seorang ODHA yang berbagi pengalaman dan kisahnya sehingga dia bisa sembuh dari penyakit HIV/AIDS. Awalnya dia tertular virus HIV karena perilaku buruknya dari pergaulan yang salah. Berkat kegigihannya dan semangatnya untuk sembuh akhirnya beliau dinyatakan sembuh dari HIV AIDS.


       Pemerintah saat ini sangat gencar mengkampayekan GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat). Gerakan ini dicanangkan oleh pemerintah agar masyarakat memahami perilaku yang baik dan hidup sehat. Kebanyakan penyakit diderita karena minimnya pengetahuan masyarakat tentang perilaku hidup sehat. Olehkarena itu melalui kampanye GERMAS pemerintah berharap penyakit yang bersumber dari perilaku buruk dapat ditekan dan diminimalisir.

       Sebagai salah satu negara yang jumlah penderita HIV/AIDS terbanyak di dunia tentunya kita harus mendukung GERMAS. Upaya yang dilakukan pemerintah yaitu mensosialisasikan GERMAS dari tingkat paling bawah. Misalnya dari lingkungan RT/RW dan Kelurahan dilakukan sosialisasi yang berkesinambungan hingga tingkat yang lebih luas. Dengan sosialisasi yang berkesinambungan diharapkan pengetahuan masyarakat lebih terbuka akan pentingnya perilaku hidup sehat.

          

2 komentar:

  1. terimkasih bu atas artikel HIV/AIDS nya sekarang saya bisa lebih tau begaimana cara pola hidup sehat, bagaimana menjauhi virus HIV/AIDs dan berinteraksi dengan para ODHA tanpa takut lagi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mksh atas atensinya dan sdh mampir di blog ibu ya..

      Hapus

Terimakasih atas kunjungan dan komentarnya ya...