IKLAN

Rabu, 23 Juli 2014

Pesona Kabut Belerang dan Eksotika Api Biru dari Kawah Ijen


Tak salah bila disebut bahwa Kabupaten Bondowoso menyimpan potensi wisata alam yang sangat mempesona. Keelokan pemandangannya sungguh luar biasa dan mengesankan. Kabupaten Bondowoso yang terletak di Jawa Tengah ini memiliki sejumlah potensi wisata menakjubkan. Sebut saja Dataran Tinggi Dieng, Telaga Warna, dan masih banyak lagi.



Indahnya pemandangan alam yang disuguhkan alam Kabupaten Bondowoso membuat daerah ini banyak dikunjungi wisatawan. Setelah intip sana intip sini mencari-cari informasi di internet, aku pun memutuskan dan berangan-angan ingin ke sana suatu saat nanti. Hatiku tertambat pada "Kawah Ijen", suatu tempat yan ingin kukunjunhi kelak.

 

Kawah Ijen Nan Mempesona
Gambar dipinjam dari SINI

Ada apa dengan Kawah Ijen?

Salah satu tempat yang membuatku tertarik untuk dikunjungi Bondowoso adalah Kawah Ijen.  Kawah Ijen adalah kolam berwarna hijau tosca yang  berselimut kabut tebal di kawasan pegunungan Ijen. Kolam yang airnya berwarna hijau tosca tersebut terbentuk dari adanya unsur belerang. Memang banyak sekali penambangan belerang di sekitarnya. Konon, cara menambangnya pun masih tradisional dengan menggunakan alat sederhana dan dominan menggunakan tenaga manusia. Di tempat ini kita disuguhi pemandangan para penambang membawa tumpukan belerang, menyusuri tebing yang curam, dan melewati kabut belerang yang tebal.


Penambang belerang tradisional mendaki perbukitan terjal
Gambar dipinjam dari SINI

Kawasan pegunungan Ijen sendiri merupakan pegunungan berapi yang hingga kini masih aktif. Asap putih mengepul dari kawahnya ini menambah elok dan eksotis. Kasawan pegunungan tersebut terdiri dari Kawah Ijen dan dataran tinggi lainnya. Puncak gunungnya pun tinggi menjulang dengan ketinggian 2.443m dari atas permukaan laut. Dari kawasan inilah menyembur asap belerang dari beberapa pertambangan di sana.

Pesona Kawah Ijen tidak hanya sampai di situ. Ada pesona lain yang lebih eksotis. Apa itu? Ternyata dari kawasan Ijen ini kita bisa menyaksikan fenomena "Blue Fire" atau Api Biru. Pesona yang ditampilkan sangat indah ditatap ketika malam dan menjelang pagi. Ternyata sumber api biru itu berasal dari lelehan belerang cair dari dalam pipa yang dibuat oleh para penambang. Saat asap belerang menyembur dari dalam pipa itulah yang menimbulkan sensasi fenomena api biru.



 Pesona "Blue Fire" menyuguhkan pemandangan yang eksotis
Gambar dipinjam dari SINI

Bagaimana Caranya Bisa Sampai di  Kawah Ijen itu?

Peta kawasan Kawah Ijen yang berada diantara perbatasan Bondowoso dengan Banyuwangi
Gambar dipinjam dari SINI

Kawah Ijen atau Gunung Ijen sendiri berada diantara perbatasan Bondowoso (Jawa Tengah) dengan Kabupaten Banyuwangi (Jawa Timur). Menurut referensi yang kubaca, bisa diakses dari arah utara  melalui Situbondo menuju Sempol (Bondowoso)., lewat Wonosari ke Paltuding. Waktu yang ditempuh sekitar 2,5 jam dengan jarak tempuh sekitar 93 kilometer.  Kalau dari arah selatan, bisa dari Banyuwangi menuju Licin, lalu dari Licin menuju Paltuding. Dengan jarak tempuh sekitar 35 kilometer ita bisa sampai di tujuan. 

Gambar dpinjam dari SINI

Untuk menikmati wisata  Kawah Ijen kita bisa mengikuti paket wisata atau secara backpacker. Tapi menurutku lebih baik mengikuti paket wisata saja, mengingat kita belum mengenal kasawan yang akan kita tuju ini. Setelah googling sana sini, aku menemukan jasa paket wisata yang menjual paket Wisata Kawah Ijin. Bisa disimak di SINI informasi mengenai paket wisata tersebut.

Waktu yang disarankan untuk wisata ke Kawah Ijen adalah sekitar bulan April hingga Oktober. Kenapa demikian? Katanya sih, karena periode itu adalah musim kemarau sehingga jalanan sekitar lokasi tidak licin dan aman untuk didaki. 

Karena kawasan pegunungan Ijen ini sangat dingin, ada baiknya sebelum berangkat kita menyiapkan pakaian hangat, topi atau penutup kepala, saputangan, masker penutup hidung, jas hujan bahkan obat-obatan. 

Nah....setelah mengenal pesona Kawah Ijen yang sangat elok, makin menggugah keinginanku untuk segera ke sana. Menabung dan mencari waktu yang tepat untuk cuti, dan.....memulai perjalanan ke sana. 




Referensi:
www.wisatakawahijen.com
www.ilovebondowoso.com/pesona-kawah-ijen
www.eastjava.com/boks/ijen/ina/trave_notes.html

 


6 komentar:

  1. aaah... cita-cita saya adalah bisa membawa anak2 ke Ijen. Semoga...

    BalasHapus
    Balasan
    1. InsyaAllah tercapai keinginannya ya.... Akupun demikian pengen juga ke sana...

      Hapus
  2. wah Subhanallah keren blue firenya mbak josh dah mantap

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener...keren dan fantastis Blue Fire-nya...

      Hapus
  3. Untuk giveaway lagi, Mak? Baru tahu ada hari jadi Bondowoso juga yang bersamaan dengan Wonosobo tahunnya, 189?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eh..tulisan ini gak ada sangkut-pautnya sama GA lho Mak... Kesalahan teknis...hehe...ngetiknya sfh larut malam shg agak ngelantur...terbawa2 GA Wonosobo..hehe

      Hapus

Terimakasih atas kunjungan dan komentarnya ya...