IKLAN

Jumat, 19 November 2010

Isteri Kedua dan Ketiga

Waktu aku masih kecil, aku bersama keluarga menempati sebuah rumah dengan halaman luas yang ditumbuhi rumput gajah. Di atas rumput-rumput itu bahkan aku dan adik-adik biasa bermain. Masih kuingat, kami sering meletakkan sehelai kain lusuh dan jingkak-jingkrak di atasnya. Bahkan kami berguling-guling sambil tidur-tiduran di atas sehelai kain itu. Rasanya seperti tiduran di atas kasur busa yang empuk.


Papaku punya seorang tukang potong rumput langganan, Lek Marso namanya. Setiap bulan Lek Marso pasti mampir ke rumah memotong rumput di halaman rumah kami. Kalau jadualnya telat maka rumput-rumput itu akan semakin tinggi membentuk semak-semak. Takutnya nanti ada ular bersarang di semak-semak kalau telat memotongnya, begitu kata papaku kala itu.

Aku pun akhirnya menjadi akrab dengan sosok Lek Marso. Dalam suatu kesempatan aku berbincang dengannya.

"Lek, capek gak motong rumput terus?" aku mengajukan pertanyaan lugu khas anak kecil.

"Ya nggaklah Mbak, ini kan sudah jadi pekerjaan Lek Marso, nggak ada kata capek untuk suatu pekerjaan. Kalau Lek Marso nggak merumput nanti keluarga mau makan apa?"

Aku pun manggut-manggut sok memahami arti ucapannya. "Langganan Lek Marso banyak ya?" lanjutku.

"Ya adalah beberapa langganan." sambungnya sambil mengasah mata tebasan. Ohya, jaman dulu belum ada mesin potong rumput. Pekerjaan memotong rumput dilakoni Lek Marso dengan bermodalkan sebuah alat potong rumput yang disebut tebasan. Tebasan itu terbuat dari lempengan besi yang salah satu sisinya diasah tajam. Kemudian lempengan besi itu dirangkai dan diikat dengan sebilah bambu. Nah, kalau mata tebasannya tumpul, Lek Marso mengasahnya dengan sebuah batu asahan namanya.

Sambil mengasah batu asahannya Lek Marso melanjutkan perbincangan. "Sebetulnya isteri Lelek bukan satu lho tapi ada tiga!" ucapnya sehingga membuat keningku berkerut tanda berfikir.

'Lho, memangnya Lek Marso mampu mengidupi isteri lebih dari satu?" tanyaku penuh heran.

"Haha.. Bukan begitu Mbak Rita! Maksud Lek Marso begini.. isteri pertama adalah isteri yang ada di rumah. Isteri kedua adalah rumput-rumput itu.. Isteri ketiga adalah alat tebasan ini. Ketiga isteri ini sangat berarti bagi Lek Marso. Tanpa ketiganya Lek Marso tak bisa hidup..!

Oala..., aku kira isterinya benar ada tiga. Rupanya sebutan isteri kedua dan isteri ketiga adalah sebuah perumpamaan untuk pekerjaan yang dilakoninya sebagai tukang rumput. Berarti, rumput dan alat tebasannya itu adalah soulmatenya Lek Marso dong!!

16 komentar:

  1. salam sobat
    patut diteladani Lek Marso.
    setia dengan istri,
    kirain beneran istri lebih dari satu.
    ternyata istri kedua hanyalah rumput,
    istri ketiga alat tebasan.

    BalasHapus
  2. Hehehehe, Qrain juga beneran mba si lek Marso itu istrinya 3, ^^

    salam kenal ya mba..

    BalasHapus
  3. Jangan-jangan itu hanya karena dia ingin punya istri lagi tapi nggak mampu, hihi

    BalasHapus
  4. Rumput itu bukan soulmatenya mbak.
    Tp rumput itu bak pejabat nakal, dan Lek Marso itu penyidiknya... Lepmegan besi itu ilmunya Lek Marso. Dan asahannya itu berkas-berkas beliau.

    hehehehehe

    BalasHapus
  5. sayang bukan beneran ya mbak hehehe

    BalasHapus
  6. Ibu, kalau ditambah rumput, jadi ada 4 dong. Buka cuma tiga
    Betul nggak?

    BalasHapus
  7. hahaa.. kupikir istrinya 3 beneran, ternyata yang 2 istrinya adalah rumput sama alatnya.. hemm.. bener-bener saking cintanya tuh

    BalasHapus
  8. hahaa.. kupikir istrinya 3 beneran, ternyata yang 2 istrinya adalah rumput sama alatnya.. hemm.. bener-bener saking cintanya tuh

    BalasHapus
  9. hahahah ... aku kirain apa?
    ternyata fake wife yah :P

    BalasHapus
  10. Oalah... judul itu membuatku berpikiran yg tidak2... hehehe

    BalasHapus
  11. ternyata Lek Marso orang yg setia dan baik ya...?

    BalasHapus
  12. hehe ... terkecoh oleh judul nih.
    maaf baru berkunjung lagi. Kok link blog saya belum terpasang disini, ya? padahal punya mbak rita sudah lama ada di blog-ku.

    BalasHapus
  13. Kirain eh kirain :-)

    Sekarang masih berhubungan dengan Lek Marso ga Mba?

    BalasHapus
  14. cerita yang menarik, mohon kunjungan balik ya, skalian follow balik, salam kenal :)

    BalasHapus

Terimakasih atas kunjungan dan komentarnya ya...